unclegoop[dot]com

melintas batas ruang dan waktu

You are here: Home

Mitos Kartini

By unclegoop on 21/04/2012

Kartini disebut-sebut di berbagai hari peringatan lebih banyak sebagai mitos, bukan manusia biasa, yang sudah tentu mengurangi kebesaran manusia Kartini itu sendiri,  serta menempatkannya ke dalam dunia dewa-dewa. Tambah kurang pengetahuan orang tentangnya, tambah kuat kedudukannya sebagai tokoh mitos. Gambaran orang tentangnya dengan sendirinya lantas menjadi palsu, karena kebesaran tidak dibutuhkan, orang hanya menikmati candu [...]

Posted in loteng baca | Tagged kartini, mitos | Leave a response

Saat Mereka Hadir di Rumah Kami

By unclegoop on 10/04/2012

Minggu kemarin, Mama, Kakung dan Tata datang ke rumah kami. Semua dari keluarga Chinta, istri saya. Mamanya, Kakungnya dan Tata, adik Chinta. Tentu saja kehadiran mereka memberikan warna yang berbeda di keheningan rumah kontrakan kami yang mungil itu. Keriuhan Tata tentu tak terbantahkan. Kakung yang lebih sering merenung, Mama yang membereskan semua pekerjaan rumah tangga. [...]

Posted in kamar hati | Tagged kakung, keluarga, mama, orang tua | Leave a response

Lelaki dan Kolam Renang

By unclegoop on 30/03/2012

Lelaki itu termangu di pinggir kolam renang yang tenang Suasana di sekitar pun lengang Tapi, seperti tak bisa lari. Tegang telah meringkusnya   Ia lihat bayangan dirinya di air mulai bergerak Di kedalaman sana, tepat di hatinya ada yang koyak   Carut itu, ya, bekas luka lama itu Sudah hampir sembuh, namun kini kembali terbuka [...]

Posted in jendela dunia | Tagged kolam, lelaki, malam, renang, tegang | Leave a response

Lelaki Telaga

By unclegoop on 29/03/2012

Ada rama-rama di matanya Saat ia mengerjap Maka detik selanjutnya muncul telaga di sana   Kini saluran kecil terbentuk Letaknya di sudut, dekat dengan pangkal hidung Mericikkan air telaga, membasahi pipi   Lelaki itu menangis Dalam diam

Posted in loteng baca | Tagged detik, lelaki, puisi, telaga | Leave a response
« Previous 1 … 3 4 5 … 89 Next »

kontak

kata-kata

kata-kata mengalir dari lidah manusia sesuai dengan batas ukuran dan kemampuan yang dimiliki manusia. kata-kata kita, bagaikan air dialirkan oleh penjaga pengairan. air akan mengalir sesuai keinginan sang penjaga. air tidak mengetahui ke ladang mana atau tempat mana ia akan dialirkan. -rumi-

jejak tertinggal

  • unclegoop on Lapar dan Haus, Karena Apa?
  • Antyo on Lapar dan Haus, Karena Apa?
  • unclegoop on Sambal Terasi Lombok Mentah
  • unclegoop on Sambal Terasi Lombok Mentah

Kicauan

pernak pernik

Copyright © 2012 unclegoop[dot]com.

Powered by WordPress and Prototype.