Apa pelajaran dari Ragnar Lothbrok?

Kita bisa belajar kepemimpinan, petualangan, dan mengelola konflik dari film seri Vikings. Sang tokoh utama, Ragnar Lothbrok menyajikan semua itu dalam satu paket yang komplit. Pemirsa hanya perlu mengupasnya sedikit demi sedikit.

Pemimpin adalah orang yang hadir manakala dibutuhkan. Ragnar sejatinya tidak berambisi untuk memimpin, namun kesempatan datang untuknya dan tanpa sungkan-sungkan diambillah kesempatan itu.

dc83384203935300fd45c551f01cc5fd

Perubahan Kepemimpinan

Sebagai seorang petani, Ragnar, muncul ke permukaan dengan mula-mula menjadi Earl. Earl Haraldson adalah yang pertama ditumbangkannya. Dia memiliki armada untuk melakukan perjalanan di laut, namun hanya ke arah timur Kategat, kampung Ragnar. “Kenapa kita tidak mencoba ke barat?” Tanya Ragnar suatu ketika. Earl Haraldson pun tidak setuju dengan ide dan petualangan baru itu. Namun, Ragnar tidak patah semangat, dibuatnya kapal sendiri dan dengan pengetahuan navigasi laut, dia pun memberanikan diri menuju ke barat. Singkat cerita, dirinya sampai ke biara di Lindisfarne, menguasai biara itu dan membawa barang rampasan serta tawanan. Sadar diri, sepulangnya dari petualangan pertama itu diserahkan semua harta rampasan kepada Earl Haraldson. Kendati sudah menunjukkan itikad baik, tetap saja Earl Haraldson tidak menyukai sepak terjang Ragnar dan menganggapnya sebagai ancaman. Diserbulah kampung Ragnar dan banyak korban yang jatuh, keluarga Ragnar pun harus mengungsi dan Ragnar sendiri mengalami luka terkena anak panah. Tidak terima dengan perlakuan itu, Ragnar menantang Earl Haraldson untuk duel dan dengan gemilang kemenangan pun digenggam. Ragnar menjadi seorang Earl.

Setelah menjadi Earl, kesempatan pun datang bagi Ragnar untuk menjadi Raja. Lagi-lagi ia tak mengharapkan kedudukan itu, namun berbagai kondisi menyebabkan dirinya harus memegang kekuasaan tersebut. Adalah King Horik dari Denmark yang ditumbangkannya. Mula-mula dia adalah seorang raja yang mendukung petualangan Ragnar ke barat. Namun, lambat laun hubungan mereka pun merenggang seiring dengan capaian-capaian dan nama besar yang diperoleh oleh Ragnar. Raja Horik merasa Ragnar menjadi saingannya, dan tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Diam-diam dia merencanakan sebuah aksi untuk menghukum dan membunuh Ragnar. Beruntung Floki, sahabat kepercayaan Ragnar bisa membuka rencana jahat itu dan justru membunuh Raja Horik. Dengan kematian Sang Raja, maka Ragnar pun naik jabatan dari Earl menjadi seorang Raja.

Petualangan Ragnar

tumblr_nk3edoXWaW1u3wveao1_1280

Ragnar memimpin kaumnya untuk melakukan petualangan ke barat, wilayah yang gelap bagi sebagian besar kaum Viking. Dia didukung oleh istrinya, Lagertha, saudaranya, Rollo, dan sahabat serta sang pembuat perahu, Floki, mewujudkan mimpinya untuk perjalanan ke barat. Selain sarana transportasi, yaitu kapal, Ragnar juga memiliki pengetahuan navigasi untuk mengarungi samudera luas. Pengetahuan inilah yang membuatnya berbeda dengan masyarakat Viking lain. Bisa dikatakan, pengetahuan navigasi itu adalah senjata rahasia Ragnar untuk melakukan petualangan ke barat.

Mula-mula Ragnar hanya membawa satu perahu penuh dengan pejuang Viking yang kebanyakan adalah teman-temannya untuk menjarah biara Lindisfarne di wilayah negara Northumbria. DI sini, dia berhasil mengumpulkan harta rampasan dan juga menawan beberapa pendeta. Dari seorang pendeta, Athlestan, berhasil dikorek keterangan mengenai kekayaan ibukota Northumbria yang jauh lebih banyak daripada harta yang dimiliki biara. Ragnar pun bersemangat untuk merebut ibukota Northumbria tersebut. Selang beberapa waktu, benar-benar dilakukan niatan Ragnar ke Northumbria, di sana King Aelle berhasil ditundukkan dan bersedia untuk memberikan harta kepada Ragnar asalkan rakyat dan ibukotanya tidak dirusak.

Berita keberhasilan petualangan Ragnar pun mulai menyebar ke seantero Bangsa Viking. Beberapa Earl dan King Horik pun terpincut hatinya untuk ikut berpetualang. Kini, Ragnar memimpin armada yang jauh lebih besar ke barat. Sasaran pun berpindah bukan lagi ke Kerajaan Northumbria, tetapi ke Wessex. King Ecbert, raja Wessex, rupanya jauh lebih pintar dari King Aelle raja Northumbria. Diajaklah Ragnar untuk berunding dan mencapai kesepakatan untuk mendukung Wessex merebut kerajaan tetangga Mercia. Sebagai gantinya, Ragnar mendapatkan lahan dan juga harta. Perjanjian kerja sama itu rupanya sudah diatur oleh King Ecbert sedemikian rupa agar keuntungan sebesar-besarnya untuk Wessex. Di sini, Ragnar menerima beberapa kerugian.

Ragnar bukan orang yang mudah terpuaskan rasa penasarannya, lagi-lagi dari Athlestan dia mendengar kabar mengenai Paris di Kerajaan West Francia. Dia tahu, bahwa Paris sangat sulit untuk ditaklukkan karena memiliki tembok pelindung di sekeliling kota. Kendati demikian, bukan Ragnar kalau tidak mencoba menaklukkannya. Armada kapal dan pejuang yang sangat besar pun dibawa serta untuk menyerbu Paris. Sangat sulit untuk menaklukkan kota itu dan ada hambatan lain, yaitu penyakit Ragnar yang melemahkannya. Apakah Ragnar berhasil dalam usahanya itu?

Dilema Ragnar

Sebagai seorang pemimpin, Ragnar mengalami berbagai konflik dengan para raja, kaumnya, dan yang paling menyedihkan adalah dengan beberapa orang terdekatnya. Pertama-tama adalah adiknya sendiri, Rollo, yang merasa hidup di bawah bayang-bayang Ragnar dan ingin mengubah peruntungan nasib. Guna mencapai misinya, Rollo pun berkhianat pada Ragnar dengan bergabung ke Jarl Brog, musuh dari Ragnar. Saat keduanya sudah saling berhadapan di satu pertempuran, Ragnar memberikan kesempatan kepada Rollo untuk menusukkan pedangnya. Namun, yang terjadi adalah Rollo justru bertekuk lutut di bawah kaki Ragnar. Dia tidak bisa membunuh kakak dan sekaligus patronnya itu. Rollo mengaku kepada Ragnar, “Aku seperti kehilangan matahari saat jauh darimu.” Dengan pengakuan tersebut, kendati pada awalnya sulit, namun Rollo kembali bergabung dan mendukung semua tindakan Ragnar. Dia adalah adik, sahabat pendukung, dan pelindung Ragnar.

life-of-a-fangirl-ships-364374

Ragnar juga berselisih paham dengan istrinya Lagertha. Semua itu terjadi karena Putri Aslaug yang pesonanya memikat hati Ragnar di satu petualangan. Keduanya terlibat hubungan asmara yang berujung dengan kehamilan Putri Aslaug. Mula-mula Ragnar tidak tahu perihal kehamilan itu, namun kemudian Sang Putri datang ke Kategat dengan perutnya yang sudah besar. Ragnar meminta istrinya Lagertha untuk menerima Putri Aslaug dan keduanya menjadi pendampingnya. Lagertha pun menolak mentah-mentah ide itu dan memilih untuk pergi. Kelak, keduanya akan kembali bertemu dengan kondisi yang jauh berbeda.

Masalah ketuhanan menjadi sumber perselisihan antara Ragnar dengan sahabatnya Floki. Ragnar bukan hanya bertualang ke tempat-tempat baru, namun rasa penasarannya pun menuntun dirinya ke Tuhan baru, Tuhan orang Kristen yang dibawa oleh tawanannya Athlestan. Perubahan ini dianggap sebagai penghinaan kepada Tuhan bangsa Viking, yaitu Loki, sosok yang begitu dipuja oleh Floki. Berbagai kegagalan, kekalahan, dan korban yang terjadi menurut Floki adalah buah dari perubahan kepercayaan yang terjadi pada diri Ragnar. Floki pun menudingkan jarinya kepada Athlestan sebagai sosok yang menyebabkan Ragnar berubah. Namun, Ragnar, bergeming dan tetap tertarik kepada Yesus, Tuhan dari Athlestan. Terlepas dari peran masing-masing, baik itu Floki maupun Athlestan, Ragnar menganggap keduanya sebagai sahabat dan saat salah seorang dari mereka meninggal, Ragnar pun terpuruk.

Bagaimana kelanjutan kisah tikus gemuk?

Apakah Anda masih ingat dengan sawah milik petani dan tikus-tikus gemuk yang tinggal di sana?

Mari kita lanjutkan cerita tersebut.

Seperti sudah diceritakan, petani itu bersama dengan teman-temannya mencoba untuk membuhuh tikus-tikus di sawah. Usaha itu memang tampak berhasil pada mulanya, namun kemudian tikus-tikus itu dengan cepat segera datang lagi.

Petani itu lupa, bila tikus di sawah berkurang karena dibunuh, maka yang tersisa memiliki lebih banyak ruang untuk beranak pinak, sehingga sia-sia saja usaha para petani.

Sebenarnya ini berhubungan dengan kapasitas satu lahan untuk menyokong kehidupan.

Katakanlah sepetak sawah mampu untuk menyokong hidup 100 ekor tikus, maka bila Anda mengurangi tikus itu menjadi 50 mereka masih tetap punya ruang untuk 50 yang lain.

Nah, sebab tikus itu kerjanya barangkali hanya mencari makan dan melakukan perkawinan, maka anak-anak mereka pun ?emakin banyak yang hidup di sawah.

Pada kondisi demikian, ada dua cara yang bisa ditempuh petani: pertama dengan membiarkan tikus-tikus terus beranak pinak hingga lebih dari seratus. Bila jumlah ini telah tercapai, maka tikus yang ke seratus satu dan seterusnya sudah di luar kemampuan daya dukung lahan.Tikus-tikus pun mulai saling berkelahi satu dengan yang lainnya dan lahan pun akan terus rusak karena semua sumber daya yang ada digunakan oleh tikus.

Hasil akhirnya adalah tikus yang kurus-kurus karena kurang makan. Bisa jadi juga tikus yang mati sendiri karena saling berkelahi satu dengan yang lain. Mereka memperebutkan makanan yang kini hanya sedikit namun dimakan oleh lebih banyak tikus.

Adapun pilihan kedua bagi petani adalah dengan membunuh semua tikus yang ada di sawah. Tetapi, sepertinya ini pun mustahil dilakukan karena sarang tikus itu tersebar bukan hanya berada di sawah milik si petani tersebut?

Bagaimana dengan tikus yang tinggal di sawah milik orang lain, siapa yang harus bertanggung jawab untuk membunuh itkus ini? Terus, bagaimana bila ada tikus yang tinggal dipinggir sungai atau tepi jalan yang tak bertuan.

Ahh…. harus ada sesuatu yang dilakukan oleh petani tersebut. Tapi apa?

======

world

Pada satu waktu, kemampuan bumi untuk mendukung manusia pun akan terlampaui. Bahkan saat ini, sebenarnya jumlah manusia yang bisa ditampung dan disokong kehidupannya oleh bumi terlampaui.

Manusia semestinya sudah membutuhkan satu setengah bumi untuk menyokong semua kegiatannya. Bagaimana bila populasi dunia terus tumbuh dan kerusakan lingkungan terus terjadi?

Credit Picture: https://exploringresearchbio.wordpress.com

Apa kehebatan atau kelemahan imajinasi?

Selain akal, satu hal yang istimewa dimiliki oleh manusia adalah imajinasi. Dengannya, manusia bisa mengambil berbagai manfaat dari lingkungan di sekitarnya, namun pada saat yang lain, manusia juga bisa jadi merugikan lingkungannya.

