Karena hujan, maka jalanan seperti saluran yang tersumbat. Kendaraan tak lancar jalannya, disebabkan oleh beberapa hal ini:
Air hujan masih turun rintik-rintik. Kendati tak sederas sebelumnya, namun cukup membuat basah. Apalagi bila harus berlama-lama di bawah hujan. Memang kenapa harus lama?
Macet adalah jawabannya. Entah kenapa saat hujan atau setelahnya, macet kerap kali terjadi.
Jarak antara roda depan dengan ban belakang motor lain hanya dalam hitungan milimeter atau cenderung menempel. Tak jarang, bahkan benturan terjadi.
Mobil lajunya tertahan-tahan kerumunan sepeda motor yang merubung seperti lalat. Pengemudi harus berhati-hati menempatkan mobilnya di antara sepeda motor agar tak tergores.
Genangan air di pinggir jalan karena selokan yang meluap menahan laju semua kendaraan. Semua memilih jalan yang tak tergenang, menghindari dari kemungkinan mesin mati.
Alat pengatur lalu lintas masih bekerja normal, tapi tak ada yang mematuhinya. Semua bersirebut hendak maju, tak ada yang mau mengalah.
Hasilnya, perempatan menjadi medan pertempuran perebutan ruang yang seru. Di mana Pak Polisi?
