<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>unclegoop[dot]com</title>
	<atom:link href="http://unclegoop.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://unclegoop.com</link>
	<description>melintas batas ruang dan waktu</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 08:10:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Perjalanan Pagi</title>
		<link>http://unclegoop.com/2012/05/14/perjalanan-pagi/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2012/05/14/perjalanan-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 08:09:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[jendela dunia]]></category>
		<category><![CDATA[pagi]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Warna-warni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=2033</guid>
		<description><![CDATA[Gambar 1 (2012:02:28 05:54:30) Gambar 2 (2012:02:28 05:58:52) Gambar 3 (2012:02:28 06:00:41) Gambar 4 (2012:02:28 06:04:41) Gambar 5 (2012:02:28 06:27:52) Sebuah jepretan di pagi yang tenang di Pantai Sanur]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gambar 1 (2012:02:28 05:54:30)</p>
<p><a href="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/05/sunrise1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2034" title="sunrise1" src="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/05/sunrise1.jpg" alt="" width="912" height="684" /></a></p>
<p>Gambar 2 (2012:02:28 05:58:52)</p>
<p><a href="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/05/sunrise2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2037" title="sunrise2" src="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/05/sunrise2.jpg" alt="" width="800" height="600" /></a></p>
<p>Gambar 3 (2012:02:28 06:00:41)</p>
<p><a href="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/05/sunrise3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2038" title="sunrise3" src="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/05/sunrise3.jpg" alt="" width="800" height="600" /></a></p>
<p>Gambar 4 (2012:02:28 06:04:41)</p>
<p><a href="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/05/sunrise4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2041" title="sunrise4" src="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/05/sunrise4.jpg" alt="" width="800" height="600" /></a></p>
<p>Gambar 5 (2012:02:28 06:27:52)</p>
<p><a href="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/05/sunrise5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2042" title="sunrise5" src="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/05/sunrise5.jpg" alt="" width="800" height="600" /></a></p>
<p>Sebuah jepretan di pagi yang tenang di Pantai Sanur</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2012/05/14/perjalanan-pagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Sopir Taksi</title>
		<link>http://unclegoop.com/2012/05/11/cerita-sopir-taksi/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2012/05/11/cerita-sopir-taksi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2012 07:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[pintu jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[sistem]]></category>
		<category><![CDATA[sopir]]></category>
		<category><![CDATA[taksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=2030</guid>
		<description><![CDATA[Tempo hari saya menggunakan Taksiku saat pulang dari Bandara. Dan, kira-kira begini cerita yang saya peroleh dari sopir taksi. Banyak taksi di bandara yang menggunakan sistem borongan baru saja dirazia dari pihak Angkasa Pura. Beberapa perusahaan taksi terkena kebijakan ini. Sistem borongan berarti sistem pembayaran taksi yang tidak menggunakan argo. Ongkos taksi ditentukan berdasarkan kesepakatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tempo hari saya menggunakan Taksiku saat pulang dari Bandara. Dan, kira-kira begini cerita yang saya peroleh dari sopir taksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak taksi di bandara yang menggunakan sistem borongan baru saja dirazia dari pihak Angkasa Pura. Beberapa perusahaan taksi terkena kebijakan ini. Sistem borongan berarti sistem pembayaran taksi yang tidak menggunakan argo. Ongkos taksi ditentukan berdasarkan kesepakatan di antara penumpang dan sopir.</p>
<p style="text-align: justify;">Taksiku menggunakan sistem seperti yang dilakukan oleh Blue Bird. Sistem ini mengharuskan sopir untuk menyetor 90% dari penghasilannya kepada perusahaan taksi. Ini berarti ia hanya mendapatkan 10%.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi taksi bandara, dengan adanya kebijakan ini, mereka sangat diuntungkan apabila penumpang ramai. Mereka tidak harus sesibuk taksi non bandara yang harus berputar-putar mencari penumpang. Mereka hanya perlu sampai di pool bandara  dan menunggu panggilan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi menjadi tidak menguntungkan bagi mereka apabila penumpang sepi. Kondisi makin tidak menguntungkan bagi mereka apabila mereka memeroleh penumpang yang dekat dari bandara. Hal ini bisa terjadi karena beberapa sebab berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">Penumpang yang dekat dari bandara berarti membayar lebih sedikit. Katakanlah sopir menerima 100 ribu. Ini berarti ia hanya memeroleh 10 ribu rupiah. Di lain sisi, biaya tol adalah 12,5 ribu rupiah. Ini berarti ia harus nombok 2,5 ribu rupiah. Biaya ini makin membengkak bila penumpang sepi.</p>
<p style="text-align: justify;">Manakala sepi penumpang, sopir harus menghabiskan waktu lebih lama di pool bandara. Ini berarti pengeluaran ekstra bagi mereka. Pada saat menunggu ini, terkadang mereka harus merokok, minum kopi dan lain-lain. Belum lagi apabila mereka harus mencuci mobil. Dan jangan dilupakan, makanan di bandara harganya jauh lebih mahal daripada di luar. Saat mereka keluar dari pool pun, mereka masih harus membayar biaya parkir.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengeluaran-pengeluaran itu tak terasa, tapi sudah menguras uang yang semestinya bisa dibawa pulang. Perhitungan sederhananya seperti ini: apabila mereka memeroleh 500 ribu, berarti mereka hanya membawa pulang sejumlah 50 ribu, dengan catatan, mereka tidak mengeluarkan biaya ini itu. Angka yang aman bagi mereka adalah di atas 650 ribu rupiah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2012/05/11/cerita-sopir-taksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lapar dan Haus, Karena Apa?</title>
		<link>http://unclegoop.com/2012/05/08/lapar-dan-haus-karena-apa/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2012/05/08/lapar-dan-haus-karena-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 09:15:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[jendela dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Lidah]]></category>
		<category><![CDATA[Makan]]></category>
		<category><![CDATA[Minum]]></category>
		<category><![CDATA[Rasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=2025</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang kita makan dan  minum bukan karena lapar dan haus Padahal Bapak saya mengajarkan, bahwa makanan dan minuman seenak apa pun, hanya terasa saat ia melintasi lidah sampai dengan kerongkongan. Itu berarti hanya melalui bidang sepanjang kurang dari 15 cm. Lalu kenapa minuman di atas harus dibuat seheboh itu? Entahlah, mungkin kalau tidak seindah itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/05/es_apa_embuh.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2026" title="es_apa_embuh" src="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/05/es_apa_embuh.jpg" alt="" width="330" height="543" /></a></p>
<p>Terkadang kita makan dan  minum bukan karena lapar dan haus</p>
<p>Padahal Bapak saya mengajarkan, bahwa makanan dan minuman seenak apa pun, hanya terasa saat ia melintasi lidah sampai dengan kerongkongan. Itu berarti hanya melalui bidang sepanjang kurang dari 15 cm.</p>
<p>Lalu kenapa minuman di atas harus dibuat seheboh itu? Entahlah, mungkin kalau tidak seindah itu hiasannya, maka rasanya pun akan biasa saja. Dan, harganya pun barangkali tak akan semahal waktu itu. <img src='http://unclegoop.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2012/05/08/lapar-dan-haus-karena-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sambal Terasi Lombok Mentah</title>
		<link>http://unclegoop.com/2012/05/07/sambal-terasi-lombok-mentah/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2012/05/07/sambal-terasi-lombok-mentah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 08:06:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[jendela dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Lombok]]></category>
		<category><![CDATA[Mentah]]></category>
		<category><![CDATA[Sambal]]></category>
		<category><![CDATA[Terasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=2013</guid>
		<description><![CDATA[Jenis sambal terasi banyak ragamnya tergantung selera. Ini salah satu favorit saya, terasi dengan lombok (cabe) mentah. Wuah, sungguh segar pedasnya Apakah sudah pernah mencobanya, Sobat?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/05/Sambal_Terasi.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2014" title="Sambal_Terasi" src="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/05/Sambal_Terasi.jpg" alt="" width="512" height="512" /></a></p>
