tetirah lain

Senandika Gelas

Dari samping aku melihatmu, lengkungmu, kilaumu dan sederet huruf seperti merk yang menempel di badanmu.

Kamu gelas.

Lengkungmu mendadak terlihat bagus.

Di lengkung itu, aku mencarimu, manis yang barangkali tertinggal di sana.

Di dasarmu, ada ampas. Sepertinya pahit, barangkali getir. Apa perlu aku mencoba bagaimana rasanya dan kemudian kuceritakan padamu?

Di peganganmu malah kutemukan kunci dari rasa manis dan pahit. Hanya dengan menggenggamnya erat, tak hendak melepas.

Bolehkah?