tetirah lain

Senandika Uruguay Ghana

Pertanyaan yang bisa diajukan untuk Ghana adalah:
“Kalau bisa mudah kenapa dipersulit?”

Bukankah pada akhir babak perpanjangan waktu
Kemenangan hampir digenggam
Manakala Gyan gagal mengeksekusi penalti di detik paling pungkasan itu
Seakan nasib sudah ditulis
Jalannya cerita sudah digariskan
Kegagalan itu seolah menjadi penanda

Ada pula tetenger lain yang juga pantas dicatat
Ialah ketika Suares tertawa persis setelah ia berurai air mata
Itu selayaknya tawa gembira pasca derita
Maka bolehlah itu pun menjadi penanda

Namun, hendaknya diingat
Tak ada yang mudah di sini
Siapa juga yang hendak mempersulit?
Lebih penting lagi, layakkah penanda, tetenger dihiraukan?
Bola bergulir lengkap dengan mudah dan sulitnya
Bola melambung lengkap dengan segenap penanda
Apa pun itu, kembali ada yang pulang, kembali ada yang terus melaju


Senandika Belanda-Brasil

Unggul satu gol di awal laga bukan berarti sudah menang
Manakala konsentrasi terpecah muncul potensi kalah
Karena permainan ini bukan hanya di awal
Tapi yang lebih penting adalah hasil akhir

Brasil tampak sudah jumawa dengan gol yang hanya sebiji
Itu pun di awal, manakala laga layaknya baru pemanasan

Upaya Belanda di lain sisi tak kendat
Bola dialirkan maju terus
Dan gol demi gol pun tercipta
Kendati upaya provokasi yang dilakukan
Sedikit mencederai keindahan laga

Manakala jumlah pemain menjadi tak imbang
Biar begitu, bukankah malah jadi bagian permainan?
Tak terpisahkan, menjadi bagian integral

Dan sepihak harus tertunduk lesu
Mengambil nafas dalam-dalam, hilangkan galau
Lantas mengepak koper

Pihak lain boleh tersenyum
Namun bukan seterusnya, karena hanya sementara
Sebab laga masih tersisa
Sedangkan laga belum habis
Bukankah perjalanan masih berlanjut? Beberapa saat lagi.


Kata-kata Edisi Minggu Pertama Juli 2010

Kata yang sering digunakan pada minggu-minggu ini kurang lebih: Babi, Sampul, Majalah Tempo, Polisi.

Ada yang hendak menambahkan, kata-kata apa lagi, ya?

Oiya, bagaimana dengan: FPI, Kekerasan, Banyuwangi?

Rasa-rasanya sering pula mendengarnya, namun saya kurang suka.

Bagaimana dengan Anda?

Senandika Belanda Jepang

Pasukan samurai menyerang bergelombang
Tak takut dengan nama besar
Jelas sekali nampak merepotkan

Sementara itu, tim orange hampir-hampir putus asa
Serangannya membentur pertahanan kuat para samurai

Di lain sisi, sesekali sabetan samurai pun mengancam
Pada dam Belanda yang rawan jebol

Hingga satu kali sebuah tendangan geledek
Diam-diam berhasil menyusup di antara tembok kokoh
Kendati sempat ditepis dan berubah arah
Namun gawang seperti rindu pada bola

Kosong yang minta diisi
Dan orange berhasil mengisinya
Takdir pun berlanjut
Kisah masih akan terus dirajut