Binatang memahami realitas sekitar secara obyektif. Manusia di sisi lain memahami lingkungannya dengan pemahaman obyektif dan fiksi sekaligus. Kemampuan tersebut membuat manusia bisa bekerja sama, mengenali bahaya, merencanakan tindakan, dan lain-lain.

Banyak hal yang dikenal manusia saat ini adalah hasil dari imajinasi, termasuk blog yang sedang Anda baca ini. Saat binatang hanya melihat dunia sebagai satu kenyataan dan kemudian cerita berakhir, manusia juga melihat dunia sebagai satu hal yang nyata dan kemudian membuat cerita baru darinya.

Di antara beberapa hal berikut ini, manakah yang nyata dan mana yang hanya ada dalam imajinasi manusia saja?

  • Batas Negara
  • Politik
  • Perusahaan
  • Hak asasi
  • Agama, Tuhan, Surga, dan Neraka

Apakah Anda bisa menemukan garis batas negara, provinsi, dan kabupaten? Seperti apa wujud politik itu sebenarnya? Kenapa kita harus percaya pada perusahaan apakah dia benar-benar nyata atau kesepakatan kita semata?

Seperti apa agama itu? Bagaimana wujud Tuhan, Surga, dan Neraka?

Oh, satu lagi? Apakah uang itu nyata atau sekadar selembar kertas dengan gambar, warna, dang angka belaka?

Kenapa bila semua itu hanya ada dalam imajinasi kita, namun dampaknya begitu terasa?

Imajinasi manusia begitu memengaruhi tindakan seseorang, baik itu positif atau negatif, namun semuanya buah dari imajinasi. Imajinasi juga mewujud dalam bentuk koordinasi atau kerja sama antar manusia yang tidak bisa disaingi oleh makhluk apa pun di dunia. Hati-hati dalam berimajinasi karena seperti semua hal yang dilakukan manusia, dia bisa bermanfaat atau bisa juga merugikan.

Simak selengkapnya bagaimana imajinasi berperan dalam evolusi manusia dalam video berikut ini:

Kode: Satu Jari

Manusia dikarunia jari. Dengannya, maka banyak hal yang bisa dilakukan.

Kegunaan dan arti tiap-tiap jari barangkali sudah banyak yang mengulas di belantara internet ini. Nah, saya ingin berbagi beberapa kode yang bisa dihasilkan dari satu jari, dua jari, sampai tiga jari.

Sebagai sesi pembuka rangkaian tulisan kode jari, maka mari kita mulai pembahasan dari penggunaan satu jari terlebih dahulu. Lebih khusus, yang akan dibahas adalah pemakaian kode-kode menggunakan ibu jari alias jempol.

Mempersilakan

thumb_right

Apabila Anda sekali waktu punya kesempatan hadir di resepsi pernikahan dengan adat jawa, maka akan banyak among tamu/penerima tamu yang menyambut di bagian depan. Guna mempersilakan para tamu untuk duduk, mengatur alur tamu, menyuruh makan, minum, dan lainnya, maka para among tamu ini biasanya menggunakan jempolnya.

“Silakan duduk.” Among tamu akan berkata dengan mulutnya dan tak lupa jempolnya digunakan untuk menunjukkan tempat di mana tamu tersebut dipersilakan duduk. Hanya gara-gara jempol ini, maka resepsi pernikahan bisa berjalan dengan lancar dan tamu puas tuan rumah senang.

Membunuh

thumb_down

Ini fungsi jempol yang lain di belahan dunia yang berbeda. Di masa kerajaan Romawi, maka para bangsawan dan kaisar seringkali mengadakan pertandingan gladiator. Manusia diadu dengan manusia.

Dalam kesempatan tersebut, maka jempol menjadi penanda hidup matinya seorang gladiator yang kalah. Pemenang hanya memojokkan si kalah tadi sampai dengan batas antara hidup dan mati. Keputusan akhir berada di tangan atau lebih tepat di jari, yaitu jempol dari bangsawan atau kaisar.

