Senandika Jerman Serbia



Kemenangan pertama bukanlah jaminan
Kendati skor besar yang didapat pun

Kekalahan pertama juga tak berarti penghalang
Bisa tiba-tiba menjelma menjadi benteng kokoh yang menghadang serangan

Permainan ini kembali mengingatkan
Kebahagiaan kemenangan
Kenestapaan kekalahan
Kewaspadaan permainan

Waspadalah... waspadalah....
Karena sepak bola bukan hanya soal pelaku
Namun juga tentang kesempatan istimewa


Senandika Argentina Korea

Ini bukan mengenai kesamaan benua
Toh lautan yang membentang memisahkan
Ah, apalagi bicara geografi, bukan itu.

Ini mengenai harapan yang dipupuk sejak peluit belum berbunyi
Ini mengenai senyum yang disunggingkan maknakala lagu kebangsaan berdendang
Dan senyum pula di akhir yang menyenangkan

Bersama kibaran rambut pemain-pemain gondrong
Seperti surai kuda yang berkibar-kibar
Harapan itu pun berlarian

Berbareng teriakan dari pinggir lapangan
Gondrong, berjanggut namun necis dengan jasnya
Gol demi gol tercipta
Sebuah kelegaan di akhirnya
Selamat Argentina
Maju terus panjangkan rambutmu!
Hayah!


Senandika Yunani Nigeria

Sebuah kartu merah awal mulanya
Dengan 10 pemain menjadi bulan-bulanan
Dikurung, tak bisa bernafas lega
Serangan pun dibangun setengah hati, tertahan


Dan sengatan petir para dewa tak kunjung henti
lintasannya mewarnai gelap malam
Mencabik, membuat luka


Elang super itu pun harus pulang
Melintasi mega-mega
Di mana di sana para dewa sedang tersenyum sekaligus khawatir
Melihat khayangan yang pintunya masih tertutup
Atau jatuh terhempas ke bumi



Untuk elang yang terluka, selamat jalan pulang
Hati-hati di jalan
Senang melihat kepakan sayapmu


Senandika Spanyol-Swiss

Mengurung tak kunjung jadi untung
Emosi memuncak
Semacam gemas yang kian menanjak
Gelisah yang sewaktu-waktu menjadi amarah
Akankah kalah?

-ditulis manakala waktu menunjukkan 90 menit dan perpanjangan waktu masih ada 5 menit lagi-



Tendangan bebas diambil
Bola ditepis bergulir
Kartu kuning diberikan
Umpan yang salah
Benar akhirnya kalah

Tim yang muda, namun begitu diunggulkan itu
Kembali sepak bola bukan matematika di atas kertas
Kembali diingatkan, bula itu bundar



Dan besok bermain lagi
Mari kita lihat lagi