Pulang Senja
Senja datang lagi. Di pucuk-pucuk gedung aku bisa melihat semburat mentari memanggang langit. Memoleskan nuansa merah saga ditingkahi kuning hampir orange yang terpantul di dinding gedung. Aku kurang suka bicarakan senja dan gedung. Kau tahu, kan, apa alasannya? Buatku jelas lebih nyaman bila menyusuri sepanjang jalan, seperti hendak mengejar matahari yang hampir tenggelam itu. Lalu, [...]



jejak tertinggal