<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>unclegoop[dot]com &#187; tak penting</title>
	<atom:link href="http://unclegoop.com/tag/tak-penting/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://unclegoop.com</link>
	<description>melintas batas ruang dan waktu</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 02:43:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Terlambat Bangun</title>
		<link>http://unclegoop.com/2009/06/09/terlambat-bangun/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2009/06/09/terlambat-bangun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 23:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[pintu jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[banting]]></category>
		<category><![CDATA[hape]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>
		<category><![CDATA[tendang]]></category>
		<category><![CDATA[terlambat]]></category>
		<category><![CDATA[weker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=588</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin inilah biang masalah di pagi hari. Entah kenapa bunyi alarm dari weker, hape atau teriakan Ibu tidak juga berpengaruh. Padahal, mata sudah terbuka, lho, ketika bebunyian itu terdengar. Kemudian ritual yang umum berlaku adalah bunyi itu terdengar, telinga bereaksi diikuti dengan mata terbuka. Tak lama, tangan bergerak, meraba-raba sumber suara. Bila bunyi berasal dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://thumb.visualizeus.com/thumbs/09/02/02/black,and,white,photography,woman,woman,study-74760f3a62537f7a30053d28f3073c05_m.jpg"><img class="aligncenter" title="bobok terjengking-jengking" src="http://thumb.visualizeus.com/thumbs/09/02/02/black,and,white,photography,woman,woman,study-74760f3a62537f7a30053d28f3073c05_m.jpg" alt="" width="192" height="164" /></a></p>
<p style="text-align: justify">Mungkin inilah biang masalah di pagi hari. Entah kenapa bunyi alarm dari weker, hape atau teriakan Ibu tidak juga berpengaruh. Padahal, mata sudah terbuka, lho, ketika bebunyian itu terdengar.</p>
<p style="text-align: justify">Kemudian ritual yang umum berlaku adalah bunyi itu terdengar, telinga bereaksi diikuti dengan mata terbuka. Tak lama, tangan bergerak, meraba-raba sumber suara. Bila bunyi berasal dari hape, pencet saja sembarang tombol dan hape pun terdiam. Jika itu weker ya cari tombolnya atau bisa juga pakai cara <a href="http://blogirang.wordpress.com/2009/05/20/wekerku-sayang-weker-kutendang/">sahabat saya ini</a>, yaitu dengan membanting wekernya. Nah, bagaimana kalau Ibu? Ya jangan ditampar, itu kurang ajar namanya. Cukuplah pindahkan bantal yang semula di bawah kepala, alihkah ke atas menutupi kuping. Nah, sekarang beres, kan?</p>
<p style="text-align: justify">Lantas, bila semua sumber bunyi sudah diam, ngapain dong? Ya merem, ah, masa gitu aja nanya? Dan anehnya, kenapa pasca melakukan ritual mendiamkan semua pengganggu tidur itu justru bobok kian lelap? Saya kira hal ini akan menjadi misteri abad ini—halah!</p>
<p style="text-align: justify">Tidur yang lelap itu, bagaimanapun juga tidak akan berlangsung lama, kecuali Anda semacam <a href="http://blogirang.wordpress.com/">teman</a> saya itu yang susah nian bangun bila matahari belum lengser ke Barat. Parahnya, selepas bangun yang sebenarnya ini, mulailah rentetan kebingunan terjadi. Semenjak pertanyaan tak penting semacam, “Kenapa aku bangun jam segini?” sampai dengan melakukan sesuatu di pagi itu dengan tergesa-gesa. Dapat dibayangkan, bukan? Mmm, atau tak perlu dibayangkan bila itu terjadi pada Anda setiap pagi? Hahaha.</p>
<p style="text-align: justify">Di kamar mandi terburu-buru, masih ada yang belum tuntas. Bisa sisa kotoran dalam perut yang masih antri di usus besar dan belum mau keluar. Mungkin juga sisa sabun masih ada yang tertinggal di telinga lupa belum dicuci. Argghhhh….</p>
<p style="text-align: justify">Tak heran kemudian jika di kantor atau sekolah Anda kembali diusik dengan urusan perut yang belum beres. Jangan marah pula bila ada teman yang menertawakan dan berkata, “Itu, kupingmu masih ada.” Batin Anda, ya masihlah, kan tiada yang memotong telingaku. Padahal maksudnya masih ada sisa sabun di telinga Anda.</p>
<p style="text-align: justify">Lalu, masih ingatkah kapan pagi Anda berlangusng dengan damai dan tenang?</p>
<p style="text-align: right"><em><strong>Sridewanto Edi/040609 </strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2009/06/09/terlambat-bangun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
