<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>unclegoop.com &#187; tak terjelaskan</title>
	<atom:link href="http://unclegoop.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://unclegoop.com</link>
	<description>melintas batas</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 03:55:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Kutipan dari ‘Bekisar Merah’</title>
		<link>http://unclegoop.dagdigdug.com/2010/07/16/kutipan-dari-bekisar-merah/</link>
		<comments>http://unclegoop.dagdigdug.com/2010/07/16/kutipan-dari-bekisar-merah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 00:15:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[tak terjelaskan]]></category>
		<category><![CDATA[tetirah lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.dagdigdug.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Bagi seorang santri kuno seperti Eyang Mus, suluk yang diantar oleh irama gambang tak lain adalah tangis rindu seorang kawula akan Gustinya; tangis seorang pengembara yang ingin menyatu kembali dengan asal-mula dan tujuan akhir segala yang ada, sangkan paraning dumadi. Maka bila sudah tenggelam dalam suluk-nya Eyang Mus lupa akan sekeliling, mabuk, keringat membasahi tubuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;"><img class="size-full wp-image-33 alignleft" style="margin-top: 2px; margin-bottom: 2px; border: black 1px solid;" src="http://unclegoop.dagdigdug.com/files/2010/07/ed404598f3113cabce3c87822d75daca.jpg" alt="ed404598f3113cabce3c87822d75daca" width="102" height="173" />Bagi seorang santri kuno seperti Eyang Mus, <em>suluk</em> yang diantar oleh irama gambang tak lain adalah tangis rindu seorang <em>kawula</em> akan <em>Gustinya</em>; tangis seorang pengembara yang ingin menyatu kembali dengan asal-mula dan tujuan akhir segala yang ada, <em>sangkan paraning dumadi</em>. Maka bila sudah tenggelam dalam <em>suluk-</em>nya Eyang Mus lupa akan sekeliling, mabuk, keringat membasahi tubuh dan air matanya berjatuhan. Suaranya ngelanguk menusuk malam, menusuk langit. Apalagi bila yang ditembangkan adalah bait-bait pilihan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><em><span lang="EN-US"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Calibri;">Adalah manusia istimewa yang telah sampai kepada kebenaran sejati; pandangan hatinya menjadi bening begitu ia berhadapan dengan Tuhan. Luluh lebur segala tabir dunia. Pandangannya larut dalam kebesaran Tuhan-nya. Tak putus menyebut nama-Nya. Baginya yang ada hanyalah Allah.</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><em><span lang="EN-US"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Calibri;">Semua geraknya menjadi sembah, salat jiwanya tegak sepanjang waktu bahkan ketika raganya dalam keadaan tak suci. <span id="more-1174"></span>Mata hatinya tak putus memandang Allah. Kenyataan yang ada baginya adalah kesatuan wujud baik ketika dalam salat maupun di luarnya. Hasrat manusiawi telah terselaraskan dengan kehendak Ilahi.</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">–0–</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">“Memang, <em>wong lanang</em> punya <em>wenang</em>. Tapi sekali-kali tak boleh sewenang-wenang. Istri yang setia hanya untuk suami yang setia. Begitu aturannya.” Eyang Mus</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">–0–</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Terimalah kenyataan ini sebagai sesuatu yang memang harus kamu terima. Kamu tak bisa menghindar. Kamu harus <em>ngunduh wohing pakarti</em>, harus memetik buah perbuatan sendiri; suatu hal yang niscaya bagi siapa pun. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">–0–</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">“Menurutku, kesempurnaan Tuhan meliputi segalanya. Manusia tak punya tingkah atau maksud. Manusia tuli, bisu dan hampa. Segala tingkah berasal dari Allah.” Sunan Bonang</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">“Orang sebenarnya diberi kekuatan oleh Gusti Allah untuk menepis semua hasrat atau dorongan yang sudah diketahui akibat buruknya. Orang juga sudah diberi <em>ati wening</em>, kebeningan hati yang selalu mengajak eling. Ketika kamu melanggar suara kebeningan hatimu sendiri, kamu dibilang orang <em>ora eling</em>, lupa akan kesejatian yang selalu menganjurkan kebaikan bagi dirimu sendiri. Karena lupa akan kebaikan, kamu mendapatkan kebalikannya, keburukan.