Apa pelajaran dari Kung Fu Panda?

kung_fu_panda

Guru tua yang bijak itu berharap, salah satu di antara muridnya ada yang menjadi Ksatria Naga. Namun, harapannya itu seakan-akan telah menguap ketika yang didapatkan hanyalah sesosok panda gemuk yang lucu. Awalnya, dia tidak bisa menerima kenyataan tersebut, namun kemudian dia menyadari bahwa situasi itu tak bisa lagi dihindari. Dari Kung Fu Panda kita bisa belajar banyak hal.

1. Kerja Keras

Seperti mendaki gunung, maka tidak ada jalan pintas. Setiap langkah di jalan setapak yang menanjak itu harus diambil terus-menerus dan satu demi satu sehingga pada akhirnya kita sampai ke puncak. Hanya mereka yang bersedia untuk bekerja keras akan mencapai apa yang diharap-harapkan.

2. Kedamaian Pribadi

Kepercayaan diri adalah yang paling penting dimiliki oleh manusia, entah dia itu seorang pemimpin atau anggota biasa. Di antara keduanya tak ada yang berbeda, pemimpin tidak akan menjadi pemimpin tanpa anggotanya dan berlaku pula sebaliknya. Maka, kepercayaan diri sungguh menjadi hal yang penting karena apabila dimiliki, maka akan mendukung tercapainya cita-cita. Ini sejatinya adalah proses dari dalam diri yang memberikan dampak di luar.

3. Rendah Hati

Berbagai capaian manusia terkadang membuat seseorang lupa diri. Padahal, seperti ujaran orang-orang tua dahulu: siapa saja tak bisa mengisi cangkir yang telah penuh. Tak ada batasan apa hal-hal yang bisa dipelajai, karenanya rendah hati menolong kita untuk terus belajar dan merasa belum tahu apa-apa. Rendah hati adalah syarat bila seseorang ingin menjadi pemimpin.

4. Keseimbangan

Ini adalah syarat lain jika ingin menjadi seorang pemimpin yang baik. Keseimbangan berbagai hal, terutama dalam berbagai pertimbangan memungkinkan seorang pemimpin memiliki kekuatan dan kedamaian pikir. Sebabnya, sebagai pemimpin, maka berbagai tekanan akan dihadapi dan setiap anggota akan menoleh kepada pemimpin itu. Dirinya harus mampu mempertimbangkan keputusan berdasarkan berbagai faktor dan risiko yang mungkin akan timbul. Karena itu, keseimbangan menjadi syarat mutlak seorang pemimpin apabila dia ingin membuat keputusan yang benar.

5. Latihan

Tidak ada senjata rahasia seorang yang berhasil selain berlatih dan berlatih terus. Tidak seorang pun dilahirkan untuk menjadi pemimpin. Namun, bila itu tujuan Anda, maka haruslah dapat membuktikan kepada orang lain bahwa Anda layak menjadi pemimpin. Hal ini berarti perlunya upaya terus-menerus untuk meningkatkan keterampilan agar makin meningkat pula tingkatan-tingkatan yang didapat. Pilihannya adalah: berlatih terus atau pulang saat itu juga.

6. Bertanggung Jawab

Di antara menyalahkan orang lain atau bertanggung jawab, maka yang pertama jauh lebih mudah. Semudah menudingkan jari telunjuk kepada hidung orang lain. Namun, seorang pemimpin haruslah berani bertanggung jawab. Jika ada kegagalan atau kekeliruan, maka mesti dicari jalan lain yang terbaik untuk mencapai tujuan. Hal inilah yang membedakan seorang pemimpin yang sejati.

Review Film ’10 Years’

capture_10years

Seperti biasa, saat mengganti-ganti saluran televisi di rumah, saya temukan film yang menarik. Tentu saja sudah tak baru, tapi kendati bukan film baru, karena saya baru menonton film itu pertama kali, jadi tetap terasa baru buat saya.

Entah berapa malam yang lalu, saya temukan ’10 years’ di FX Channel. Saya baca sinopsisnya sekilas dan kemudian memutuskan untuk menonton film tersebut.

Sinopsis

Film ini ringan dan alurnya mudah ditebak. Namun, hal itu tak mengurangi ketertarikan saya menontonnya. Cerita yang disajikan mengenai sebuah kelas yang mengadakan reuni 10 tahun setelah mereka lulus.

