unclegoop[dot]com

melintas batas ruang dan waktu

You are here: Home

Membaca-Mencatat

By unclegoop on 27/03/2012

Satu kesempatan yang jarang terjadi saat saya dan Bapak bisa bercakap-cakap berdua. Lebaran kemarin, sudah lama memang, haha, barulah kesempatan itu tiba. Maka, bila saya dan Bapak berbincang, ada saja peluang bagi beliau untuk menyusupkan petuah bijak bagi putranya ini. Cara beliau menyampaikan nasihat, terkadang suka membuat saya tak sadar kalau ia sedang menasihati. Pesan [...]

Posted in pintu jiwa | Tagged Bapak, membaca, menulis, nasihat, ngobrol, pesan | 2 Responses

Kutipan 2

By unclegoop on 16/03/2012

Saya percaya, bahwa manusia tak hanya akan bertahan: ia akan menang. Manusia adalah makhluk abadi, bukan karena hanya ia satu-satunya di antara berbagai makhluk yang mempunyai suara yang tak bisa habis, tapi karena ia mempunyai jiwa, roh yang mampu berbela rasa, berkorban dan bertahan. Tugas sang penyair, penulis, adalah menulis tentang hal-hal ini. Ia mempunyai [...]

Posted in loteng baca | Tagged bela rasa, belas kasihan, manusia, penulis, penyair, suara | 2 Responses

Lelaki Pagi

By unclegoop on 13/02/2012

Lelaki itu akan bangun begitu pagi Ia usir kantuk seperti menyingkap selimut Yang semalam tadi telah erat membalut tubuhnya   Lelaki itu peminum kopi Ia pencium cahaya pertama matahari Yang sudah sejak dini hari ia nanti kehadirannya   Bila ia bangun, maka akan ditengok istrinya Masih pulas, dan ia pun tersenyum Ada aquarium di ruang [...]

Posted in loteng baca | Tagged lelaki, matahari, pagi, puisi | 8 Responses

Kutipan 1

By unclegoop on 09/02/2012

Saya sekarang percaya, bahwa di dunia ini tak ada foto baru dan hanya ada beberapa cerita baru. Kebanyakan merupakan kombinasi ulang hal-hal yang pernah diceritakan sebelumnya—kombinasi luar biasa. Tapi yang baru, dan segar, dan asli adalah kacamata yang digunakan sang penulis untuk melihat berbagai situasi ini. Anugerah kita dan dengan demikian tanggung jawab kita sebagai [...]

Posted in loteng baca | Tagged kaca mata, penulis, unik | 2 Responses
« Previous 1 … 4 5 6 … 89 Next »

kontak

kata-kata

kata-kata mengalir dari lidah manusia sesuai dengan batas ukuran dan kemampuan yang dimiliki manusia. kata-kata kita, bagaikan air dialirkan oleh penjaga pengairan. air akan mengalir sesuai keinginan sang penjaga. air tidak mengetahui ke ladang mana atau tempat mana ia akan dialirkan. -rumi-

jejak tertinggal

  • unclegoop on Lapar dan Haus, Karena Apa?
  • Antyo on Lapar dan Haus, Karena Apa?
  • unclegoop on Sambal Terasi Lombok Mentah
  • unclegoop on Sambal Terasi Lombok Mentah

Kicauan

pernak pernik

Copyright © 2012 unclegoop[dot]com.

Powered by WordPress and Prototype.