Kadar
Tentu saja bukan sekadar aksara ‘e’ di dalam sekedar Hanya satu huruf itu yang membedakan Dan kau pun akan selalu terbawa dari ‘kedar’ ke ‘kadar’ Karena ‘kedar’ ada namun tanpa makna Saat ‘kedar’ hanya menjadi penunjuk untuk ‘kadar’ Jadi, mengapa masih kau tulis sekedar? Hanya sekadar mengingatkan – kedar (sekedar) –> kadar (sekadar)
Lelap
Mereka belum semua terbangun Sebagian masih tertidur lelap Di selasar itu, di lorong itu Hanya beralas matras atau kardus yang dihamparkan Ada yang berpelukan,
Tetes
Ia masih belum rela berpisah dengan garam, terumbu karang, buih, ombak dan ikan-ikan. Ia masih saja takjub pada angin yang membuatnya pontang-panting. Ia begitu silau karena terik mentari. Di samping itu,
Air Mata
Di luar gerimis baru saja turun untuk kemudian menderas. Butiran air menjadi selarik tirai yang hanya sekilas saja kita lihat; menghalangi berkas-berkas cahaya sampai di tempat kita. Ditambah lajunya mobil Innova hitam ini, semakin susah cahaya menerangi tempat kita duduk bersama di bangku paling belakang ini. Pada suatu detik yang begitu istimewa, aku menjadi saksi.



jejak tertinggal