Masing-masing pemeran punya kisah berkaitan dengan saat-saat mereka sekolah. Masing-masing juga punya misi dalam reuni 10 tahun itu. Namun, rupanya masing-masing pemeran juga punya persoalan dengan masa lalu yang hendak diselesaikan.

Misi-misi Lelaki

capture_10years2

  1. Jake sudah berpacaran dengan Jess, namun dia masih ingin bertemu dengan mantan pacarnya dulu, Mary.
  2. Sully telah menikah dengan anggota pemandu soraknya dulu, Sam. Dalam reuni itu, dia ingin meminta maaf pada teman-teman yang dahulu sering sekali diganggunya.
  3. Marty dan A.J bersaing sedari dulu dan dalam reuni itu, mereka berdua memperebutkan perhatian Susan, gadis paling seksi di kelas mereka.
  4. Reeves dahulu malu-malu mengakui kalau dia memerhatikan dan menyukai salah seorang temannya, Elise. Di reuni, dia kembali bertemu dengan Elise, setelah sepuluh tahun, apakah dia menemukan keberaniannya?

Yang Menarik

  • Realitas sesungguhnya.

Saya bayangkan, jika kelas di SMA dulu mengadakan reuni 10 tahun kemudian, tentu suasana yang tercipta tak akan jauh berbeda. Canggung yang muncul saat dua orang mantan saling bertemu. Situasi aneh saat korban dan pembuat onar saling berjabat tangan. Itu semua rasanya begitu nyata, bahkan penonton seperti dibiarkan menebak-nebak. Tak urung, saya pun tersenyum-senyum kegirangan karena tebakan saya benar atau saat dengan jahil otak saya mengingat teman masa SMA dulu yang mungkin saja mengalami situasi persis di film ini.

  • Seseorang tak pernah dewasa saat bertemu kawannya.

Hal ini terbukti dalam film ini. Kendati sudah beranak dua, Sully tetap saja badung dan alih-alih meminta maaf pada korbannya, dia justru kembali mengulang mengganggu mereka. Peristiwa ini sungguh membuat malu Sam, istri Sammy.

  • Kenakalan masa lalu akan diulang kembali.

Adalah A.J dan Marty yang dari dulu mengharapkan Susan menoleh ke arah mereka. Dalam reuni itu, harapan itu masih menyala-nyala kendati A.J sudah beristri. Niat awal sebenarnya dia ingin menjadi mak comblang antara Marty dengan Susan, namun justru dia pun terpikat. Mereka berdua kemudian membuntuti Susan pulang ke rumah. Di rumah itu dahulu mereka kerap berbuat jahil. Anehnya, setelah sepuluh tahun, ide mereka untuk menjahili Susan tetap sama.

  • Cinta pertama tak pernah padam.

capture_10years3

Adalah Reeves yang kini telah menjadi seorang penyanyi terkenal. Semua mata gadis di reuni pun memandang ke arahnya. Namun, dia tetap saja jengah saat Elise memasuki ruangan. Elise adalah cinta pertama Reeves yang tak bisa dimiliki. Apakah Elise masih sendiri dan mau bersama Reeves, bagaimana usaha Reeves untuk memikat Elise?

Jadi, kapan kita reuni? 😀

Sumber Gambar:

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

[Review] Peace, Love, & Misunderstanding

peace_love1
Zoe, Grace, dan Diane

Diane adalah pengacara yang, seperti biasa, keras kepala dan jagoan berdebat, haha. Ia tak pernah mau mengalah, dalam hal apa pun. Semua perdebatan seakan-akan harus dimenangkannya. Kalau pun tak bisa dimenangkan, maka ia memilih pergi.

Di awal cerita, Mark, suami Diane meminta cerai. Diane pun serta merta memilih untuk pergi, lebih tepat pulang kepada ibunya, Grace. Dia mengajak dua anak remajanya, Zoe dan Jake.

Grace adalah seorang hippie, tinggal di Woodstock, ia sudah 20 tahun tak bertemu dengan putrinya, Diane. Awal mula penyebabnya, karena Grace menjual ganja kepada tamu-tamu saat resepsi pernikahan Diane, hahaha.

Di Woodstock cerita kemudian dimulai.

Zoe dan Jake diajak oleh Grace untuk mengikuti demonstrasi menentang perang. Di lokasi demonstrasi, Jake yang sibuk dengan handycam-nya menemukan sesosok wajah rupawan, Tara.

