tetirah lain

Senandika Amerika Slovenia

Inikah cerita mengenai jumlah penduduk?
Atau kekuatan ekonomi dan politik dunia?
Jawabannya bukanlah itu semua.

Seperti Amerika adalah raksasa
Sementara Slovenia adalah liliput
Bila mengenai jumlah penduduk atau hal lain
Boleh saja perumpamaan itu dipakai

Namun ini sepak bola, Bung!
Sepak bola di luar apa yang disebutkan di atas

Karena di sepak bola
Liliput itu merepotkan raksasa
Bahkan sempat meresahkannya

Hanya di sepak bola pula
Raksasa itu mesti berjuang keras
Sepanjang lagai, sepanjang permainan

Hanya di sepak bola
Tak ada unggul sebentar
Konsistensi adalah sepanjang laga
Menjadi sebuah keniscayaan

Barangkali di sepak bola pula
Tak ada liliput sonder raksasa
Semua mesti berlari
Menorehkan gol
Menerakan kemenangan


Senandika Jerman Serbia



Kemenangan pertama bukanlah jaminan
Kendati skor besar yang didapat pun

Kekalahan pertama juga tak berarti penghalang
Bisa tiba-tiba menjelma menjadi benteng kokoh yang menghadang serangan

Permainan ini kembali mengingatkan
Kebahagiaan kemenangan
Kenestapaan kekalahan
Kewaspadaan permainan

Waspadalah... waspadalah....
Karena sepak bola bukan hanya soal pelaku
Namun juga tentang kesempatan istimewa


Senandika Argentina Korea

Ini bukan mengenai kesamaan benua
Toh lautan yang membentang memisahkan
Ah, apalagi bicara geografi, bukan itu.

Ini mengenai harapan yang dipupuk sejak peluit belum berbunyi
Ini mengenai senyum yang disunggingkan maknakala lagu kebangsaan berdendang
Dan senyum pula di akhir yang menyenangkan

Bersama kibaran rambut pemain-pemain gondrong
Seperti surai kuda yang berkibar-kibar
Harapan itu pun berlarian

Berbareng teriakan dari pinggir lapangan
Gondrong, berjanggut namun necis dengan jasnya
Gol demi gol tercipta
Sebuah kelegaan di akhirnya
Selamat Argentina
Maju terus panjangkan rambutmu!
Hayah!


Senandika Yunani Nigeria

Sebuah kartu merah awal mulanya
Dengan 10 pemain menjadi bulan-bulanan
Dikurung, tak bisa bernafas lega
Serangan pun dibangun setengah hati, tertahan


Dan sengatan petir para dewa tak kunjung henti
lintasannya mewarnai gelap malam
Mencabik, membuat luka


Elang super itu pun harus pulang
Melintasi mega-mega
Di mana di sana para dewa sedang tersenyum sekaligus khawatir
Melihat khayangan yang pintunya masih tertutup
Atau jatuh terhempas ke bumi



Untuk elang yang terluka, selamat jalan pulang
Hati-hati di jalan
Senang melihat kepakan sayapmu