Manfaat Bersepeda untuk Semua

Bersepeda secara masal dapat menghemat layanan biaya kesehatan 17 milyar poundsterling, mengurangi 500 kematian di jalan dan mengurangi polusi. Demikian hasil sebuah penelitian baru untuk ‘British Cycling’.

“Banyak orang tak ingin bersepeda serta ada juga yang tak bisa bersepeda, lalu apa gunanya ada jalur khusus sepeda?” Demikian sering ditanyakan oleh sebagian orang.

Jawaban pertanyaan tersebut tentu saja banyak dan berlimpah. Namun, sungguh mudah untuk menyanggah jawaban-jawaban itu. Syukurlah, seseorang bisa menjawab dengan mudah dan gampang diikuti. Dr. Rachel Aldred, seorang sosiologis dan ahli transportasi, terutama bersepeda dari Universitas Westminster adalah orang tersebut.

Dia diminta oleh ‘British Cycling’ lembaga sepeda di Inggris sana untuk mempelajari dengan teliti berbagai penelitian dari seluruh dunia dan merangkum apa saja keuntungan yang mungkin diperoleh bila Inggris menjadi negara dengan jumlah pesepeda yang banyak seperti halnya Belanda atau Denmark.

Dokumen setebal 24 halaman dengan dilengkapi oleh sebuah infografik diterbitkan bersamaan dengan debat di Parlemen Inggris tentang perkembangan implementasi dan rekomendasi laporan Britain Cycling tahun lalu.

Mari kita berandai-andai berdasarkan dokumen tersebut ketika di masa depan 20% perjalanan dilakukan dengan sepeda. Hidup akan jauh lebih mudah bagi pesepeda. Jika bersepeda di Inggris sama amannya dengan di Belanda, tulis Dr. Alfred, maka akan menyelamatkan hidup sekitar 80 pesepeda dalam setahun. Jumlah yang bunyak, namun sebenarnya itu baru awalnya saja.

Perubahan dari perjalanan menggunakan mobil ke sepeda meningkatkan keamanan untuk semua, bukan hanya pesepeda. Sebuah penelitian bahkan mengungkapkan, bahwa perubahan ke mode transportasi menggunakan sepeda dapat menyelamatkan 500 nyawa setahunnya.

Kemudian, dampak bersepeda pada sektor kesehatan masyarakat. Inggris seperti kebanyakan negara maju yang berpusat pada mobil, menghadapi epidemi penyakit yang berhubungan dengan kegemukan dan kemalasan bergerak serta dua tipe diabetes yang bisa menyebabkan negara bangkrut.

Berikut ini kesimpulan penelitian Dr. Alfred:

Jika jumlah warga Inggris dan Wales yang bersepeda dan berjalan sebanyak warga Copenhagen, Denmark, maka layanan biaya kesehatan bisa dihemat 17 milyar poundsterling dalam dua puluh tahun.

Masih ada keuntungan bagi kesehatan, yaitu dengan berkurangnya polusi. Alfred menyimpulkan:

Mengubah 10% perjalanan jarak pendek dari mobil ke sepeda, di Inggris dan Wales di luar London, dapat menyelamatkan lebih dari 100 kelahiran prematur per tahun.

Sedikit mobil berarti sedikitnya polusi suara. Sebuah penelitian di Canada yang dikutip dalam laporan tersebut mengatakan, orang yang hidup di area yang terdampak bunyi kendaraan menderita 22% risiko kematian akibat serangan jantung daripada mereka yang tinggal di daerah yang sepi.

Dr. Aldred tak lupa juga menyebutkan bahwa bersepeda secara masal dapat meningkatkan kesejahteraan. Ini adalah sektor di mana banyak pekerjaan harus dilakukan, namun sebuah penelitian mengemukakan, bahwa orang yang bekerja menggunakan sepeda memiliki tingkat stres yang lebih rendah daripada mereka yang menggunakan mobil. Lebih jauh lagi, penelitian lain mengatakan bahwa daerah perkotaan yang memiliki lebih sedikit kendaraan biasanya akan hubungan antar warga akan lebih dekat dan ramah.

Bersepeda juga memicu kemandirian pada anak-anak dan remaja. Sekitar setengah murid sekolah dasar di Belanda mengendarai sepeda dibandingkan hanya satu 1% di Inggris.

