Kutipan dari ‘Bekisar Merah’
Bagi seorang santri kuno seperti Eyang Mus, suluk yang diantar oleh irama gambang tak lain adalah tangis rindu seorang kawula akan Gustinya; tangis seorang pengembara yang ingin menyatu kembali dengan asal-mula dan tujuan akhir segala yang ada, sangkan paraning dumadi. Maka bila sudah tenggelam dalam suluk-nya Eyang Mus lupa akan sekeliling, mabuk, keringat membasahi tubuh [...]
Bekisar Merah – Sebuah Review
Sedari mula Lasi sudah tercerabut dari akarnya di Karangsoga. Di desa tempat para penyadap kelapa hidup dan tinggal itu, Lasi menjadi orang asing. Ia yang memiliki kulit lebih putih dari yang lain, mata kaput sangat indah dan kecantikan lainnya telah membatasi dirinya sendiri dengan lingkungannya di Karangsoga. Pak Ahmad Tohari memulai ‘Bekisar Merah’ dengan sosok [...]
Remah-remah Piala Dunia 2010
Spanyol “Seni terbaik memainkan bola adalah merebut bola, mempertahankannya dan sedapat mungkin tak membiarkan bola direbut kembali oleh lawan.” Filosofi sepak bola tersebut dikemukakan oleh pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque. Hasilnya, kita mengenalnya sebagai tiki-taka. Cara bermain Spanyol yang mengalirkan bola tak henti-henti dari kaki ke kaki. Mengandalkan penguasaan bola, umpan-umpan yang mengalir, pergerakan pemain [...]
Bangkok Dangerous
Sebagai pembunuh bayaran yang profesional, ia tahu betul bagaimana menjalani profesinya itu. Menerima tugas tanpa bertanya, mengerjakan dan menyelesaikan tanpa meninggalkan jejak. Dalam pengerjaannya, ia kadang membutuhkan kawan. Ia membutuhkan waktu untuk merancang aksi yang berhasil guna dan tak terlacak. Ia seperti hantu di tengah ramai. Tak seorang pun akan tahu bahwa ia seorang pembunuh. [...]



jejak tertinggal