Senandika Sebuah Warung

Warung itu sediakan pisang dan roti keju
Hmm, terbayang bukan, bagaimana rasa pisang panggang ditaburi keju?

Di warung itu pun, tersedia mi goreng dan rebus
Semua instan, tinggal buka bungkus lantas mi direbus

Tadi, aku tidak jajan di warung itu,
Aku duduk di sebelah warung itu
Di warung lain, namun bukan warung itu

Di warung lain itu, aku memesan soto
Di dalam soto ada gumpalan daging dan babat
Tak lupa, taoge rebus dan sejumput bihun
Hmm, setelah ditambah kecap dan sambal, terasa nikmat betul

Kembali ke warung yang menyediakan pisang dan roti keju itu
Seorang anak jalanan berkaos merah dengan topi hitam
Ia memesan mi rebus, nampaknya dua porsi karena mangkuknya nampak begitu penuh
Maksudku, lebih penuh dari biasanya jika hanya satu porsi

Ia, nikmati mi rebus itu pelan-pelan
Aku tak tahu betul sebenarnya
Terakhir yang aku lihat, ia sedang mengaduk mi-nya agar bumbu dan mi bercampur

Lantas aku berkonsentrasi pada soto pesananku
Menyendok kuah, menuangkan ke nasi di piring
Mengambil daging, menambahkan di nasi yang sudah berkuah
Mengangsurkan ke mulutku yang membuka kemudian mengunyahnya

Saat kembali kulirik si kaos merah dekil
Kini ia tak sendiri, di sampingnya ada lagi anak yang lebih kecil, lebih kurus
Si kecil ini pun memakai kaos yang tak kalah dekil dari si merah
Kakinya yang kurus begitu kotor

Ia menatap si kaos merah yang menyendok kuah
Ya, kuah karena mi sudah berpindah ke perut si kaos merah
Si kecil itu masih saja menatap ketika si kaos merah mengorek-korek kuah
Lantas apa yang ada di sendok itu pun dijilat sampai bersih
Dan si putih tetap saja menatap

Aku pun tak mau kalah, kuhabiskan kuah sotoku
Aku kenyang
Bagaimana dengan si kurus tadi, ya?
Aku tak melihatnya lagi, keduanya sudah pergi
Ia lapar, sepertinya

Instan


Senandika Kaos Ungu

Malam ini aku mengenakan kaos ungu
Dengan kaos ungu itu aku berjalan-jalan ke pasar baru
Aku berjalan kendati ragu dan sesekali malu
Apalagi manakala ada gadis cantik melirikku
Rasanya ada yang salah saat itu

Oya, dengan kaos ungu itu aku pun membeli buku
Sebenarnya itu di luar rencana, tapi aku lupa selalu
Saat mata dengan deretan buku sudah bertemu
Biarlah kubeli beberapa, toh itu kan uangku
Sekarang, aku sedang baca buku mengenakan kaos ungu