Zat Kebahagiaan: Endorphin

Hidup Bahagia

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa zat-zat kimiawi atau hormon yang dikeluarkan oleh tubuh kita bertanggung jawab atas kebahagiaan seseorang. Zat-zat tersebut adalah Endorphin, Dopamine, Serotonin, dan Oksitosin.

Di tulisan pertama ini, kita akan membahas Endorphin dan semoga zat-zat yang lain bisa juga kita bahas pada tulisan berikutnya. Selamat membaca.

Apa manfaat Endorphin? 

Endorphin mempunyai manfaat utama, yaitu untuk menghilangkan rasa sakit. Selain merespon rasa sakit, zat ini juga membantu untuk mengurangi kegelisahan, stres, dan depresi. Pendek kata, zat ini hampir mirip fungsinya dengan morfin.

Kapan Endorphin dikeluarkan oleh tubuh?

Contoh kegiatan yang memicu keluarnya Endorphin adalah berlari. Seorang pelari merasakan kebahagiaan ketika dia mencapai jarak tertentu. Pada saat demikian, dia melupakan kelelahan, kecapekan, dan mungkin kesakitan. Bukankah sering kita menemukan pelari yang seolah-olah tak pernah capek?

Selain pada pelari, Endorphin juga membantu kita untuk mengatasi kesulitan. Sebagai contoh, Endorphin membuat kita terus terjaga di waktu malam untuk bekerja atau melakukan hal lain yang menyenangkan. Pada saat itu, barangkali tubuh telah lelah, namun karena dorongan Endorphin, kita tetap berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan atau menuntaskan hal yang kita sukai seperti berselancar di dunia maya atau menyelesaikan game. 

Bagaimana memicu keluarnya Endorphin? 

Melakukan hal yang menyenangkan seperti melakukan hobi terbukti bisa memicu keluarnya Endorphin. Mengambil contoh di atas, maka seorang pelari akan senang ketika mencapai target, bahkan setiap hari dia akan terus mencoba untuk membuat target baru, misalnya dengan berlari lebih jauh.

Tertawa juga menjadi salah satu cara untuk mengeluarkan zat Endorphin. Anda bisa menonton video yang lucu, membaca surat elektronik yang menimbulkan tawa, atau berbagai hal lain yang menyenangkan.

Selain itu, keluarnya Endorphin juga bisa dipicu dengan cara menghirum bau-bauan yang menyenangkan seperti aromaterapi. Anda bisa mencoba dengan aroma seperti vanilla, lavender, atau aroma lain yang disukai.

Masih ada lagi cara lain untuk memicu keluarnya Endorphin, yaitu dengan memakan makanan yang disenangi. Sebagai contoh Anda dapat memilih cokelat atau makanan pedas. Khusus makanan pedas, sensasi lidah terbakar yang sebenarnya rasa sakit itu justru diartikan sebagai kenikmatan karena keluarnya Endorphin.

Apa yang perlu diperhatikan?

Seperti sudah disebutkan, manfaat Endorphin adalah untuk mengurangi atau menutup rasa sakit. Terkadang kita mengabaikan rasa sakit tersebut karena satu hal yang sedang dilakukan menyenangkan. Padahal sebenarnya rasa sakit adalah isyarat dari tubuh bahwa hal yang menyenangkan itu barangkali sudah berlebihan.

Sebagai contoh, seseorang yang mencoba mengangkat barbel di tempat fitness di luar kemampuan dirinya atau seorang pelari yang lupa beristirahat dan minum. Memang hal itu terasa menyenangkan, namun jika kita salah mengartikan ‘pesan’ rasa sakit itu karena keluarnya Endorphin, akibatnya bisa berbahaya untuk kita.

Picture credit Pixabay


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *