Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

perjalanan masa

Dik kenanglah suatu masa

Dalam jarak ribuan depa

Kita bercengkerama

Hanya huruf dan deretan kata

Sonder swara

Bahkan pandangpun hanya bertumbuk kaca

Tak tentu apa yang kita bincangkan

Segalanya mengalir

Seperti air mencari sungai

Seperti hawa mencari rongga

Seperti awan menunggang udara

Seperti riak mencapai pantai

Dik kenanglah kelak di suatu masa

Meski saat itu kita tlah renta

Anak dan cucu adalah hari-hari kita

Boleh jadi kitapun tlah samar akan swara dan rupa

Tapi setidaknya kita pernah berbicara

Lama kita tak berkata-kata

Swara hampa dipacu jarak

Huruf-huruf luruh didera makna

Kutulis catatan di pekat malam

Kupahat ingatan di palung dalam

Marilah merapat lebih dekat

Kaudengar kalimat pada nafasku

Kautangkap bisik pada kedipku

Kaubaca makna pada diamku

Marilah mendekat lebih rapat

Di rentang sekat kita menatap

Sejauh pandang hanya cakrawala

Dan sepi menyergap

Dik, rasanya kita tak perlu

Membilang waktu

Biarkan saja ia menemukan tepinya

Kita menyaksikan siang menjemput malam

Berulang-ulang

Bulan bintang berpendaran

Daun kering berguguran

Hujan reda dan bunga bermekaran

Dik, sepertinya kita tak perlu mengeja masa

Biarkan ia mengguratkan catatannya

Pada kerut di wajah

Pada uban di kepala

Pada kesabaran yang dalam

Pada kearifan yang memancar

Dik, masihkah perlu

Kita menoreh waktu

Sedang ia sesungguhnya

Bukanlah milik kita

_____________________________

puisi dari seorang sahabat, yang rindu…

makasih untuk sumbangsih tulisan ini