Pulang Senja
Senja datang lagi. Di pucuk-pucuk gedung aku bisa melihat semburat mentari memanggang langit. Memoleskan nuansa merah saga ditingkahi kuning hampir orange yang terpantul di dinding gedung. Aku kurang suka bicarakan senja dan gedung. Kau tahu, kan, apa alasannya? Buatku jelas lebih nyaman bila menyusuri sepanjang jalan, seperti hendak mengejar matahari yang hampir tenggelam itu. Lalu, [...]
Aku Pulang
“Aku kan pulang ke rumah segera, karena aku pun sangat mencintaimu.” Hari berganti lagi, siang datang malam menjelang. Sendiri, itu kata yang pas. Tak hanya kata, namun sebenarnya terjadi. Hanyalah raga yang berjalan, karena telah kutinggalkan hati dan rasaku saat aku meninggalkanmu pagi itu. Suatu malam di jalan ketika kukemudikan perlahan mobilku. Tak ada yang [...]
Membincangkan Kematian
Yogyakarta, Sabtu 19 Juli 2008 pukul 07.30 WIB. Pagi itu, bekas kosan saya yang lama, di Jogja sana disibukkan oleh meninggalnya Ibu kos. Ya, meninggal. Peristiwa sederhana lepasnya nyawa dari tubuh. Meninggalkan tubuh dalam ketakberdayaan, tak kuasa untuk sekedar memompa jantung, menghela nafas, mengedipkan mata. Entah, ke mana perginya nyawa. Apakah masuk di alam kubur? [...]



jejak tertinggal