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">–0—</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Lasi belum pernah menerima uang kecuali dari suami atau dari penjualan gula. Bagi Lasi, berat menerima uang dari orang lain karena dia tahu uang tak pernah punya arti lain kecuali alat tukar menukar. Siapa menerima uang harus mau kehilangna sesuatu sebagai penukarnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Kini Lasi tahu betul apa yang menyebabkan kenikmatan itu: gamblangnya asal-usul yang diterima yakni cucuran keringat suami dan dirinya sendiri. Perolehan uang semacam itu tidak menimbulkan beban dalam hati. Sangat berbeda ketika Lasi menerima uang dari Bu Lanting yang sering dikatakan sebagai titipan dari Pak Han; Lasi selalu merasa ada sesuatu yang terbeli atau tergadai. Dan Lasi merasakan sakit bila mengingat dirinya sudah kehilangan kemampuan untuk mengelak dari pemberian-pemberian seperti itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">–0–</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">“Las, hidup ini seperti anggapan kita. Bila kita anggap sulit, sulitlah hidup ini. Bila kita anggap menyenangkan, senanglah hidup ini. Las, aku sih selalu menganggap hidup itu enak dan <em>kepenak. </em>Maka aku selalu menikmati setiap kesempatan yang ada.” Bu Lanting</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">–0–</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Percakapan antara Eyang Mus dan Lasi setelah Lasi mendengar kabar bahwa surau Eyang Mus perlu dipugar.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">“Apa betul surau itu perlu dipugar, Yang?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">“Tidak.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">“Tidak? Kenapa, Yang?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">“Aku bisa mengira-ira, seseorang memintamu membiayai pemugaran surau kita itu. Iya, kan?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">“Ya.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">“Kamu mau?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">“Ya, mau.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">“Kamu ada cukup uang?”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">“Cukup, Yang.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">“Ah, tetapi tak perlu. Kukira surau kita masih baik. Artinya, masih bisa mendatangkan ketenteraman jiwa bagi siapa saja yang bersujud kepada Tuhan di sana. Surau kita masih membawa suasana yang akrab bagi orang-orang Karangsoga, masih lebih cocok dengan alam lingkungan dan kebiasaan mereka.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">“Eyang Mus tak ingin surau kita berlantai tegel dan berdinding tembok? Surau berdinding bambu sudah ketinggalan zaman.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">“Tidak, Las. Aku malah khawatir surau yang terlalu bagus akan membuat suasana terasa asing bagi orang-orang yang biasa tinggal di rumah berdinding bambu dan tidur di atas pelupuh. Surau yang bagus mungkin bisa membuar orang-orang di sini merasa berada dalam ruangan yang tak akrab.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span lang="EN-US"><span style="font-family: Calibri; font-size: small;">Kalau begitu, bagaimana bila saya membeli pengeras suara untuk surau kita? Eyang Mus, di mana-mana orang memasang pengeras suara untuk mesjid dan surau mereka.”</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;font-size;" lang="EN-US">“Las, itu pun tidak. Terima kasih. Mesjid balai desa sudah dipasangi corong. Setiap waktu salat suaranya terdengan sampai kemari. Bila surau kita juga dipasangi pengeras suara, nanti jadi berlebihan. Tidak, Las. Terima kasih.”</span></p>
<p class="akst_link"><a id="akst_link_32" class="akst_share_link" title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." rel="nofollow" href="http://unclegoop.dagdigdug.com/?p=32&amp;akst_action=share-this">Berbagi</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.dagdigdug.com/2010/07/16/kutipan-dari-bekisar-merah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kata-kata Edisi Minggu Pertama Juli 2010</title>
		<link>http://unclegoop.dagdigdug.com/2010/07/01/kata-kata-edisi-minggu-pertama-juli-2010/</link>
		<comments>http://unclegoop.dagdigdug.com/2010/07/01/kata-kata-edisi-minggu-pertama-juli-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 15:49:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[tak terjelaskan]]></category>
		<category><![CDATA[tetirah lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.dagdigdug.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Kata yang sering digunakan pada minggu-minggu ini kurang lebih: Babi, Sampul, Majalah Tempo, Polisi.
Ada yang hendak menambahkan, kata-kata apa lagi, ya?
Oiya, bagaimana dengan: FPI, Kekerasan, Banyuwangi?
Rasa-rasanya sering pula mendengarnya, namun s...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Kata yang sering digunakan pada minggu-minggu ini kurang lebih: Babi, Sampul, Majalah Tempo, Polisi.</p>
<p class="MsoNormal">Ada yang hendak menambahkan, kata-kata apa lagi, ya?</p>
<p class="MsoNormal">Oiya, bagaimana dengan: FPI, Kekerasan, Banyuwangi?</p>
<p class="MsoNormal">Rasa-rasanya sering pula mendengarnya, namun saya kurang suka.</p>
<p class="MsoNormal">Bagaimana dengan Anda?</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://unclegoop.dagdigdug.com/?p=30&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_30" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.dagdigdug.com/2010/07/01/kata-kata-edisi-minggu-pertama-juli-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kadar</title>
		<link>http://unclegoop.dagdigdug.com/2010/03/28/kadar/</link>
		<comments>http://unclegoop.dagdigdug.com/2010/03/28/kadar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 15:43:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[tak terjelaskan]]></category>
		<category><![CDATA[tetirah lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.dagdigdug.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Tentu saja bukan sekadar aksara ‘e’ di dalam sekedar
Hanya satu huruf itu yang membedakan
Dan kau pun akan selalu terbawa dari ‘kedar’ ke ‘kadar’
Karena ‘kedar’ ada namun tanpa makna
Saat ‘kedar’ hanya menjadi penunjuk untuk ‘kadar’
Jadi, mengapa masih kau tulis sekedar?
Hanya sekadar mengingatkan
&#8211;
kedar (sekedar) &#8211;&#62; kadar (sekadar)
Berbagi]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm">Tentu saja bukan sekadar aksara ‘e’ di dalam sekedar</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm">Hanya satu huruf itu yang membedakan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm">Dan kau pun akan selalu terbawa dari ‘kedar’ ke ‘kadar’</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm">Karena ‘kedar’ ada namun tanpa makna</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm">Saat ‘kedar’ hanya menjadi penunjuk untuk ‘kadar’</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm">Jadi, mengapa masih kau tulis sekedar?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm">Hanya sekadar mengingatkan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm">&#8211;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0cm"><a title="klik untuk melihat lema sekadar di dalam kateglo" href="http://www.bahtera.org/kateglo/index.php?phrase=kedar&amp;mod=dictionary&amp;search=Cari" >kedar (sekedar) &#8211;&gt; kadar (sekadar)</a></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://unclegoop.dagdigdug.com/?p=29&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_29" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.dagdigdug.com/2010/03/28/kadar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peran</title>
		<link>http://unclegoop.dagdigdug.com/2009/10/28/peran/</link>
		<comments>http://unclegoop.dagdigdug.com/2009/10/28/peran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 17:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[tak terjelaskan]]></category>
		<category><![CDATA[tetirah lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.dagdigdug.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Kamu bilang kamu subyek
Berarti kamu di awal mula
Eh, tapi mungkin juga kamu di akhir
Satu yang pasti, kamu harus ada


Lantas, kamu diubah menjadi obyek
Biasanya memang di akhir
Kadang-kadang saja di muka
Tapi tetap, kamu ada di sana
Walau, barangkali sedikit kurang beruntung
Entah kenapa


Akhirnya, inilah peranmu paling pungkasan
“pelengkap penderita”
Tidak, tak harus ada kamu
Boleh, sih, kamu dibubuhkan biar seru
Cuma itu, tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamu bilang kamu subyek</p>
<p class="MsoNormal">Berarti kamu di awal mula</p>
<p class="MsoNormal">Eh, tapi mungkin juga kamu di akhir</p>
<p class="MsoNormal">Satu yang pasti, kamu harus ada</p>
<p class="MsoNormal">
<blockquote>