Ajakan Grace kepada cucunya itu tentu saja ditentang oleh Diane. Diseret putra dan putrinya itu keluar dari arena demonstrasi… ke toko daging. Eh, di sana malah ada si ganteng Cole yang memikat hati Zoe.

“Kamu pasti ingin bercinta dengannya, bukan?” Begitu bisik Jake pada Zoe.

Hari berganti, kini di rumah Grace diadakan pesta. Pesertanya, siapa lagi kalau bukan para demonstran yang kemarin. Ini berarti, Jake bertemu lagi dengan Tara, dan Zoe bertemu dengan Cole. Kesalahpahaman pertama terjadi, saat Jake bersiap mendekati Tara, dia diajak keluar oleh seorang cowok lain. Jake pun urung melangkah, hal ini diketahui oleh neneknya, Grace, yang kemudian memberikan pelukan hangat pada Jake.

Cole sebenarnya datang agak terlambat, pesta sudah dimulai, dan dia baru datang. Pas, di teras dia bertemu dengan Zoe. Cole saat itu merokok, Zoe pun bertanya, “Adakah hal lain yang kau lakukan dan merendahkan kehidupan?” Cole dengan santai menjawab, “Apakah ini saat yang tepat bagiku untuk bilang ke kamu, kalau aku berburu?”

Di dalam rumah, hanya Diane yang tampaknya tak bersemangat. Ia seperti menghindari pesta para hippie itu. Hal ini direspon oleh Grace dengan memperkenalkan seorang pria, Jude, kepada Diane. Tak diragukan lagi, Jude jelas seorang yang menawan. Mereka berdua, Diane dan Jude lantas berjalan-jalan keluar dan sampai di tepi telaga. Dua orang yang sudah berumur itu pun kembali menjadi kanak-kanak, melucuti pakaiannya dan terjun ke telaga. Saking girangnya, mungkin, Diane lupa tak melepas gaunnya, hahaha.

Cerita mengalir dengan kesalahpahaman yang kerap muncul, seperti kekeliruan Jake terhadap Tara. Dia mengira Tara sudah mempunyai cowok, hal yang kemudian dibantah. “Ah, dia cuma teman,” demikian Tara bilang. Zoe salah menerka atas pilihan profesi Cole, baginya yang vegetarian, apa yang dilakukan Cole bekerja di tempat pemotongan hewan adalah tindakan yang sungguh kejam. Padahal, Cole punya alasan tersendiri akan profesinya itu. Zoe pun berseteru dengan ibunya sendiri, karena dia melihat Diane berciuman dengan Jude di panggung pada saat pertunjukan musik. Dia berpendapat itu tindakan yang sangat tak pantas, sementara Diane belum bercerai dari Mark. Diane gundah karena kemarahan anaknya, ia pun menemui Grace.

Diane: They hate me.

Grace: It’s difficult for kids to accept that their parents are human.

Saat purnama tiba, ini adalah masa ketika kaum wanita di Woodstock memuliakan dirinya. Mereka mempunyai ritual untuk menyambut purnama, lambang kehormatan wanita, begitulah menurut mereka. Saat itu Cole datang, Grace pun berkata, “Tak boleh ada energi maskulin di sini.” Kemudian, Zoe dan Cole pergi dari ritual itu. Mereka menghabiskan waktu berdua, kemudian bercinta. Nah, pulangnya, seekor rusa tertabrak mobil Cole. Rusa itu meregang nyawa, Zoe bilang mereka harus membawanya ke dokter, namun Cole, dengan telengas menembak rusa itu sampai mati. Keduanya kemudian tak saling bicara.

Sementara itu di tempat upacara menyambut purnama, Diane yang semula enggan terlibat dan menertawakan, akhirnya turut pula minum dan sibuk dalam permainan. Mereka saat itu memainkan sebuah permainan benar atau salah. Apabila seseorang salah menebak tentang suatu fakta, maka dia harus meminum segelas tequila. Ah, entah giliran siapa, namun terungkap kemudian bahwa Jude dulunya adalah kekasih Grace, padahal saat itu Diane baru saja tidur dengan Jude, haha….