<p>Jenis sambal terasi banyak ragamnya tergantung selera.</p>
<p>Ini salah satu favorit saya, terasi dengan lombok (cabe) mentah.</p>
<p>Wuah, sungguh segar pedasnya <img src='http://unclegoop.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apakah sudah pernah mencobanya, Sobat?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2012/05/07/sambal-terasi-lombok-mentah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kartini dan  Gamelan</title>
		<link>http://unclegoop.com/2012/05/04/6-kartini-dan-gamelan/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2012/05/04/6-kartini-dan-gamelan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 00:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[loteng baca]]></category>
		<category><![CDATA[Gamelan]]></category>
		<category><![CDATA[Gerak]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Tubuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=1982</guid>
		<description><![CDATA[Tentang Gamelan ia mengatakan sesuatu dalam rangkaian pikiran yang sempurna dan mengharukan, suara dari jiwa Rakyatnya sendiri pada masa itu: Gamelan tidak pernah bersorak-sorai; sekalipun di dalam pesta yang paling gila pun, dia terdengar sayu dalam nyanyiannya, mungkin begitulah seharusnya. Kesayuan itulah hidup, bukan nyanyi bersorak-sorai! Malam waktu itu; jendela dan pintu-pintu terbuka; bunga cempaka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tentang Gamelan ia mengatakan sesuatu dalam rangkaian pikiran yang sempurna dan mengharukan, suara dari jiwa Rakyatnya sendiri pada masa itu:</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Gamelan tidak pernah bersorak-sorai; sekalipun di dalam pesta yang paling gila pun, dia terdengar sayu dalam nyanyiannya, mungkin begitulah seharusnya. Kesayuan itulah hidup, bukan nyanyi bersorak-sorai!</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Malam waktu itu; jendela dan pintu-pintu terbuka; bunga cempaka berkembang di taman kamar kami dan bersama dengan puputan angin segar, berdesah dengan dedaunannya serta mengirimkan kepada kami ucapan salamnya dalam bentuk bau harumnya—aku duduk di lantai, sebagaimana halnya sekarang ini, pada sebuah meja rendah, di kiriku Dik Rukmini, juga sedang menulis, di kananku Annie Glaser, juga di lantai sedang menjahit, dan di hadapanku seorang wanita yang menyanyikan kami sebuah cerita dari buku. Betapa indahnya! Suatu impian yang mengalun dalam suara-suara yang indah, kudus, jernih, dan bening yang mengangkat roh kami yang menggeletar ke atas ke dalam kerajaan makhluk-makhluk berbahagia. (Surat Kartini, 15 Agustus 1902 kepada E.C. Abendanon)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Panggil Aku Kartini Saja, Halaman 102</p>
<p style="text-align: justify;">Khusus tentang musik barat Kartini pernah menulis, demikian:</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Aku terkenang pada suatu malam belum lama berselang. Seorang kenalan membawa kami berdua mengunjungi sebuah konserta di gedung kesenian di Semarang. Itulah buat pertama kali dalam seluruh hidup kami, bahwa kami berdua, tanpa membawa si adik, tanpa Ayah, tanpa Ibu, berada di tengah-tengah lautan manusia. Kami berasa sendiri, sangat sendirian di antara orang-orang yang sama sekali tak kami kenal. Dan tiba-tiba kami berpikir: Beginilah bakalnya hidup kita di kemudian hari! Kita hidup seorang diri di tengah-tengah lautan kehidupan yang besar. </em>(Surat, 29 Agustus 1902, kepada Nyonya Nelly van Kol)</p>
<p style="text-align: justify;">Di sini, Kartini memiliki pandangan, bahwa dengan gamelan ia hidup di zaman kegemilangan nenek moyangnya, sedang dengan musik barat ia hidup di zaman keyatimpiatuan modern di masa-masa mendatang.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi Kartini, gamelan itu:</p>
<p style="text-align: justify;"><em> Menuangkan arus api ke dalam nadi kami. </em>(Surat, 29 Agustus 1902, kepada Nyonya Nelly van Kol)</p>
<p style="text-align: justify;">Hal itu terjadi karena gamelan menyebabkan tubuhnya tertarik untuk bergerak dan hanya dengan kekerasan saja ia dapat tolak kekuasaaanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Panggil Aku Kartini Saja, Halaman 201</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2012/05/04/6-kartini-dan-gamelan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
