Persamaan Dua Demonstrasi

Berbagai demonstrasi yang terjadi belakangan ini tampaknya saja berbeda, padahal sebenarnya sama. Sesuai dengan petunjuk dari Dale Carnagie, maka pertama-tama kita mesti menemukan persamaan dan baru kemudian menghilangkan berbagai perbedaan agar bisa bekerja sama. Beberapa persamaan itu adalah:

1. Melibatkan massa yang banyak

Tidak bisa dipungkiri, kedua belah pihak selalu melibatkan massa dalam jumlah banyak, katakanlah lebih dari lima puluh orang.

2. Mencari kesalahan pasca demo

Kedua belah pihak melakukan hal ini, pertama pada kasus taman yang rusak, kedua pada kasus lelehan lilin yang tidak dibersihkan. Pendek kata, kedua belah pihak pintar menemukan celah atau kesalahan untuk kemudian membuatnya viral. Sebagai contoh dengan merekam, memfoto, atau berbagi berita dari media mengenai kekeliruan itu.

3. Menggunakan instrumen suara

Kedua belah pihak menggunakan media suara dalam demonstrasinya, misalnya berteriak, berorasi, dan juga bernyanyi.

4. Penggerak demonstrasi saat ini tidak bersama massa

Seperti kita ketahui, kedua belah pihak sebenarnya sedang kehilangan motor penggeraknya. Satu pihak sedang ditahan, satu pihak sedang bepergian.

Setelah melihat beberapa persamaan tersebut, maka demonstrasi bisa menjadi peluang. Pertama, karena melibatkan massa yang banyak, maka peluang untuk berjualan pun terbuka lebar. Kedua, sebab kedua belah pihak saling melaporkan dan membagikan kekeliruan pasca demonstrasi, maka diam-diam demonstrasi pun makin menarik dan sebisa mungkin menghindari kekeliruan itu terjadi. Sebagai contoh kini kita mengenal adanya pasukan pemungut sampah, atau aksi demonstrasi dalam wujud lain melalui karangan bunga dan balon. Keren, kan?

Ketiga, instrumen suara dari kedua belah pihak bila dipadukan barangkali akan menimbulkan bunyi yang menarik, siapa tahu malah merdu. Caranya bisa dengan mengundang komponis atau musisi untuk memperindah suara-suara yang berbeda itu. Keempat, kedua belah pihak sedang mencari penggerak demonstrasi baru, siapa tahu Anda-lah penggerak massa itu.

Bisa jadi karena beberapa alasan dan latar belakang membuat Anda kesulitan menemukan beberapa persamaan ini, tetapi jika kedua belah pihak berkenan, maka mereka bisa bekerja sama dengan apik untuk menciptakan demonstrasi yang keren dan dicontoh oleh berbagai negara lain di dunia.

Selamat berakhir pekan, Kawan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *