melintas batas
tetirah lain
Senandika Pintu Toilet Umum
Apr 25th
Ia tak pernah bosan
Pada tubuh-tubuh telanjang yang dilindunginya
Ia bosan
Pada air, pada basah yang menempel di tubuhnya
Tapi ia mulai bimbang
Apa jadinya bila air dan basah tak ada?
Akankah tubuh-tubuh itu tetap keluar-masuk melewatinya?
--
~http://dewantoedi.blogspot.com/~
Pada tubuh-tubuh telanjang yang dilindunginya
Ia bosan
Pada air, pada basah yang menempel di tubuhnya
Tapi ia mulai bimbang
Apa jadinya bila air dan basah tak ada?
Akankah tubuh-tubuh itu tetap keluar-masuk melewatinya?
--
~http://dewantoedi.blogspot.com/~
Senandika BHI
Apr 22nd
Senandika Gelas
Apr 21st
Dari samping aku melihatmu, lengkungmu, kilaumu dan sederet huruf seperti merk yang menempel di badanmu.
Kamu gelas.
Lengkungmu mendadak terlihat bagus.
Di lengkung itu, aku mencarimu, manis yang barangkali tertinggal di sana.
Di dasarmu, ada ampas. Sepertinya pahit, barangkali getir. Apa perlu aku mencoba bagaimana rasanya dan kemudian kuceritakan padamu?
Di peganganmu malah kutemukan kunci dari rasa manis dan pahit. Hanya dengan menggenggamnya erat, tak hendak melepas.
Bolehkah?
Kamu gelas.
Lengkungmu mendadak terlihat bagus.
Di lengkung itu, aku mencarimu, manis yang barangkali tertinggal di sana.
Di dasarmu, ada ampas. Sepertinya pahit, barangkali getir. Apa perlu aku mencoba bagaimana rasanya dan kemudian kuceritakan padamu?
Di peganganmu malah kutemukan kunci dari rasa manis dan pahit. Hanya dengan menggenggamnya erat, tak hendak melepas.
Bolehkah?
Kadar
Mar 28th
Tentu saja bukan sekadar aksara ‘e’ di dalam sekedar
Hanya satu huruf itu yang membedakan
Dan kau pun akan selalu terbawa dari ‘kedar’ ke ‘kadar’
Karena ‘kedar’ ada namun tanpa makna
Saat ‘kedar’ hanya menjadi penunjuk untuk ‘kadar’
Jadi, mengapa masih kau tulis sekedar?
Hanya sekadar mengingatkan
–