Gladiator yang telah terpojok dan siap dihabisi nyawanya pasrah menanti kode dari bangsawan. Di sisi lain, gladiator pemenang yang siap sedia menghabisi nyawa musuhnya, semangat menanti kode dari bangsawan. Apa dan bagaimana kode tersebut?

Apabila jempol sang bangsawan atau kaisar diarahkan ke bawah, maka itu berarti akhir dari hidup Sang Gladiator yang kalah. Terkadang, untuk urusan mengarahkan jempol ke bawah ini pun cukup dramatis.

Mula-mula, Si Bangsawan akan mengarahkan jempolnya ke atas. Dia akan menunggu reaksi penonton, apakah menghendaki nyawan gladiator diampuni atau dihabisi?

Terkadang dia mengikuti harapan penonton, namun tak jarang suka-suka dia diambil itu keputusan. Maka, jempol yang mengarah ke atas tersebut bisa tetap mengarah ke atas yang berarti gladiator yang kalah hidup. Atau diputar perlahan sekali jempol yang mengarah ke atas itu sampai dengan berubah 180 derajat dan kini mengarah ke bawah dan artinya matilah gladiator yang kalah itu.

Menjilat

thumb_up

Anda tahu bagaimana caranya menjilat tapi pakai jempol?

Mudah sekali, tinggal arahkan jempol Anda ke atas di hadapan lawan bicara Anda, itu tandanya suatu pujian. Nah, bila berkali-kali Anda memberikan pujian pada orang lain, barangkali atasan, kolega bisnis, atau siapa saja. Maka…. (isilah titik-titik tersebut dengan jawaban singkat dan jelas)

Okelah terkadang memang perlu pujian diberikan, namun bukankah harus pas waktu dan tempatnya? Kalau semua-semua dipuji, padahal untuk sesuatu yang tidak seharusnya dipuji. Rasanya kurang pas juga, bukan?

===

Bagaimana Anda memanfaatkan jempol? Apakah sudah pernah menggunakan jempol untuk melakukan tiga hal di atas?

Selain kode satu jari dengan jempol, jemari lain pun bisa dimanfaatkan untuk membuat kode. Telunjuk, jari tengah, atau kelingking. Hmm… silakan diartikan masing-masing.

Surrogates

Manakala manusia sudah tak percaya pada dirinya sendiri….

Surrogates adalah sebuah robot pengganti. Ia dibuat semirip mungkin dengan pemiliknya, bahkan tak jarang melampaui. Robot pengganti ini menjadi pencitraan sempurna dari pemiliknya.

Citra sempurna itu berarti manakala si empunya sudah memutih rambutnya, ringkih tubuhnya dan tak lagi sempurna berjalan, si robot pengganti adalah kebalikan dari itu semua. Ia masih memiliki rambut yang hitam sempurna, tebal dan indah untuk perempuan atau gagah dan berjalan tegap untuk lelaki.

Namun, semua itu hanyalah tipuan belaka.

Robot pengganti itu menjadi topeng yang dipasang sempurna. Ia nampak sempurna, padahal pemiliknya sendiri hanya mampu tergolek pada pusat kendali di rumahnya. Kira-kira begini gambaran para pemilik Surrogates itu: berpiyama, muka kusut, kelelahan dan kurang gerak yang berarti juga kurang sehat.

Dengan robot itu pula mereka menjalani aktivitasnya sehari-hari. Yang semula seorang sherrif tetap menjadi sheriff, pun bila awalnya seorang penjahat. Bedanya, sheriff dan penjahat itu tidak bisa mati karena yang ditembak, yang tertabrak mobil, yang patah kaki selepas beraksi dan  berkelahi adalah robot-robot pengganti.

Masalah muncul manakala kerusakan yang terjadi pada robot pengganti berimbas pada pengendali yang duduk aman di rumah. Kerusakan itu muncul karena adanya senjata percobaan yang semestinya sudah tiada ternyata masih tersisa sebuah yang belum dimusnahkan. Akibatnya, ketakutan melanda para pengendali.

Apa yang terjadi pada para pengendali itu? Tontonlah Surrogates, jadilah saksi manakala dendam harus dibayar dengan mahal. Bagaimana eksistensi manusia perlahan-lahan digantikan oleh buah karyanya sendiri.

Hachiko-Tentang Menunggu

Tentang menunggu….

