Category Archives: pintu jiwa

Nasihat Bapak 2

Manakala saya pulang ke rumah dan bertemu keluarga tentu banyak hal yang diperbincangkan. Terkadang, pembicaraan melantur ke mana-mana, diselingi tawa, cibiran, dan sendau gurau. Menemani obrolan itu, teh hangat khas yang khusus dan hanya bisa ditemukan di rumah menemani. Tak ketinggalan cemilan seadanya turut menggoyang lidah. Seru sekali biasanya obrolan berlangsung.

Seperti kemarin saat saya pulang karena istri mau memotong kambing qurban di kampung. Seperti biasa, perbincangan pun tergelar. Dimulai dari update informasi, yaitu mengabsen tetangga di kampung yang meninggal akhir-akhir ini. Barangkali aneh, tapi buat saya itu penting. Dengan pengetahuan itu, nanti saat lebaran, saya tak akan salah bicara saat sowan ke tetangga. Misalnya, saya masuk ke rumah orang, terus ketemu sama nyonya rumah, bisa-bisa saya menanyakan di mana tuan rumah berada. Apabila si tuan sudah meninggal dunia, tentu suasana yang tercipta akan terasa aneh, bukan?

Berdasarkan informasi kemarin, saya jadi tahu, bahwa Pak A meninggal dunia di Arab saat baru 10 hari menginjakkan kaki di sana untuk menunaikan ibadah haji. Pembicaraan pun berkembang membahas cerita-cerita yang dialami oleh jamaah haji di tanah suci sana.

Topik ganti lagi, sekarang mengenai stres yang berujung pada sakit. Oh, iya, jadi rupanya sakit itu ada dua macam. Satu, sakit memang karena penyakit, misalnya ya batuk pilek karena mimik es pas siang-siang atau kehujanan. Kedua, sakit karena stres. Ini aneh, biasanya ditandai dengan mumet alias pening yang tak kunjung sembuh biarpun sudah minum aneka macam obat.

pusinggggggg!

Jenis penyakit yang kedua itu, kalau menurut analisis Bapak yang terkadang sok tahu, tapi mungkin juga ada benarnya, disebabkan karena pikiran si sakit itu sendiri. Nah, guna mengatasi penyakit semacam itu, beliau memberikan nasihat, bahwa dalam menjalani kehidupan ini, seseorang hendaknya bisa melakukan tiga hal berikut ini:

Wening ing cipta

Bahasa inggris untuk wening ing cipta adalah positive thinking alias berprasangka baik. Kata beliau, dengan berprasangka baik, maka pikiran akan jauh lebih tenang. Tak risau pada apa yang akan terjadi, tak curiga, tak berandai-andai. Selalu berharaplah yang terbaik akan terjadi dan biasanya memang itu yang terjadi.

Sumeleh ing rasa

Arti bebas dari sumeleh ing rasa itu kurang lebih ya bersyukur. Bersyukur dengan apa yang dimiliki saat ini. Bagaimana caranya? Kata Bapak cara termudah untuk bersyukur adalah beribadah dengan sebaik-baiknya, berbagi dengan orang lain yang membutuhkan, yah, semacam itulah.

Pener ing pakarti

Hal terakhir, yakni pener ing pakarti artinya bekerja yang baik. Pada poin ini, Bapak mencontohkan kasus Pak Akil. Bermain-main, tak sungguh-sungguh, menyerempet bahaya, melanggar peraturan, mestinya jangan sekali-kali dilakukan atau kau akan tahu akibatnya.

Demikianlah, barangkali ada di antara kawan-kawan yang sering pusing tak kunjung sembuh, cobalah melakukan tiga hal di atas. Semoga sakit kepalamu itu akan hilang dan bahagia hidupmu. Amin….

Baca juga Nasihat Bapak sebelumnya di sini

Gambar meminjam dari sini