<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>unclegoop[dot]com</title>
	<atom:link href="http://unclegoop.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://unclegoop.com</link>
	<description>melintas batas ruang dan waktu</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 02:43:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Kutipan 1</title>
		<link>http://unclegoop.com/2012/02/09/kutipan-1/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2012/02/09/kutipan-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 02:43:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[loteng baca]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[penulis]]></category>
		<category><![CDATA[unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=1921</guid>
		<description><![CDATA[Saya sekarang percaya, bahwa di dunia ini tak ada foto baru dan hanya ada beberapa cerita baru. Kebanyakan merupakan kombinasi ulang hal-hal yang pernah diceritakan sebelumnya—kombinasi luar biasa. Tapi yang baru, dan segar, dan asli adalah kacamata yang digunakan sang penulis untuk melihat berbagai situasi ini. Anugerah kita dan dengan demikian tanggung jawab kita sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saya sekarang percaya, bahwa di dunia ini tak ada foto baru dan hanya ada beberapa cerita baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan merupakan kombinasi ulang hal-hal yang pernah diceritakan sebelumnya—kombinasi luar biasa. Tapi yang baru, dan segar, dan asli adalah kacamata yang digunakan sang penulis untuk melihat berbagai situasi ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Anugerah kita dan dengan demikian tanggung jawab kita sebagai penulis adalah untuk memandang berbagai situasi kehidupan dengan cara kita yang unik dan melaporkan kebenaran makna dan nilainya kepada publik pembaca supaya mereka bisa mempunyai wawasan yang segar mengenai kondisi manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Masing-masing dari kita unik di alam raya ini, sehingga demikian juga kisah-kisah yang kita tuturkan.</p>
<p style="text-align: justify;">-Elizabeth Engstrom-</p>
<p style="text-align: justify;">Kutipan dari ‘Chicken Soup for the Writer’s Soul’</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, sudahkah kita menggunakan kacamatan yang unik? Hehe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2012/02/09/kutipan-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan Kita</title>
		<link>http://unclegoop.com/2012/02/06/jalan-kita/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2012/02/06/jalan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 08:27:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[kamar hati]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[menunggu]]></category>
		<category><![CDATA[patience]]></category>
		<category><![CDATA[Sabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=1915</guid>
		<description><![CDATA[Angin mengembara di ruang ini, menyentuh rambutku, mengusap pipiku. Terasa dingin. Hei, benarkah itu angin? Tak tepat begitu ternyata. Ada air mata yang mengalir di pipiku. Itulah yang tersapu angin. Keduanya, air mata dan angin bersekutu, maka terasa dingin bagiku. Perlahan, aku mengusap air bening itu dari pipiku. Aku tak apa, aku masih bisa tersenyum, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Angin mengembara di ruang ini, menyentuh rambutku, mengusap pipiku. Terasa dingin. Hei, benarkah itu angin?</p>
<p style="text-align: justify;">Tak tepat begitu ternyata. Ada air mata yang mengalir di pipiku. Itulah yang tersapu angin. Keduanya, air mata dan angin bersekutu, maka terasa dingin bagiku.</p>
<p style="text-align: justify;">Perlahan, aku mengusap air bening itu dari pipiku. Aku tak apa, aku masih bisa tersenyum, bahkan ketika aku begitu rindu padamu. A, sekarang aku memikirkanmu setiap hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada satu masa ketika aku tak yakin dengan semua ini. Terutama tak yakin denganmu, A. Sungguh aku tak tahu apa penyebabnya. Mungkinkah karena kerinduan ini sudah demikian menyakitiku?</p>
<p style="text-align: justify;">Ketakyakinanku itu mulai berpendar-pendar di hatiku, hampir-hampir memenuhinya sampai ketika kamu membuat semua menjadi begitu mudah. Kamu membantuku, menunjukkan jalan bagaimana aku harus melaluinya. Tak tahu dengan apa lagi aku harus berterima kasih padamu atas jalan yang telah kau tunjukkan itu. Kini, tak ada lagi keraguan di hatiku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Perlahan saja, maka semua akan menemukan jalannya sendiri. Semua akan baik-baik saja, sayang.” Begitu katamu menenangkan debar yang bergemuruh di hatiku. “Yang kita butuhkan hanyalah sedikit bersabar, kau tahu itu?” Ya, A, pada detik itu kamu mengingatkanku akan satu hal yang kadang, ah, atau seringkali kulupakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka, biarlah rindu ini menyapaku dengan manis dan aku akan menyesapnya penuh kenikmatan. Apabila kau tak bisa kutemui sekarang, maka biarlah aku akan menunggu sampai waktu mempertemukan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, kau tahu, kan, kadang aku pun begitu marah dalam menunggumu. Ugh, kenapa pula kau tak kunjung tiba? Hanya, itu di