Simbah dan Bapak
Dua orang itu sudah sama sepuh. Sejak 1960-an mereka sudah mengarungi lautan Jakarta. “Waktu itu belum seramai sekarang. Rumah saja masih beberapa, kebanyakan, mah, kebon.” Ujar Sang Bapak bernostalgia. Bapak itu sehari-hari kalau pagi menjadi tukang ojek. Kalau siang entah apa lagi kesibukannya, saya pun kurang paham dan enggan bertanya. Sekali waktu, pernah juga saya [...]
Nasihat Bapak
Keinginan yang tak terkontrol itu membuahkan bencana…. Awal mulanya adalah sebungkus mi instan. Ia tergeletak di dekat kompor dan pasrah menanti disikat. Tak jauh dari situ, sepanci sayur lodeh dari Chinta pun menatap menggoda. Lalu kenapa pula saya harus memilih mi instan alih-alih sayur lodeh Chinta? Nah, di sinilah bencana itu bermula. Seperti biasa, saat [...]




jejak tertinggal