menunggu
Jalan Kita
Angin mengembara di ruang ini, menyentuh rambutku, mengusap pipiku. Terasa dingin. Hei, benarkah itu angin? Tak tepat begitu ternyata. Ada air mata yang mengalir di pipiku. Itulah yang tersapu angin. Keduanya, air mata dan angin bersekutu, maka terasa dingin bagiku. Perlahan, aku mengusap air bening itu dari pipiku. Aku tak apa, aku masih bisa tersenyum, [...]
Saat Aku Menunggumu
Ini kelanjutan dari kisahku saat sejenak menunggumu. Saat aku menunggumu, inilah yang biasa kulakukan untuk mengisi detik-detik yang berlalu sedikit membosankan itu. Mula-mula aku akan beristirahat dan mengeringkan keringat serta bau jalan yang menempel di tubuhku. Biasanya aku akan duduk sambil melihat berita sore di televisi. Manakala keringat sudah kering, kemudian aku pun pergi mandi. [...]
Sejenak Menunggumu
Menjelang magrib biasanya aku akan tiba di rumah. Sampai di parkiran tak kutemukan motormu. Kamu telah pergi, seperti biasa, menyibukkan diri membantuku menjaga agar asap tetap mengepul dari dapur kita yang mungil. Sampai di pintu, aku tahu hanya kekosongan rumah yang menantiku. Tak ada sapamu yang selalu cerewet mengganggu sunyiku. Tak juga senyummu yang mengembang [...]
Hachiko-Tentang Menunggu
Tentang menunggu…. Hachi kedinginan di stasiun kereta pada petang hari yang hujan. Hachi adalah anjing kecil yang hilang tak bertuan. Sore itu, ia tersesat di stasiun dan kemudian berjalan tak tentu arah. Boleh jadi sebuah kebetulan, yaitu ketika langkah kaki Hachi terantuk sepasang kaki yang kokoh. Ia tak tahu siapa pemilik kaki itu, tak pernah [...]



jejak tertinggal