luar kuasaku untuk mempercepat waktu, biarpun hanya sedetik lebih cepat. Sedetik yang lebih cepat agar kita bisa segera bertemu. Sebenarnya, kita berdua tahu, bahwa penantian itu adalah sebuah keniscayaan yang harus terjadi. Kita paham, masih ada satu hal yang harus kita pikirkan bersama, bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Kamu bilang perlahan saja, maka semua akan baik-baik saja. Menurutmu kita berdua hanya perlu bersabar. Dan… aku setuju itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamu juga bilang, “Manfaatkanlah waktumu, karena cahaya yang mereka lemparkan begitu terang.” Lebih jauh, kamu kembali mengingatkanku, kita memerlukan ini semua untuk menjadikannya nyata. Kita perlu itu sebagai sebuah jalan bagi kita berdua, jalan yang semoga tak akan memperdaya kita dan kita pun tak akan sekali-kali merusaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Bersabarlah… sedikit lagi kesabaran.…” Demikian terus-menerus kamu berkata selayaknya merapal sebuah mantra.</p>
<p style="text-align: justify;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah kulalui jalan ini kemarin malam, dan kemarinnya, serta kemarinnya lagi. Aku menyusurinya berulang kali menjadi rutinitas. Kali ini aku kembali mencoba menyusurinya, menemukan jalanku sendiri, atau mungkin lebih tepat menemukan jalan kita, sebuah bagian yang benar dari keseluruhan jalan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">A, padahal kamu tahu, bukan? Ini sungguh bukan hal yang mudah menemukan ‘jalan’ kita manakala di sana begitu banyak orang. Sementara kalau aku harus berhenti untuk mencari jalan kita, maka aku harus berhenti di tengah keriuhan itu, padahal semua itu membuatku gila. Aku tak suka berada di keramaian, terutama kalau itu tanpamu.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu banyak jalan di sana kau tahu, A? setiap hari barangkali ada penambahan, kendati mungkin jalan kita masih ada, namun bisa saja ia sudah berganti nama. Jadi, bagaimana lagi aku harus menemukannya bila itu terjadi. Barangkali aku tak punya waktu lagi untuk permainan pencarian jalan itu. Mungkin aku sudah akan terlampau lelah mencari, sementara kamu tak ada di sisiku. Aku memerlukanmu, A, perlu kamu, sekarang juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah terjemahan bebas dari ‘Patience’ punya Gun ‘n Roses. Silakan dinikmati sembari mendengarkan lagunya <img src='http://unclegoop.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=ErvgV4P6Fzc&amp;ob=av2e">Patience-Gun &#8216;n Roses</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2012/02/06/jalan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hujan Sore Kemarin</title>
		<link>http://unclegoop.com/2012/01/31/hujan-sore-kemarin/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2012/01/31/hujan-sore-kemarin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 02:37:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[jendela dunia]]></category>
		<category><![CDATA[basah]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=1917</guid>
		<description><![CDATA[Karena hujan, maka jalanan seperti saluran yang tersumbat. Kendaraan tak lancar jalannya, disebabkan oleh beberapa hal ini: Air hujan masih turun rintik-rintik. Kendati tak sederas sebelumnya, namun cukup membuat basah. Apalagi bila harus berlama-lama di bawah hujan. Memang kenapa harus lama? Macet adalah jawabannya. Entah kenapa saat hujan atau setelahnya, macet kerap kali terjadi. Jarak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1941" class="wp-caption aligncenter" style="width: 1264px"><a href="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/01/2011-12-04-18.33.24.jpg"><img class="size-full wp-image-1941" title="2011-12-04 18.33.24" src="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/01/2011-12-04-18.33.24.jpg" alt="" width="1254" height="871" /></a><p class="wp-caption-text">foto ini diambil saat saya berteduh menunggu hujan reda <img src='http://unclegoop.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p style="text-align: justify;">Karena hujan, maka jalanan seperti saluran yang tersumbat. Kendaraan tak lancar jalannya, disebabkan oleh beberapa hal ini:</p>
<p style="text-align: justify;">Air hujan masih turun rintik-rintik. Kendati tak sederas sebelumnya, namun cukup membuat basah. Apalagi bila harus berlama-lama di bawah hujan. Memang kenapa harus lama?</p>
<p style="text-align: justify;">Macet adalah jawabannya. Entah kenapa saat hujan atau setelahnya, macet kerap kali terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Jarak antara roda depan dengan ban belakang motor lain hanya dalam hitungan milimeter atau cenderung menempel. Tak jarang, bahkan benturan terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Mobil lajunya tertahan-tahan kerumunan sepeda motor yang merubung seperti lalat. Pengemudi harus berhati-hati menempatkan mobilnya di antara sepeda motor agar tak tergores.</p>
<p style="text-align: justify;">Genangan air di pinggir jalan karena selokan yang meluap menahan laju semua kendaraan. Semua memilih jalan yang tak tergenang, menghindari dari kemungkinan mesin mati.</p>