<p class="MsoNormal">Lantas, kamu diubah menjadi obyek</p>
<p class="MsoNormal">Biasanya memang di akhir</p>
<p class="MsoNormal">Kadang-kadang saja di muka</p>
<p class="MsoNormal">Tapi tetap, kamu ada di sana</p>
<p class="MsoNormal">Walau, barangkali sedikit kurang beruntung</p>
<p class="MsoNormal">Entah kenapa</p>
<p class="MsoNormal">
</blockquote>
<p class="MsoNormal">Akhirnya, inilah peranmu paling pungkasan</p>
<p class="MsoNormal">“pelengkap penderita”</p>
<p class="MsoNormal">Tidak, tak harus ada kamu</p>
<p class="MsoNormal">Boleh, sih, kamu dibubuhkan biar seru</p>
<p class="MsoNormal">Cuma itu, tak lebih</p>
<p class="MsoNormal">Maka, selamat sejak mula kamu sudah menderita</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align: right"><strong>Sridewanto Edi/281009</strong></p>
<p class="MsoNormal">ah iya, selamat hari sumpah pemuda, semoga tidak menderita, ya? ehehehe</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://unclegoop.dagdigdug.com/?p=26&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_26" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.dagdigdug.com/2009/10/28/peran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagu Pesisir</title>
		<link>http://unclegoop.dagdigdug.com/2009/07/09/lagu-pesisir/</link>
		<comments>http://unclegoop.dagdigdug.com/2009/07/09/lagu-pesisir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 22:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[tak terjelaskan]]></category>
		<category><![CDATA[tetirah lain]]></category>
		<category><![CDATA[camar]]></category>
		<category><![CDATA[karang]]></category>
		<category><![CDATA[ombak]]></category>
		<category><![CDATA[pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[tanjung]]></category>
		<category><![CDATA[teluk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.dagdigdug.com/2009/07/09/lagu-pesisir/</guid>
		<description><![CDATA[Dengarlah nyanyian ombak
Janganlah terlampau menyimak
Agar nyanyian camar
Masih bisa kau dengar



Tengoklah teluk yang menangis
Hatinya luka tubuhnya teriris
Digerus ombak yang bergulung
Laksana sepatah hati yang murung



Liriklah tanjung yang jumawa
Tempat suar berdiri lampunya menyala
Merangsek ombak menciutkan laut
Bagai hati mengkerut walau terpaut



Di mana panjang berderet karang?
Nun di sana tegak jadi penghalang
Ikan berenang di tenang laguna
Adalah hati senang kabar bahagia



Dan buih, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Dengarlah nyanyian ombak</p>
<p class="MsoNormal">Janganlah terlampau menyimak</p>
<p class="MsoNormal">Agar nyanyian camar</p>
<p class="MsoNormal">Masih bisa kau dengar</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<blockquote>
<p class="MsoNormal">Tengoklah teluk yang menangis</p>
<p class="MsoNormal">Hatinya luka tubuhnya teriris</p>
<p class="MsoNormal">Digerus ombak yang bergulung</p>
<p class="MsoNormal">Laksana sepatah hati yang murung</p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Liriklah tanjung yang jumawa</p>
<p class="MsoNormal">Tempat suar berdiri lampunya menyala</p>
<p class="MsoNormal">Merangsek ombak menciutkan laut</p>
<p class="MsoNormal">Bagai hati mengkerut walau terpaut</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<blockquote>
<p class="MsoNormal">Di mana panjang berderet karang?</p>
<p class="MsoNormal">Nun di sana tegak jadi penghalang</p>
<p class="MsoNormal">Ikan berenang di tenang laguna</p>
<p class="MsoNormal">Adalah hati senang kabar bahagia</p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dan buih, gulungan ombak dan laut</p>
<p class="MsoNormal">Dan camar, lambaian nyiur, awan tersangkut</p>
<p class="MsoNormal">Ada nelayan pulang bersandar</p>
<p class="MsoNormal">Ada lagu pesisir bisa kau dengar</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align: right"><strong>Sridewanto Edi/110609</strong></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://unclegoop.dagdigdug.com/?p=24&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_24" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.dagdigdug.com/2009/07/09/lagu-pesisir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
