melintas batas
tak terjelaskan
Kutipan dari ‘Bekisar Merah’
Jul 16th
Bagi seorang santri kuno seperti Eyang Mus, suluk yang diantar oleh irama gambang tak lain adalah tangis rindu seorang kawula akan Gustinya; tangis seorang pengembara yang ingin menyatu kembali dengan asal-mula dan tujuan akhir segala yang ada, sangkan paraning dumadi. Maka bila sudah tenggelam dalam suluk-nya Eyang Mus lupa akan sekeliling, mabuk, keringat membasahi tubuh dan air matanya berjatuhan. Suaranya ngelanguk menusuk malam, menusuk langit. Apalagi bila yang ditembangkan adalah bait-bait pilihan.
Adalah manusia istimewa yang telah sampai kepada kebenaran sejati; pandangan hatinya menjadi bening begitu ia berhadapan dengan Tuhan. Luluh lebur segala tabir dunia. Pandangannya larut dalam kebesaran Tuhan-nya. Tak putus menyebut nama-Nya. Baginya yang ada hanyalah Allah.
Semua geraknya menjadi sembah, salat jiwanya tegak sepanjang waktu bahkan ketika raganya dalam keadaan tak suci. More >
Kata-kata Edisi Minggu Pertama Juli 2010
Jul 1st
Kata yang sering digunakan pada minggu-minggu ini kurang lebih: Babi, Sampul, Majalah Tempo, Polisi.
Ada yang hendak menambahkan, kata-kata apa lagi, ya?
Oiya, bagaimana dengan: FPI, Kekerasan, Banyuwangi?
Rasa-rasanya sering pula mendengarnya, namun saya kurang suka.
Bagaimana dengan Anda?
Kadar
Mar 28th
Tentu saja bukan sekadar aksara ‘e’ di dalam sekedar
Hanya satu huruf itu yang membedakan
Dan kau pun akan selalu terbawa dari ‘kedar’ ke ‘kadar’
Karena ‘kedar’ ada namun tanpa makna
Saat ‘kedar’ hanya menjadi penunjuk untuk ‘kadar’
Jadi, mengapa masih kau tulis sekedar?
Hanya sekadar mengingatkan
–
Peran
Oct 28th
Kamu bilang kamu subyek
Berarti kamu di awal mula
Eh, tapi mungkin juga kamu di akhir
Satu yang pasti, kamu harus ada
Lantas, kamu diubah menjadi obyek
Biasanya memang di akhir
Kadang-kadang saja di muka
Tapi tetap, kamu ada di sana
Walau, barangkali sedikit kurang beruntung
Entah kenapa
Akhirnya, inilah peranmu paling pungkasan
“pelengkap penderita”
Tidak, tak harus ada kamu
Boleh, sih, kamu dibubuhkan biar seru
Cuma itu, tak lebih
Maka, selamat sejak mula kamu sudah menderita
Sridewanto Edi/281009
ah iya, selamat hari sumpah pemuda, semoga tidak menderita, ya? ehehehe
