Lelaki itu termangu di pinggir kolam renang yang tenang
Suasana di sekitar pun lengang
Tapi, seperti tak bisa lari. Tegang telah meringkusnya
Ia lihat bayangan dirinya di air mulai bergerak
Di kedalaman sana, tepat di hatinya ada yang koyak
Carut itu, ya, bekas luka lama itu
Sudah hampir sembuh, namun kini kembali terbuka
Ia lara, dikepung nestapa
Sekarang yang bisa ia lakukan tinggallah diam
Ia terkapar, ditabrak malam yang temaram
Lalu ia pun menimbang-nimbang
Haruskah ia berenang?