<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>unclegoop[dot]com &#187; manusia</title>
	<atom:link href="http://unclegoop.com/tag/manusia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://unclegoop.com</link>
	<description>melintas batas ruang dan waktu</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 02:43:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Surrogates</title>
		<link>http://unclegoop.com/2010/06/04/surrogates/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2010/06/04/surrogates/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 02:36:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[jendela dunia]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[percaya diri]]></category>
		<category><![CDATA[robot]]></category>
		<category><![CDATA[surrogates]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=1065</guid>
		<description><![CDATA[Manakala manusia sudah tak percaya pada dirinya sendiri…. Surrogates adalah sebuah robot pengganti. Ia dibuat semirip mungkin dengan pemiliknya, bahkan tak jarang melampaui. Robot pengganti ini menjadi pencitraan sempurna dari pemiliknya. Citra sempurna itu berarti manakala si empunya sudah memutih rambutnya, ringkih tubuhnya dan tak lagi sempurna berjalan, si robot pengganti adalah kebalikan dari itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:4g-7_2oApdGXIM::bacafilmnontonbuku.files.wordpress.com/2009/10/surrogates-poster.jpg&amp;t=1&amp;h=273&amp;w=184&amp;usg=__oLob-mDjm5jamJy4J1Ld_I8w_Ys="><img class="alignleft" style="margin-top: 2px; margin-bottom: 2px; margin-left: 5px; margin-right: 5px; border: 2px solid black;" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:4g-7_2oApdGXIM::bacafilmnontonbuku.files.wordpress.com/2009/10/surrogates-poster.jpg&amp;t=1&amp;h=273&amp;w=184&amp;usg=__oLob-mDjm5jamJy4J1Ld_I8w_Ys=" alt="" width="184" height="273" /></a>Manakala manusia sudah tak percaya pada dirinya sendiri….</p>
<p>Surrogates adalah sebuah robot pengganti. Ia dibuat semirip mungkin dengan pemiliknya, bahkan tak jarang melampaui. Robot pengganti ini menjadi pencitraan sempurna dari pemiliknya.</p>
<p>Citra sempurna itu berarti manakala si empunya sudah memutih rambutnya, ringkih tubuhnya dan tak lagi sempurna berjalan, si robot pengganti adalah kebalikan dari itu semua. Ia masih memiliki rambut yang hitam sempurna, tebal dan indah untuk perempuan atau gagah dan berjalan tegap untuk lelaki.</p>
<p>Namun, semua itu hanyalah tipuan belaka.</p>
<p>Robot pengganti itu menjadi topeng yang dipasang sempurna. Ia nampak sempurna, padahal pemiliknya sendiri hanya mampu tergolek pada pusat kendali di rumahnya. Kira-kira begini gambaran para pemilik Surrogates itu: berpiyama, muka kusut, kelelahan dan kurang gerak yang berarti juga kurang sehat.</p>
<p>Dengan robot itu pula mereka menjalani aktivitasnya sehari-hari. Yang semula seorang sherrif tetap menjadi sheriff, pun bila awalnya seorang penjahat. Bedanya, sheriff dan penjahat itu tidak bisa mati karena yang ditembak, yang tertabrak mobil, yang patah kaki selepas beraksi dan  berkelahi adalah robot-robot pengganti.</p>
<p>Masalah muncul manakala kerusakan yang terjadi pada robot pengganti berimbas pada pengendali yang duduk aman di rumah. Kerusakan itu muncul karena adanya senjata percobaan yang semestinya sudah tiada ternyata masih tersisa sebuah yang belum dimusnahkan. Akibatnya, ketakutan melanda para pengendali.</p>
<p>Apa yang terjadi pada para pengendali itu? Tontonlah Surrogates, jadilah saksi manakala dendam harus dibayar dengan mahal. Bagaimana eksistensi manusia perlahan-lahan digantikan oleh buah karyanya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2010/06/04/surrogates/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hachiko-Tentang Menunggu</title>
		<link>http://unclegoop.com/2010/05/25/hachiko-tentang-menunggu/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2010/05/25/hachiko-tentang-menunggu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 03:44:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[jendela dunia]]></category>
		<category><![CDATA[anjing]]></category>
		<category><![CDATA[Hachiko]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[menunggu]]></category>
		<category><![CDATA[parker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=1014</guid>
