Juni hampir berakhir
Kemarau baru saja dimasuki
Hujan belum lama pergi
Tapi kerinduan, bagai duri
Mampir di kaki, enggan pergi
Harapkan hujan di kala pagi
Rumput basah tanah mewangi
Embun pagi hanya ditemui
Tanah kering
Meranggas jati
Jiwa kering
Keringkah hati?
Maaf, toleran hanya ilusi
Pada jiwa-jiwa yang mati
Suara-suara demonstrasi
Menyisakan seorang mati
Bila nurani tumpul dikebiri
Menebar janji di satu provinsi
Benarkah akan ditepati?
Harap-harap cemas dalam hati
Tanah kering
Meranggas jati
Jiwa kering
Keringkah hati?
Jiwa-jiwa lelah, tubuh mati
Gentayangan menghantui
Tanyakan janji, tanyakan janji
Dagelan lagi-lagi ditemui
Lawakan yang sudah basi
Diputar lagi, lagi dan lagi
Ke manakah kesadaran diri
Jangan dulu mati, berseri mari
Tanah kering
Meranggas jati
Jiwa kering
Janganlah hati!
[adsenseyu1]