Tukang Roti atau Gembala

“Aku raja Salem,” kata orang tua itu tadi.

“Mengapa raja mau berbicara dengan anak gembala?” Tanya si anak dengan takjub bercampur malu.

“Karena beberapa alasan. Tapi anggap saja yang paling penting karena kau telah berhasil menemukan takdirmu.”

Anak itu tidak mengerti, apa yang dimaksud dengan “takdir” seseorang. Continue reading

Hidup Orang Lain

Kalau kita bergaul dengan orang-orang yang sama setiap hari, seperti yang dialami oleh Santiago sewaktu di seminar, pada akhirnya kita menjadi bagian dari hidup orang itu. Lalu kita ingin orang itu berubah. Kalau orang itu tidak seperti yang dikehendaki orang lain, maka orang-orang lain ini menjadi marah.

Orang tampaknya selalu merasa lebih tahu, begaimana orang lain seharusnya menjalani hidup, tapi mereka tidak tahu bagaimana seharusnya menjalani hidup sendiri. Continue reading

Keinginan Marcia Preston

Marcia Preston sedang asyik menulis saat cucunya, Jessica, yang berumur tiga tahun mengganggunya. Menulis adalah pekerjaan Marcia. Ia bisa berada di ruang kerjanya dan tak mengizinkan siapa pun datang mengganggu.

Namun, khusus untuk Jessica ia tak bisa menolak kehadiran malaikat kecil itu. Si mungil yang tinggal jauh darinya itu, memberikan kebahagiaan, merampasnya dari dunia ilusi yang dibangunnya perlahan-lahan. Ia tak menyesal karena itu.

Marcia paham, betapa hal-hal yang paling dicintai selalu meminta pengorbanan. Cokelat penuh dengan lemak dan kalori. Teknologi Continue reading

Jadi apa Nanti?

silhouette-of-sitting-man-looking-at-the-sunset-and-the-moonApabila kita menonton film biografi, kisah kehidupan sesorang, maka ada yang menarik biasanya di bagian akhir film.

Apa yang disajikan oleh sebuah film hanyalah sepenggal kisah kehidupan seseorang. Film itu tak pernah atau jarang menyajikan cerita sesorang dari lahir sampai meninggalnya.

Apa yang diceritakan adalah bagian paling menarik dari sang tokoh. Bagaimana seorang jagoan mengalahkan penjahat. Cerita mengenai penipu yang tak pernah gagal dan kemudian menyadari kekeliruan jalan hidupnya. Yah, pendeknya hal-hal semacam itu.

Kemudian film punya cara sendiri untuk menyampaikan pada kita, bagaimana kelanjutan nasib tokoh utama. Di bagian akhir biasanya akan ada foto, di sampingnya tertera tulisan singkat mengenai nasib yang kemudian ditanggung oleh tokoh kita.

Kurang lebih seperti ini, “Alex terus menjalani hidupnya di kota kecil bersama istrinya tercinta sampai ia meninggal di usia 73 tahun.”

Pernahkah membayangkan hidup kita diakhiri dengan tulisan semacam itu, bahwa kita sudah mengetahui akhir cerita hidup kita?

Sumber gambar

[adsenseyu1]