<p style="text-align: justify;">Alat pengatur lalu lintas masih bekerja normal, tapi tak ada yang mematuhinya. Semua bersirebut hendak maju, tak ada yang mau mengalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasilnya, perempatan menjadi medan pertempuran perebutan ruang yang seru. Di mana Pak Polisi?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2012/01/31/hujan-sore-kemarin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jajanan Semarang</title>
		<link>http://unclegoop.com/2012/01/26/jajanan-semarang/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2012/01/26/jajanan-semarang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 09:25:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[jendela dunia]]></category>
		<category><![CDATA[loenpia]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[tugu muda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=1933</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1934" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/01/p20111229-184234.jpg"><img class="size-full wp-image-1934" title="p20111229-184234" src="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/01/p20111229-184234.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">Kawasan Tugu Muda menjelang senja</p></div>
<div id="attachment_1935" class="wp-caption aligncenter" style="width: 730px"><a href="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/01/2011-12-24-15.06.jpg"><img class="size-full wp-image-1935" title="2011-12-24 15.06" src="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/01/2011-12-24-15.06.jpg" alt="" width="720" height="540" /></a><p class="wp-caption-text">Sekantung Wingko Babat, mau? <img src='http://unclegoop.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></div>
<div id="attachment_1936" class="wp-caption aligncenter" style="width: 730px"><a href="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/01/2011-12-24-14.53.32.jpg"><img class="size-full wp-image-1936" title="2011-12-24 14.53.32" src="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/01/2011-12-24-14.53.32.jpg" alt="" width="720" height="540" /></a><p class="wp-caption-text">penjual loenpia mataram di jalan pandanaran</p></div>
<div id="attachment_1937" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/01/2011-12-24-14.53.jpg"><img class="size-full wp-image-1937" title="2011-12-24 14.53" src="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/01/2011-12-24-14.53.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">Loenpia pun diracik dengan tangan. Bambu muda dan daging itu digulung....</p></div>
<div id="attachment_1938" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/01/p20111229-184521.jpg"><img class="size-full wp-image-1938" title="p20111229-184521" src="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/01/p20111229-184521.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">selamat menikmati, ini enak sekali lho <img src='http://unclegoop.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2012/01/26/jajanan-semarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bergantung</title>
		<link>http://unclegoop.com/2012/01/24/bergantung/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2012/01/24/bergantung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 09:20:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[jendela dunia]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[pemandangan]]></category>
		<category><![CDATA[takut]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=1909</guid>
		<description><![CDATA[Itu kawan saya yang tampak sedang mengendarai motor Awalnya saya membonceng, namun saat pertama kali melintas di jembatan gantung pakai bambu begini saya pun takut jatuh. Singkat cerita, saya kemudian memilih untuk turun dari sepeda motor dan berjalan kaki. Memang tak semengerikan adik-adik pelajar di Banten yang harus seperti Indiana Jones karena jembatan yang saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1910" class="wp-caption aligncenter" style="width: 810px"><a href="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/01/Pict10_modif.jpg"><img class="size-full wp-image-1910" title="Pict10_modif" src="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/01/Pict10_modif.jpg" alt="" width="800" height="600" /></a><p class="wp-caption-text">jembatan gantung di Cianjur</p></div>
<p>Itu kawan saya yang tampak sedang mengendarai motor</p>
<p>Awalnya saya membonceng, namun saat pertama kali melintas di jembatan gantung pakai bambu begini saya pun takut jatuh.</p>
<p>Singkat cerita, saya kemudian memilih untuk turun dari sepeda motor dan berjalan kaki.</p>
<p>Memang tak semengerikan adik-adik pelajar di Banten yang harus seperti Indiana Jones karena jembatan yang saya lalui masih tergantung sempurna dan bisa dilalui dengan mudah. Tapi, namanya takut pada ketinggian, tetap saja saya merasa waswas. <img src='http://unclegoop.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pernahkah Anda melintas di jembatan semacam ini? Kalau belum, bawalah motor trail Anda dan nikmati pemandangan serta sensasi melintasi jembatan gantung semacam ini di Kec. Cibeber, Kab. Cianjur, Prov. Jawa Barat.</p>
<p>Selamat berjalan-jalan</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2012/01/24/bergantung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
