Tidaklah mungkin hidup sendiri, mencoba mencontoh Tarzan yang hidup di hutan. Ditemani kicau burung, auman singa dan lolong serigala. Hal yang mustahil dilakukan pada masa seperti sekarang ini. Hidup dalam lingkungan dengan banyak sahabat, menjadi komunitas, bahkan dalam ranah maya. Bertetangga, menjadi perlu. Saling merepotkan satu dengan yang lain, meminta pendapat dan berbagi harapan, masalah dan keinginan.
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Begitu orang tua dahulu, berpesan. Menjadi bermakna, bila tiap mereka sadar, dan bersedia berbagi. Maka, sudikah kiranya menjadi tetangga saya? Memberitahukan apa yang perlu dan tidak perlu dilakukan. Menunjukkan jalan, karena kaki suka berkehendak sendiri, dan tak jarang tersesat.
Terima kasih saya haturkan kepada Anda, yang telah sudi menyesatkan diri di halaman ini. Sekadar jejak, sebagai penanda bahwa Anda telah sampai di sini dan menjadi tetangga, kiranya semoga berkenan untuk ditinggalkan di kolom komentar.
-salam-
saya udah ke sini atau belum ya?
[Jawab?]
saya udah pernah mampir ke sini belum ya paman?
[Jawab?]
salam uncle…..
Sayah mampir nih……
[Jawab?]
jadikan aku sahabatmu
[Jawab?]
lebih baik cari teman yang banyak daripada cari musuh yang dikit. salam kenal.
[Jawab?]
Singgah sejenak di Batas Ruang dari Ruang Jeda saya.
Salam Kenal.
[Jawab?]
salam,
Salam kenal, saya diberitahu seorang sahabat ttg blog ini, jadi kesini bukan karena tersesat, dan well..sungguh betah, tulisannya serba menarik..
Semangat!!!
[Jawab?]
SOre pak,
termasuk yang nyasar nih disini
mau minta pendapat aja, kl dapat tetangga yang sulit diajak kerjasama bagaimana ya pak?
Padahal hal yang ditentuin adalah hal yang kiranya memang harus di lakukan
thanks
[Jawab?]
Terima kasih untuk blog yang menarik
[Jawab?]
syalam kenal……..
[Jawab?]