Sudah barangtentu Diane marah besar. Keesokan harinya, ia bertengkar dengan Grace, ia merasa dibohongi. Ujungnya ia pun pergi lagi ke kota dengan membawa serta Zoe dan Jake. Di kota, ia menyelesaikan urusan pernikahannya dengan Mark. Di kota pula ia mendengar kabar bahwa Grace dipenjara lagi karena tertangkap menjual mariyuana. Diane marah besar akan ketidakdewasaan Grace, namun saat itu ia bertemu dengan Jude. Dan inilah perbincangan mereka berdua:

Diane: You want me to just let go of 40 years of irresponsibility, embarrassment, and her total refusal to grow up?

Jude: Yes, exactly.

Diane: [incredulous] Like a balloon that’ll just float away.

Jude: It’s not a balloon, Diane. It’s a sandbag you’ve got to drop for the balloon to get off the ground.

Apakah Diane bisa melepaskan karung pasir, sehingga dia menjadi balon yang bisa terbang tinggi? Bagaimana dengan Grace, bisakah ia lebih dewasa atau akankah ia tetap eksentrik? Kesalahpahaman itu tetap ada, sampai akhir cerita.

Ini kisah yang manis tentang perjalanan keluarga yang singkat, namun sebuah cerita kehidupan yang panjang. Tontonlah, Kawan, bila kau sempat.

Terima kasih.

Hal Sederhana dalam Rectoverso

rectoversoposter

“Cinta yang tak terucap.”

Itu adalah film Rectoverso dalam empat kata. Film ini mengenai beberapa kisah cinta yang menganut aliran kebatinan, alias tak terkatakan.

Barangkali sudah banyak yang bercerita mengenai betapa mengharu-birunya film ini sampai banyak yang menangis di dalam bioskop. Saya sendiri tak sampai berlinang air mata. Hanya, saya suka bagaimana hal sederhana bisa menjadi sebuah alasan seseorang jatuh cinta. Sesuatu yang sederhana itu menjadi satu cara bagi seseorang untuk menunjukkan cintanya. Continue reading “Hal Sederhana dalam Rectoverso”

Cerita Cantik, A Christmas Kiss

Laura Breckenridge sebagai Wendy Walton

Tak ada yang membosankan dari lagu-lagu natal, begitu juga dengan film-film yang biasa diputar di saat natal. Pas naik kereta menuju ke Semarang kemarin, di kereta diputar kembali ‘Home Alone’. Kebetulan karena ngga ada kerjaan, saya pun mengikuti benar film lawas ini. Saya tertawa, bahkan rasanya sampai dilihat oleh penumpang lain. Menjelang Kendal, tiba-tiba listrik mati, alhasil AC pun mati, dan yang paling parah film ‘Home Alone’ juga mati menjelang puncak penjebakan pada dua penjahat. Uh, saya sebal sekali.

Kemudian malam ini, saat saya menggangi-ganti saluran di tv, tak sengaja saya melihat di Diva Universal yang memutar ‘A Christmas Kiss’. Saya baca sinopsis singkatnya, begini bunyinya, “Setelah secara tak sengaja mencium kekasih atasannya, seorang perancang muda asal Boston mempertaruhkan kariernya saat ia mulai jatuh cinta pada kekasih sang atasan.” Hmm… sepertinya menarik.

Saya memang tertinggal acara mencium tak sengaja di dalam lift pada awal film. Namun, Continue reading “Cerita Cantik, A Christmas Kiss”

Memahami Wanita

What Women WantDi antara negeri-negeri pembuat film, saya jarang-jarang menonton film produksi Bollywood dan Hongkong. Sabtu kemarin, sepulang dari mengantar istri, tak sengaja saya mendapati di Celestial sedang memutar ‘What Women Want’.

Film ini dibintangi oleh Andy Lau sebagai Sun Zigang dan Gong Li sebagai Li Yilong. Dua orang itu masing-masing adalah Direktur Kreatif dan Direktur Eksekutif Kreatif di sebuah agensi periklanan.

Li Yilong adalah karyawan baru di perusahaan tersebut kendati posisi yang ia tempati sangat tinggi. Tentu saja hal ini menimbulkan iri hati bagi Sun Zigang, seorang karyawan lama, namun Continue reading “Memahami Wanita”

Flipped, Perayaan Cinta

Flipped-691973198-largeSeperti kebanyakan film yang saya tonton di televisi, Flipped pun saya lihat secara tak sengaja. Tak dari awal benar saya mengikuti film ini, namun sudah cukup memeroleh gambaran latar belakang bagaimana cerita akan berkembang.

Lagi-lagi sebuah kisah yang sederhana rupanya yang saya suka. Tentang bagaimana seorang remaja Julianna Baker dan Bryce Noski bertemu untuk kemudian saling jatuh cinta.