Sepeda juga membantu lansia dari isolasi dan menjaga kesehatan fisik dan mental beliau-beliau ini. Saat penulis bertemu dengan Dr. Adler baru-baru ini, dia menunjukkan bukti yang tidak dimasukkan ke dalam laporan, bahwa di Belanda, sekitar 20% orang yang berusia 80-84 tahun masih bersepeda secara rutin.

Bagaimana dampak dalam bidang ekonomi? Ada asumsi, bahwa tanpa mobil maka perekonomian akan wafat. Asumsi tersebut keliru, karena di New York, ketika diterapkan sistem jalur sepeda yang terpisah, dikhawatirkan perekonomian di sepanjang jalur sepeda tersebut akan terdampak. Namun, alih-alih berkurang, perekonomian justru meningkat 14%.

Berdasarkan penelitian tersebut, banyak sekali manfaat mengubah gaya hidup bermobil ke bersepeda. Di antara keuntungan tersebut adalah: sebuah negara atau kota yang penduduknya bersepeda lebih sehat, lebih bahagia dan bersosialisasi, tak ada isolasi, kurangnya polusi, lebih aman, dan lebih manusiawi pada mereka yang berusia lanjut atau anak-anak. Sekitar 1.500 pejalan kaki di bawah 16 tahun dan sekitar 300 pesepeda meninggal dunia atau terluka tiap tahun di Inggris. Sudah saatnya kita membangun berkilo-kilometer jalur sepeda yang terpisah dan aman.

Sumber tulisan diterjemahkan dan dirangkum dari sini

Enam Belas Opini Jokowi

capres_jokowi

Berikut ini ringkasan opini calon presiden Joko Widodo berjudul ‘Revolusi Mental’ yang tulisan lengkapnya dimuat di Koran Kompas (10/05/2014). Ringkasan ini dibuat untuk menyederhanakan pokok-pokok pikiran yang ditawarkan oleh calon presiden, seperti halnya rangkuman opini Anies Baswedan yang pernah dimuat blog ini beberapa waktu lalu (klik untuk membaca).

Tanpa panjang lebar dengan pengantar, silakan dibaca ringkasan ‘Revolusi Mental’ semoga bermanfaat.

  1. Revolusi mental dilakukan untuk menciptakan paradigma, budaya politik, dan pendekatan nation building baru yang lebih manusiawi, sesuai dengan budaya Nusantara, bersahaja, dan berkesinambungan.
  2. Revolusi mental beda dengan revolusi fisik karena ia tidak memerlukan pertumpahan darah.
  3. Trisakti (Soekarno, 1963) terdiri dari tiga pilar, yaitu, ”Indonesia yang berdaulat secara politik”, ”Indonesia yang mandiri secara ekonomi”, dan ”Indonesia yang berkepribadian secara sosial-budaya”.
  4. Negara dan pemerintahan yang terpilih melalui pemilihan yang demokratis harus benar-benar bekerja bagi rakyat dan bukan bagi segelintir golongan kecil.
  5. Harus diciptakan sebuah sistem politik yang akuntabel, bersih dari praktik korupsi dan tindakan intimidasi.
  6. Struktur birokrasi yang bersih, andal, dan kapabel, yang benar-benar bekerja melayani kepentingan rakyat dan mendukung pekerjaan pemerintah yang terpilih.
  7. Penegakan hukum demi menegakkan wibawa pemerintah dan negara, menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdasarkan hukum.
  8. Penegakan kedaulatan politik dengan peran TNI yang kuat dan terlatih untuk menjaga kesatuan dan integritas teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
  9. Di bidang ekonomi, Indonesia harus berusaha melepaskan diri dari ketergantungan yang mendalam pada investasi/modal/bantuan dan teknologi luar negeri dan juga pemenuhan kebutuhan makanan dan bahan pokok lainnya dari impor.
  10. Ketahanan pangan dan ketahanan energi merupakan dua hal yang sudah tidak dapat ditawar lagi.
  11. Kegiatan ekspor dan impor untuk menggerakkan roda ekonomi.
  12. Meneliti ulang kebijakan investasi karena ternyata sebagian besar investasi diarahkan ke sektor ekstraktif yang padat modal, tidak menciptakan banyak lapangan kerja, tetapi mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya.
  13. Bidang kebudayaan, tidak boleh membiarkan Indonesia larut dengan arus budaya yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa kita.
  14. Pendidikan harus diarahkan untuk membantu membangun identitas bangsa Indonesia yang berbudaya dan beradab, yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral agama yang hidup di negara ini.
  15. Akses ke pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat yang terprogram, terarah, dan tepat sasaran oleh nagara dapat membantu kita membangun kepribadian sosial dan budaya Indonesia.
  16. Revolusi mental harus menjadi sebuah gerakan nasional. Usaha kita bersama untuk mengubah nasib Indonesia menjadi bangsa yang benar-benar merdeka, adil, dan makmur.

