Lelap

Mereka belum semua terbangun Sebagian masih tertidur lelap Di selasar itu, di lorong itu Hanya beralas matras atau kardus yang dihamparkan Ada yang berpelukan,

Tetes

Ia masih belum rela berpisah dengan garam, terumbu karang, buih, ombak dan ikan-ikan. Ia masih saja takjub pada angin yang membuatnya pontang-panting. Ia begitu silau karena terik mentari. Di samping itu,

Air Mata

Di luar gerimis baru saja turun untuk kemudian menderas. Butiran air menjadi selarik tirai yang hanya sekilas saja kita lihat; menghalangi berkas-berkas cahaya sampai di tempat kita. Ditambah lajunya mobil Innova hitam ini, semakin susah cahaya menerangi tempat kita duduk bersama di bangku paling belakang ini. Pada suatu detik yang begitu istimewa, aku menjadi saksi.