Hachi kedinginan di stasiun kereta pada petang hari yang hujan. Hachi adalah anjing kecil yang hilang tak bertuan. Sore itu, ia tersesat di stasiun dan kemudian berjalan tak tentu arah.

Boleh jadi sebuah kebetulan, yaitu ketika langkah kaki Hachi terantuk sepasang kaki yang kokoh. Ia tak tahu siapa pemilik kaki itu, tak pernah ia temui sebelumnya. Namun, pada saat itu tatapan mata keduanya telah beradu, baku pandang.

Lelaki itu, Parker Wilson, serta-merta mengangkat Hachi yang kedinginan, membawa dalam pelukannya. Kemudian, seperti ada jalinan pengertian di antara keduanya ketika detak jantung mereka saling berpadu, seperti saling mendengar dan didengar. Dua jantung yang bergerak seirama, segendang-sepenarian. Dari situ, berawallah keakraban di antara mereka berdua.

Keduanya seperti disatukan oleh rasa kehilangan yang sama. Parker kehilangan anak lelakinya, sementara Hachi kehilangan tuannya. Mereka lantas merasa bisa saling mengisi, memenuhi dan melengkapi satu sama lain. Memang, manakala dua orang yang pernah mengalami kehilangan bertemu, maka pertemuan itu menjadi begitu istimewa.

Parker dan Hachi menjadi tak terpisahkan. Ihwal intensitas komunikasi, lalu kualitas pertemuan bukan lagi hal yang patut dirisaukan. Jalinan hati dengan hati itu begitu kuat, bahkan kendati kata tak diucapkan.

Hachiko: A Dog’s Story, saya kira telah berhasil menyajikan jalinan ikatan antara anjing dan manusia yang begitu dalam itu. Hubungan yang kuat itu tersaji dengan begitu jelas melalui upaya menunggu tak kenal waktu Hachi pada Parker.

Kisah penantian itu bermula saat Hachi senantiasa mengantar dan menunggu Parker berangkat dan pulang bekerja. Di depan stasiun, ia memiliki tempat istimewa yang menjadi langganannya saat ia menunggu.

Di tempat penantiannya itu, ia mengantar Parker di kala pagi. Ia mengiringkan Parker dengan harapan agar selamat dan bisa bertemu lagi sore nanti.

Sementara itu di sore hari pada jam yang sama, Hachi akan kembali berada di tempatnya. Ia mendekam di sana sambil mengawasi satu demi satu penumpang kereta yang keluar dari stasiun untuk pulang ke rumah masing-masing.

Kebiasaan Hachi mengantar dan menjemput ini lambat laun membuatnya hapal lingkungan di depan stasiun. Seperti juga lingkungan stasiun itu pun akan kehilangan manakala Hachi tak datang. Walaupun Hachi tak datang adalah sebuah kondisi yang jarang terjadi, karena Hachi tak pernah tak datang, bahkan ketika Parker sudah tak pernah lagi datang.

Bermula pada sebuah pagi yang cerah, seperti biasa Parker akan berangkat kerja. Pagi itu, tak seperti biasa semacam firasat datang mengilhami Hachi. Akibatnya, Hachi menjadi tak bersemangat untuk mengantar seperti jamaknya hari-hari kemarin. Ia justru terus-terusan berputar seakan-akan ingin bilang, “Marilah kembali pulang.” Sayang, Parker tak mengerti apa makna di balik sikap Hachi yang tak biasa itu. Parker kukuh terus berjalan, naik kereta dan berangkat kerja seperti biasa.

Siang datang, Parker sedang bekerja manakala tiba-tiba datang sebuah serangan jantung. Parker tak terselamatkan dan pulang ke asal semua makhluk. Pada saat yang sama, kepulangan abadinya ini berarti ia tak pulang ke rumah pribadinya. Lebih jauh, itu berarti Parker tak akan datang—tak pernah datang—lagi pada Hachi yang masih saja menunggu seperti biasa di tempatnya.

Sejak saat itu, dimulailah penantian Hachi yang tak kenal waktu. Saksikanlah bagaimana kesetiaannya tak perlu lagi dipertanyakan dan bagaimana ia menunggu bersama bergantinya waktu.

Selamat menonton.