Opini keseluruhan bisa dibaca di sini

Opini Anies Baswedan bisa dibaca di sini

Tumit Sakit

tumit

Mula-mula tak begitu terasa. Saya kira penyebabnya karena terlalu lama berdiri menunggu atau berada di dalam Transjakarta. Nyeri di tumit itu tak begitu dihiraukan.

Tiap kali bangun tidur, sakit itu menghebat. Kesulitan melangkah dan hanya bisa berjingkat-jingkat menuju kamar mandi.

Saya cari informasi di internet, katanya itu plantar fasciitis dan heel spurs sebentuk rasa sakit yang sering timbul karena terlalu lama berdiri, berolah raga, aktivitas lain, atau terkait dengan obesitas dan diabetes. Beragam cara untuk meredakan sakitnya, mulai dari melakukan pemanasan sebelum turun dari ranjang untuk mengendurkan otot-otot di sekitar tumit yang menegang selama tidur. Kemudian memanfaatkan es batu dengan menyentuhkannya pada tumit untuk mengurangi radang. Saya sudah melakukan itu semua, namun rasa nyeri di tumit itu masih juga terasa.

Seiring waktu, saya kemudian bercerita pada istri tentang rasa sakit itu. Dia bilang, Continue reading “Tumit Sakit”

Lingkar Perutku

perut_gendutLingkar perut aku itu….

Maaf yang di atas itu keliru. Harusnya: lingkar perutku itu… sekarang entah berapa. Aku tak pernah mengukurnya.

Kalau ada penjahit yang mau buat celana mengukur lingkar perutku, aku pun selalu lupa untuk menanyakan berapa lingkar itu perut.

Nah soal celana, yang pasti celanaku banyak yang sudah ngga muat. Mestinya, aku bisa berhemat dengan cara mengecilkan lingkar perutku. Namun, apa yang kulakukan adalah cara mudahnya: membeli celana baru yang ukurannya sesuai sama lingkar perutku.

Horaiiii, sekarang aku punya celana yang muat. Tapiiii, Continue reading “Lingkar Perutku”

Bagaimana Sejarah Spa?

gadis dan spaDi Provinsi Luik, Belgia bagian selatan, terdapat sebuah kota yang bernama Spa. Di sinilah tradisi spa dimulai.

Tradisi untuk menyegarkan tubuh dengan berendam di air sudah dimulai sejak zaman Romawi Kuno. Dahulu, spa dilakukan oleh para prajurit untuk memanjakan diri setelah melakukan perjalanan jauh atau selepas perang. Sementara itu, Continue reading “Bagaimana Sejarah Spa?”

Mouthwash

Sungguh mahal menjaga kesehatan, terkadang bukan dalam hal harga.

Setiap hari, saya menghabiskan sekitar setengah bungkus rokok. Akibatnya bagi dompet saya ialah, sekitar sepuluh ribu rupiah harus keluar dari kantong saya setiap dua hari. Dalam satu bulan, artinya ada sekitar 150 ribu rupiah yang mesti dibakar.

Akibat sampingannya pun tak kalah heboh. Batuk sekali waktu, namun biarpun begitu bila tak ada itu rokok untuk disulut, wuah bisa kelimpungan tak tentu arah. Di area mulut sendiri, bibir menghitam dan nafas kurang sedap. Gigi dan gusi pun terkena imbasnya, yakni adanya lapisan kuning kecoklatan di bagian gigi paling dalam. Memang, sih, tak separah perokok berat yang giginya sampai menghitam berjelaga. Adapun gusi, warna merahnya menjadi tak merata, cenderung pucat.

Kenyataan demikian itu, membuat saya berpikir untuk membeli mouthwash. Harapannya, Continue reading “Mouthwash”