Tertinggal di Angkringan Tugu
“Kenalkan, saya Abi.†“Ara.†Itu awal pertemuan kita, kamu begitu hemat kata-kata. Tiga puluh menit yang lalu, aku capek menunggu keretamu di keriuhan stasiun. Di sesela dan gegas calon penumpang, kuli-kuli; aku duduk tepekur. Menelusuri koran lama yang kubawa dari rumah, tak ada berita baru, hanyalah informasi basi di sana. Menunggu, selalu membuatku tak tenang. [...]



jejak tertinggal