Keduanya tinggal berseberangan di sebuah lingkungan yang asri di Amerika pada medio 1960-an. Keluarga mereka sungguh berbeda, itulah kemudian Continue reading “Flipped, Perayaan Cinta”

Blast from The Past

Blast from the past

Adam

Adam dibesarkan di sebuah bunker. Awal mulanya adalah isu perang nuklir yang akan terjadi di tahun 1962.

Guna melindungi keluarganya, Ayah Adam pun membangun sebuah bunker. Proyek pembangunannya dan keberadaan bunker itu pun dirahasiakan oleh Ayah Adam yang seorang ilmuwan. Kemudian pada saat isu perang nuklir memuncak, Ayah, Ibu, dan Adam pun masuk ke dalam bunker.

Di sana sudah dipersiapkan segala macam keperluan. Memang sebenarnya Ayah adam sudah berencana untuk tinggal di dalam bunker selama 35 tahun.

Ketiganya pun hidup bersama dalam bunker. Continue reading “Blast from The Past”

Review Film: UP

Rumah selain sebagai tempat pulang, barangkali juga menjadi tempat menyampirkan kenangan.

UP

Adalah Carl Fredriksen, seorang tua yang ditinggal mati istrinya. Dia mesti hidup sendiri di rumahnya yang telah dikepung situs pembangunan entah apa. Rumah itu menjadi satu-satunya yang tertinggal di lokasi proyek dan sudah diincar oleh para pengembang untuk dibeli.

Carl tak menyerah, dijaganya rumah itu dengan sepenuh hati, meski keterbatasan usia tua menghalanginya. Satu ketika, sebuah kendaraan berat dari proyek pembangunan di sekitar rumahnya menyenggol kotak surat yang berada persis di depan rumah. Carl kalap, tongkat penyangga tubuhnya pun mengambil peran. Kepala seorang pekerja menjadi sasaran tongkatnya dan berdarah. Pengadilan memutuskan Carl bersalah dan harus tinggal di panti jompo.

Rumah di mana ia menjalin ‘petualangan’ bersama dengan istrinya ternyata begitu berarti buat Carl. Tak sudi ia berpisah dengan rumah itu. Di lain sisi, masih ada impian Carl dengan Ellie istrinya yang belum tercapai. Ingin dibangunnya rumah di samping air terjun surga.

Menggunakan beribu balon yang bisa terbang, diikatnya rumah itu. Kekuatan balon bisa membuatnya mengambang dan kemudian terbang di udara. Sebuah rumah terbang lengkap dengan peralatan kemudi. Sungguh ide yang brillian. Tujuannya? Ke mana lagi kalau bukan menuju ke air terjun surga.

Berbagai petualangan muncul dalam perjalanan rumah itu menuju air terjun. Banyak yang terlibat sedari anak kecil yang ingin mencari lencana mendampingi orang tua sampai dengan burung langka dan anjing.

Tak perlulah diceritakan panjang dan lebar bagaimana petualangan itu terjadi. Tontonlah sendiri bagaimana Carl menundukkan seorang petualang tua lain yang menginginkan burung langka dalam film berjudul ‘UP’.

Yang menarik, bagi saya, adalah keinginan besar Carl untuk menuntaskan mimpi lamanya bersama sang istri. Mimpi menuju air terjun surga dan membangun rumah di sana. Mimpi ini, bukannya tidak diperjuangkan sedari mula kehidupan rumah tangga mereka. Sudah dicoba menabung, namun kebutuhan lain banyak yang memaksa mereka menggunakan hasil tabungannya. Saat tiket sudah di tangan, sakit datang tanpa diundang yang kembali menjadi penghambat.

Dengan rumahnya dan balon, akhirnya Carl bisa juga mencapai air terjun meski capaian ini baru bisa terlaksana setelah istrinya tiada. Walaupun begitu, entah kenapa, terlihat sekali di rumah itu istri Carl serasa masih hidup. Melalui foto-foto, kursi khusus untuk istrinya dan yang paling penting sebuah buku petualangan.

Bagi Carl, rumah bukan hanya tempat pulang. Rumah telah menjelma menjadi penghubung antara dia dengan istrinya yang telah tiada. Kenangan yang tertinggal dalam setiap sudutnya, membuat Carl merasa kalau istrinya masih hidup.