		<description><![CDATA[Tentang menunggu…. Hachi kedinginan di stasiun kereta pada petang hari yang hujan. Hachi adalah anjing kecil yang hilang tak bertuan. Sore itu, ia tersesat di stasiun dan kemudian berjalan tak tentu arah. Boleh jadi sebuah kebetulan, yaitu ketika langkah kaki Hachi terantuk sepasang kaki yang kokoh. Ia tak tahu siapa pemilik kaki itu, tak pernah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://1.bp.blogspot.com/_-UBuBRPqVgY/S74ShyaFKZI/AAAAAAAAAJk/BIlsMlLk8Hs/s400/Hachiko+Movie.JPG"><img class="alignleft" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px; border: 2px solid black;" src="http://1.bp.blogspot.com/_-UBuBRPqVgY/S74ShyaFKZI/AAAAAAAAAJk/BIlsMlLk8Hs/s400/Hachiko+Movie.JPG" alt="" width="240" height="202" /></a>Tentang menunggu….</em></p>
<p>Hachi kedinginan di stasiun kereta pada petang hari yang hujan. Hachi adalah anjing kecil yang hilang tak bertuan. Sore itu, ia tersesat di stasiun dan kemudian berjalan tak tentu arah.</p>
<p>Boleh jadi sebuah kebetulan, yaitu ketika langkah kaki Hachi terantuk sepasang kaki yang kokoh. Ia tak tahu siapa pemilik kaki itu, tak pernah ia temui sebelumnya. Namun, pada saat itu tatapan mata keduanya telah beradu, baku pandang.</p>
<p>Lelaki itu, Parker Wilson, serta-merta mengangkat Hachi yang kedinginan, membawa dalam pelukannya. Kemudian, seperti ada jalinan pengertian di antara keduanya ketika detak jantung mereka saling berpadu, seperti saling mendengar dan didengar. Dua jantung yang bergerak seirama, segendang-sepenarian. Dari situ, berawallah keakraban di antara mereka berdua.</p>
<p>Keduanya seperti disatukan oleh rasa kehilangan yang sama. Parker kehilangan anak lelakinya, sementara Hachi kehilangan tuannya. Mereka lantas merasa bisa saling mengisi, memenuhi dan melengkapi satu sama lain. Memang, manakala dua orang yang pernah mengalami kehilangan bertemu, maka pertemuan itu menjadi begitu istimewa.</p>
<p>Parker dan Hachi menjadi tak terpisahkan. Ihwal intensitas komunikasi, lalu kualitas pertemuan bukan lagi hal yang patut dirisaukan. Jalinan hati dengan hati itu begitu kuat, bahkan kendati kata tak diucapkan.</p>
<p>Hachiko: A Dog’s Story, saya kira telah berhasil menyajikan jalinan ikatan antara anjing dan manusia yang begitu dalam itu. Hubungan yang kuat itu tersaji dengan begitu jelas melalui upaya menunggu tak kenal waktu Hachi pada Parker.</p>
<p>Kisah penantian itu bermula saat Hachi senantiasa mengantar dan menunggu Parker berangkat dan pulang bekerja. Di depan stasiun, ia memiliki tempat istimewa yang menjadi langganannya saat ia menunggu.</p>
<p>Di tempat penantiannya itu, ia mengantar Parker di kala pagi. Ia mengiringkan Parker dengan harapan agar selamat dan bisa bertemu lagi sore nanti.</p>
<p>Sementara itu di sore hari pada jam yang sama, Hachi akan kembali berada di tempatnya. Ia mendekam di sana sambil mengawasi satu demi satu penumpang kereta yang keluar dari stasiun untuk pulang ke rumah masing-masing.</p>
<p>Kebiasaan Hachi mengantar dan menjemput ini lambat laun membuatnya hapal lingkungan di depan stasiun. Seperti juga lingkungan stasiun itu pun akan kehilangan manakala Hachi tak datang. Walaupun Hachi tak datang adalah sebuah kondisi yang jarang terjadi, karena Hachi tak pernah tak datang, bahkan ketika Parker sudah tak pernah lagi datang.</p>
<p>Bermula pada sebuah pagi yang cerah, seperti biasa Parker akan berangkat kerja. Pagi itu, tak seperti biasa semacam firasat datang mengilhami Hachi. Akibatnya, Hachi menjadi tak bersemangat untuk mengantar seperti jamaknya hari-hari kemarin. Ia justru terus-terusan berputar seakan-akan ingin bilang, “Marilah kembali pulang.” Sayang, Parker tak mengerti apa makna di balik sikap Hachi yang tak biasa itu. Parker kukuh terus berjalan, naik kereta dan berangkat kerja seperti biasa.</p>
<p>Siang datang, Parker sedang bekerja manakala tiba-tiba datang sebuah serangan jantung. Parker tak terselamatkan dan pulang ke asal semua makhluk. Pada saat yang sama, kepulangan abadinya ini berarti ia tak pulang ke rumah pribadinya. Lebih jauh, itu berarti Parker tak akan datang—tak pernah datang—lagi pada Hachi yang masih saja menunggu seperti biasa di tempatnya.</p>
<p>Sejak saat itu, dimulailah penantian Hachi yang tak kenal waktu. Saksikanlah bagaimana kesetiaannya tak perlu lagi dipertanyakan dan bagaimana ia menunggu bersama bergantinya waktu.</p>
<p>Selamat menonton.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2010/05/25/hachiko-tentang-menunggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
