<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>unclegoop[dot]com &#187; obat</title>
	<atom:link href="http://unclegoop.com/tag/obat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://unclegoop.com</link>
	<description>melintas batas ruang dan waktu</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 02:43:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Toko, Obat dan Pil</title>
		<link>http://unclegoop.com/2008/09/19/toko-obat-dan-pil/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2008/09/19/toko-obat-dan-pil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 03:29:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[pintu jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[pil]]></category>
		<category><![CDATA[toko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Wajah-wajah penuh harap di sebuah toko. Pegawai sibuk ke sana ke mari memenuhi pesanan; mengambilkan obat yang dikehendaki oleh pelanggan. Bos perempuan yang bertubuh gempal; berkoyo di dahinya sibuk menghitung harga obat, menerima uang, mengangsurkan kembalian dan memasukkannya baik-baik ke dalam laci. Sebuah toko obat menjelang buka puasa. Setiap pelanggan ingin bersicepat dilayani. Menyebutkan nama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2008/09/pils.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-279" title="pils" src="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2008/09/pils.jpg" alt="" width="90" height="56" /></a>Wajah-wajah penuh harap di sebuah toko. Pegawai sibuk ke sana ke mari memenuhi pesanan; mengambilkan obat yang dikehendaki oleh pelanggan. Bos perempuan yang bertubuh gempal; berkoyo di dahinya sibuk menghitung harga obat, menerima uang, mengangsurkan kembalian dan memasukkannya baik-baik ke dalam laci.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah toko obat menjelang buka puasa. Setiap pelanggan ingin bersicepat dilayani. Menyebutkan nama obat-obatan yang aneh. Sebagian sambil meringis menahan sakit dan secepatnya butuh penawar. Sebagian yang lain diliputi khawatir mengingat si sakit di rumah yang mungkin sedang mengerang-erang.</p>
<p style="text-align:justify;">â€œObat diabetes yang mana, Pak?â€ Tanya pemilik toko; tersenyum.</p>
<p style="text-align:justify;">Sambil mengernyit, seorang pelanggan, bapak-bapak setengah baya menyebutkan merk sebuah obat. Entah merasakan sakit atau memikirkan harga obat yang demikian mahal kernyitan itu harus diartikan. Lagi-lagi pemilik toko tersenyum.</p>
<p style="text-align:justify;">Di rak-rak berbingkai kaca dan trasparan; terlindung di balik kaca berderet berbotol-botol obat dan minyak telon. Dalam kardus-kardus, tablet obat-obatan tersembunyi, satu per satu menunggu disentuh, dipilih-pilih untuk kemudian diambil.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sebelah bawah, deretan perlengkapan bayi mulai dari bedak sampai dengan minyak kayu putih. Semakin ke atas kian beragam jenis obat yang ada. Di rak paling atas, jauh dari jangkauan adalah beraneka ragam merk kondom. Kenapa ditaruh di atas?</p>
<p style="text-align:justify;">Seluruh kebutuhan si sakit, sebisa mungkin dipenuhi oleh pemilik toko yang dibantu oleh pelayan-pelayan yang bergerak tangkas. Sakit gatal gara-gara jamur di antara jemari kaki, panu, kadas, kudis, kurap semua ada solusinya. Tetes mata beraneka macam, ada pula tetes hidung, tetes telinga. Pendek kata semua penyakit yang hinggap di tubuh ada penawarnya. Tak hirau di luar pada permukaan kulit atau di dalam tubuh seperti jantung, ginjal dan kadar gula darah. Tidak peduli tubuh itu seorang bayi, anak muda, orang dewasa bahkan lansia berusaha menemui penyembuh di toko ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Benarkah penyembuh? Bukankah sakit dan sehat sudah ada yang mengatur? Setidaknya begitu yang saya percayai. Obat hanyalah sekedar perantara, uluran tangan pembawa kasih Tuhan, penanda ikhtiar; usaha si sakit untuk memperoleh kesembuhan. Hasil akhir tak pernah bisa diketahui. Ada garis nasib yang tidak mungkin ditolak.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, sebuah obat murah bisa jadi membawa kesembuhan. Tak jarang bermacam obat dengan harga selangit bahkan tanda membaik pun tidak tercapai. Tetapi harapan, barangkali boleh digantungkan di antara pil-pil yang ada, tablet-tablet penyambung kehidupan, penawar gatal di kulit dan pedas di mata.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa membawa resep dari dokter. Tulisan cakar ayam yang sukar dibaca menerangkan obat apa yang harus ditebus. Selembar resep mungkin boleh diganti dengan berlembar rupiah. Tetapi penyakit tidak berhubungan dengan harga, bukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Penyakit menahun menyebabkan pembeli hapal obat apa saja yang harus dibeli, mereka mengandalkan kekuatan daya pikir, hapalan. Ibu saya lain lagi, beliau menggunakan pengalaman. Obat sakit kepalanya bermerk â€œAâ€, tatkala batuk, biasa sembuh bila minum obat â€œBâ€. Kemarin, saya membeli obat batuk yang disarankan oleh teman saya seorang dokter. Saat menyerahkan obat itu kepada Ibu beliau bilang, â€œ<em>Ah, kok sing iki, ra biasa aku</em>.â€</p>
<p style="text-align:justify;">Berat hati Ibu meminumnya, â€œ<em>Yowis, ra popo etung-etung obate anak lanang.</em>â€ Saya dan adik-adik harus mengawasi, sedikit memaksa sampai Ibu mau meminumnya. Sekali waktu ingin peduli ternyata sedikit kurang tepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Obat seperti jodoh, konon begitu juga dengan dokter. Melalui cek dan ricek, memerlukan waktu sampai dengan ditemukan obat dan dokter yang sesuai yang pas di hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Di antara obat dan peminumnya saling memberi, bukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Obat berkorban tubuhnya untuk diminum, cairan pindah ke perut, pil-pil melewati tenggorokan, tablet-tablet menyangkut di pangkal lidah. Tetes demi tetes cairan bening membeningkan mata melegakan hidung menjernihkan telinga.</p>
<p style="text-align:justify;">Peminumnya atau bisa juga keluarga peminum tidak hanya berpangku tangan. Ada lembaran-lembaran uang yang menjadi penebus; tiap tetes cairan tiap butiran pil tiap lempengan tablet. Banting tulang dan mandi keringat bukanlah halangan demi kesembuhan dari penyakit; sedikit waktu lebih lama untuk bertahannya nyawa.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekali waktu, ada yang bilang, â€œSugesti kepada si sakit itu lebih penting, <em>lho</em>.â€ Senyatanya tidak sepenuhnya salah pernyataan ini. Beberapa teman dokter berkata, â€œSeorang yang sakit cukup diberikan vitamin dan diberikan sedikit sugesti.â€ <em>Eh, lah kok</em> besoknya si sakit ini sudah baikan. Apakah khasiat obat ataukah kekuatan sugesti?</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, kemudian apa manfaat dari rasa buah-buahan yang ada pada sebuah kondom? <em>Ribet amat, yak</em>? Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.webchemist.com.au/images/pils.jpg" target="_blank">asal gambar </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2008/09/19/toko-obat-dan-pil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
