Bukber, Semacam Reuni
Sebuah upaya untuk mengingat yang telah lalu…. Manakala bertemu dengan kawan lama yang sudah jarang jumpa, cerita mengalir deras. Di antara gelak tawa. Gelas kaca dan seduhan teh. Semangkuk kolak, rawon boleh juga. Perut diisi, cerita lama diulang lagi. Cinta lama yang bersemi lagi untuk sekejap sebelum kemudian ingat anak/istri/suami di rumah. Cerita lama yang [...]
500 days of summer, perayaan keyakinan
Keyakinan yang berubah, mungkinkah terjadi?
Barangkali kita harus menjadi Tom untuk memahaminya.
Syahdan, Tom percaya betul akan adanya cinta sejati. Dan Summer, adalah alasan di balik kepercayaannya itu.
Bagaimana dengan Summer sendiri? Ia justru tak percaya, ia menolak adanya cinta sejati. Lalu, ia dan Tom pun sepakat untuk tidak sepakat.
Kenyataan rupanya memupuk subur harapan Tom. Ia menginginkan hubungan yang serius dengan Summer. Namun, nama yang disebut terakhir ini tak tertarik. Ia tetap melabeli hubungan di antara keduanya yang istimewa itu dengan ‘sekadar teman’.
Bila untuk tepuk tangan, maka memerlukan dua tangan yang bergerak seirama, maka apa yang dilakukan Tom dan Summer jauh dari itu. Tom hanya bertepuk sebelah tangan. Ia sangka Summer bahagia bersamanya, namun kenyataannya Summer tak bahagia. “Aku tak yakin bersamamu.” Begitu kata-kata Summer yang telah menohok Tom tepat di ulu hati.
Keduanya berpisah, keyakinan berubah.
Tom menjadi tak percaya apa itu cinta sejati. Ia di titik nadir kehidupannya, pekerjaannya terbuang dan ia terbenam di ruang apartemennya, menata ulang serpihan hidupnya.
Summer di sisi lain—anehnya—bertemu dengan kebetulan ataukah nasib? Ia yang duduk di sebuah kafe di kala pagi dan memesan kopi bertemu dengan sesosok pria yang menjadi suaminya sekarang. Bagaimana bila, ia tak di kafe itu, di pagi itu, memesan kopi itu? Summer, yang tak percaya apa itu cinta sejati justru berubah menjadi percaya.
Kelak, manakala Tom dan Summer bertemu, saat itu Summer dalam keadaan hamil akan terungkap. Summer mengaku, ia menemukan keyakinan saat bersama suaminya sekarang, sesuatu yang tak ia dapatkan tatkala bersama Tom dahulu.
Rupanya, kebetulan tak berhenti bekerja. Tom, pada akhirnya akan tersenyum, mengerti apa maknanya itu. Tahukah kamu, apa maksudnya?
Pulang Senja
Senja datang lagi. Di pucuk-pucuk gedung aku bisa melihat semburat mentari memanggang langit. Memoleskan nuansa merah saga ditingkahi kuning hampir orange yang terpantul di dinding gedung. Aku kurang suka bicarakan senja dan gedung. Kau tahu, kan, apa alasannya? Buatku jelas lebih nyaman bila menyusuri sepanjang jalan, seperti hendak mengejar matahari yang hampir tenggelam itu. Lalu, [...]
Pena
Selepas berjalan beberapa saat meninggalkan kamar, barulah teringat lupa membawa pena. Tak tepat benar pena, kalau sesuai artinya dalam kamus daring: alat untuk menulis dengan tinta, dibuat dari baja dsb yang runcing dan belah. Karena pena yang kupunya terbuat dari plastik saja dan tak belah. Pena itu biasa bertengger dengan gagah di saku kiri baju, [...]



jejak tertinggal