Ketidaknyamanan, Guru, dan Pemimpin

‘Keluar dari zona nyaman bisa menjadi guru yang terbaik’.

Pada kondisi demikian, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi pada Anda. Kemungkinan pertama adalah Anda menjadi seseorang yang lebih baik. Kedua, Anda menyerah dan kemudian berhenti.

Manakala memilih sesuatu yang tidak nyaman dan menikmati tantangannya, maka Anda akan lebih mudah merasakan bahagia.

Seringkali kita ingin belajar dari yang terbaik di antara yang paling baik.. Namun, saat kita belajar dari yang bukan terbaik itu, maka ada akselerasi. 

Begitu juga dalam pekerjaan. Bisa jadi Anda berkesempatan untuk bekerja bersama pemimpin yang tidak diharapkan. Dalam kondisi tersebut, Anda tidak bisa memilih dan hanya bisa menganggapnya sebagai kesempatan.

Belajar kepada seseorang yang tidak peduli, pemarah, atau tidak kompeten adalah kesempatan untuk berlatih kepemimpinan yang paling baik di dunia. 

Anda dapat menggunakannya sebagai cermin, setiap kelemahan yang Anda lihat dicatat dan diperbaiki jika suatu saat nanti itu terjadi pada Anda sendiri. Manakala setiap ketidaknyamanan yang ditemui dalam hidup menjadi guru, maka Anda akan meraih kebahagiaan.

Davos dan Sebuah Ingatan Masa Kecil

Terkadang kita mengingat dengan cara yang aneh.

Misalnya saja saat saya melihat gambar permen Davos di twitter, ingatan saya mendadak terbang ke zaman sekolah dasar dulu.

Adalah seorang guru matematika, Pak Paiman namanya. Tak banyak rumus yang saya ingat dari beliau. Saya ingat tentang mencongak sebagai tiket pulang, siapa yang bisa menjawab soal mencongaknya paling cepat, dia akan pulang lebih dulu. Galaknya beliau saat ada yang lupa tidak mengerjakan pe er adalah beberapa hal yang masih diingat, bahkan perasaan gemetar saat ditanya mengenai pe er itu juga masih terasa.

Namun, permen Davos-lah yang seakan-akan menjadi trade mark-nya. Beliau hampir selalu mengulum permen itu, bahkan ketika mengajar.

Seorang kakak kelas bercerita, saat di tengah pelajaran, beliau mengulum permen. Tak lama, seorang murid sukses membuatnya marah. Pak Paiman pun membentak murid tersebut dan tanpa sadar permennya meloncat keluar dari mulutnya.

Saya kurang tahu apa yang terjadi kemudian pada murid penerima semburan permen tersebut.

Dunia Pendidikan Kita

Pengantar penjelasan pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyebutkan hakikat pendidikan dalam konteks pembangunan nasional, yaitu sebagai pemersatu bangsa, penyamaan kesempatan, dan pengembangan potensi diri.

Pendidikan diharapkan dapat memperkuat persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, memberi kesempatan yang sama kepada warga negara untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan memungkinkan setiap warga negara mengembangkan potensi diri.

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No 20/2003 menjadi dasar hukum penyelenggaraan dan reformasi sistem pendidikan nasional. UU tersebut Continue reading “Dunia Pendidikan Kita”

Guru SD Saya

Pagi itu saya sudah berdiri di beranda di lantai empat sebuah penginapan di Bengkulu. Dari tempat tersebut, saya layangkan pandangan ke seantero sudut. Hei… di kejauhan sana laut rupanya, ah, sayangnya saya belum sempat ke sana. Pemandangan terus berlanjut, ada permukiman yang biasa saya lihat, padat dan kurang teratur dengan atap seng yang menaungi. Kemudian saya pun melihat menara sebuah masjid. Oh, dari situ rupanya suara adzan yang saya dengar subuh tadi.

Kemudian, lama saya berhenti memandangi aktivitas di bawah sana. Di sebuah sekolah, dua sosok guru sedang berdiri tak jauh dari pintu gerbang. Satu bapak dan satu ibu guru. Berangsur-angsur Continue reading “Guru SD Saya”