Friends

Tidaklah mungkin hidup sendiri, mencoba mencontoh Tarzan yang hidup di hutan. Ditemani kicau burung, auman singa dan lolong serigala. Hal yang mustahil dilakukan pada masa seperti sekarang ini. Hidup dalam lingkungan dengan banyak sahabat, menjadi komunitas, bahkan dalam ranah maya. Bertetangga, menjadi perlu. Saling merepotkan satu dengan yang lain, meminta pendapat dan berbagi harapan, masalah dan keinginan.

Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Begitu orang tua dahulu, berpesan. Menjadi bermakna, bila tiap mereka sadar, dan bersedia berbagi. Maka, sudikah kiranya menjadi tetangga saya? Memberitahukan apa yang perlu dan tidak perlu dilakukan. Menunjukkan jalan, karena kaki suka berkehendak sendiri, dan tak jarang tersesat.

Terima kasih saya haturkan kepada Anda, yang telah sudi menyesatkan diri di halaman ini. Sekadar jejak, sebagai penanda bahwa Anda telah sampai di sini dan menjadi tetangga, kiranya semoga berkenan untuk ditinggalkan di kolom komentar.

-salam-

111 thoughts on “Friends”

  1. haiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

  2. Goop… maafin temen temenku ya…

    mereka terlalu excited sama blog baru kamu…
    makanya semangat banget ngerameinnya…
    maaf yaaa…

    jadi, traktirannya kapan neh?

  3. Numpang bertamu ya, paman…
    Nggak papa nggak dijamu sama makanan juga, saya hanya ingin mendengarkan cerita-cerita dari paman saja.

    Salam.

  4. Sampurasun,

    “Baru pindah yah uncle..? Nampak tamanmu belum tumbuh segar, atau disembunyikan ditempat lain?”

    “Catnya masih baru, masih bau toko. Perabotan sepertinya belum berserakan. Semuanya berkilau.”

    “Kita duduk di teras saja, pakai tikar saja, tak usah repot-repot. Hanya saja daku pinjam asbak, agar tak mengotori rumahmu ini.”

  5. waktu telah melipat…..
    dan ada Batas ruang….
    ruang tetangga dapat….
    tetangga lama datang

    hii..mas Goop…pindah ya ??

  6. Gopra emang puitis tulisane…kayak pendekar syair berdarah, membuat teringat masa lalu saat mendengar sandiwara radio, ketika komik masih begitu mahal, dan yang termurah hanya kho ping hoo…

  7. ah ini gubuk bersama, tidak terlalu bersih dan rapi memang, tapi sebisa mungkin dijaga agar bisa begitu, hehe
    marilah di teras, menikmati semilir angin dan aroma kembang, ini asbaknya, silakan ๐Ÿ˜€

  8. iya max, malas nian pasang yang macam-macam
    sebenarnya juga karena tidak terlalu mengerti bagaimana caranya ๐Ÿ˜€
    terima kasih sudah mampir

  9. saya belom pernah nyampah disini yak??
    *tumben*

    *buang sampah sembarangan,mumpung yg punya ga mantau*
    ๐Ÿ˜›

  10. unclegoop..
    *tersenyum sumringah nyalamin unclegoop*
    kenalkan, saya tetangga baru nih.

    ……….. *liat2 sekeliling rumah uncle*…. ah ternyata ga ada apa2 disini. cuma dikasih ucapan makasih ๐Ÿ™

    *lekas2 balik ke rumah, blackforest yang tadi udah disiapin utk bingkisan ke uncle dibawa pulang lagi* ๐Ÿ˜€

  11. hahaha, iya di sini tiada hal lain, mbak
    sekedar ucapan terima kasih semoga berkenan
    salam kenal juga :mrgreen:
    *jabat erat*

  12. oom goop..linknya dah gw add di blogspot gw
    makasih atas dibolehkannya masang alamat rumah virtualnya di blog gw :>

  13. salam kenal,
    saya membaca ttg membincangkan kematian
    dan kemudian jjl…ternyata banyak sekali posting yang indah.
    senang juga karena bahasa Indonesia ternyata bisa menjadi indah di tangan Anda.
    Ijinkan saya bertandang kembali lagi ya.

    tabik
    EM

  14. terima kasih banyak, Ibu :mrgreen:
    masih belajar dan hanya sekedar bertutur
    mohon komentarnya, yak! ๐Ÿ˜€

  15. uncle, disini ada bagi2 THR ga? ๐Ÿ˜€
    *biasanya tetangga yang baik hati suka ngasih THR.. apalagi untuk saya yang notabene sebatang kara di kota orang*

    …………………………………

    *duduk manis menunggu uncle datang kerumah ngasih amplop THR :mrgreen: *

  16. ikutan ngramein yang da rame de
    aku da berkunjung kannnn…congrat yahh
    sorry baru taw,,,

  17. saya udah ke sini atau belum ya?
    ๐Ÿ˜€

    dengan adanya komentar ini, nampaknya sudah ๐Ÿ˜€ terima kasih sudah mampir di sini, ya.

  18. salam uncle…..
    Sayah mampir nih……

    salam, ki, selamat datang di sini, silakan-silakan dinikmati, hehehe

  19. lebih baik cari teman yang banyak daripada cari musuh yang dikit. salam kenal.

    mencari musuh yang banyak coba, mas, biar seru hahaha

  20. salam,
    Salam kenal, saya diberitahu seorang sahabat ttg blog ini, jadi kesini bukan karena tersesat, dan well..sungguh betah, tulisannya serba menarik..
    Semangat!!!

    hihihi, terima kasih ๐Ÿ™‚ semoga betah di sini

  21. SOre pak,
    termasuk yang nyasar nih disini
    mau minta pendapat aja, kl dapat tetangga yang sulit diajak kerjasama bagaimana ya pak?
    Padahal hal yang ditentuin adalah hal yang kiranya memang harus di lakukan

    thanks

    kadang saya pun susah diajak kerjasama ๐Ÿ™‚ tapi katanya dengan komunikasi yang baik semua bisa diselesaikan ๐Ÿ™‚ semoga saja begitu, ya? ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *