Category Archives: pintu jiwa

Belajar pada Flora dan Fauna

Malam kemarin dingin menelusup di antara pori-pori jaket yang saya kenakan. Di Kota Batu Malang, bolehlah Anda bayangkan dinginnya seperti manakala Anda berpakansi ke Kaliurang atau Puncak. Dingin yang hadir bersamaan dengan angin yang bertiup. Tiba-tiba brrr…. dan kemudian jaket lebih dirapatkan lagi, tangan bersedakap lebih erat.

Pada malam yang seperti itu, di lobby penginapan kami duduk membicarakan apa saja. Tak banyak yang saya ingat, namun ada juga yang sempat mampir di kepala tak hendak pergi.

Sejatinya itu bukan dialog, lebih tepat ngaji, belajar pada seorang senior. Dia membicarakan tentang banyak hal, mulai dari yang remeh sampai yang cukup berat.

Satu di antaranya yang saya ingat adalah mengenai keserakahan. Dia mencontohkan sebatang pohon. “Dari pohon itu kita bisa belajar,” kata dia. Di mana pun pohon itu ditanam, dia akan berusaha tumbuh dengan segala keterbatasan atau keberlimpahan lingkunganya. Bila lingkungannya berlimpah, maka suburlah ia. Namun, bila kekurangan yang ditawarkan lingkungannya, maka matilah ia tak sempat tumbuh.

Kendati membutuhkan air, pohon tak pernah mencari tempat yang lebih basah. Bandingkan dengan manusia yang serakah mencari tempat yang basah.

Selanjutnya, senior itu juga mencontohkan betapa bersahajanya binatang. Mereka, para fauna itu, makan hanya ‘sak dermo’ atau sekadar memenuhi kebutuhan dasarnya. Lagi-lagi dia membandingkan dengan manusia, yang katanya tak cukup sekadar kenyang, kalau bisa mengantongi, pasti akan dilakukan juga.

Barangkali, kita perlu bertanya pada flora bagaimana caranya ia tak serakah. Mungkin, kita juga mesti bertanya pada fauna, bagaimana caranya dia hidup sederhana.

Sebuah Bulan yang Ingin Dilupakan

1072482_calendarBarangkali dalam setiap episode kehidupan seseorang, ada waktu saat kita ingin menghapus episode itu agar tak perlu mengingat lagi.

Januari 2013 bagi saya masuk dalam kategori episode yang ingin dihapus. Kebahagiaan yang sangat di bagian awal kemudian diakhiri dengan kesedihan mendalam.

01 Januari 2013, sekitar jam 08.00, istri saya melalui telepon membangunkan dari tidur. Dia cerita baru saja test pack dan positif. Yay! Senang sekali. Continue reading

Buddha

sidhharta_gautamaKebenaran Mulia

  • Kebenaran Mulia Pertama: Kehidupan mengandung penderitaan
  • Kebenaran Mulia Kedua: Penderitaan memiliki sebab, dan sebabnya dapat diketahui
  • Kebenaran Mulia Ketiga: Penderitaan dapat diakhiri
  • Kebenaran Mulia Keempat: Jalan untuk mengakhiri penderitaan memiliki delapan ruas

-oOo-

Delapan Ruas Jalan Utama

  • Pandangan Benar
  • Pikiran Benar
  • Perkataan Benar
  • Perbuatan Benar
  • Mata Pencaharian Benar
  • Daya Upaya Benar
  • Kesadaran Benar
  • Meditasi Benar

-oOo-

Tiga Fakta Mendasar Tentang Keberadaan

  1. DUKHA, kehidupan tidak memberikan kepuasan. Kenikmatan dalam duania materi bersifat sementara. Kesengsaraan akan muncul tanpa bisa ditolak. Karena itu, tak satu pun pengalaman kita dapat memberikan kepuasan mendalam. Perubahan takkan pernah berhenti.
  2. ANICCA, segalanya tidak kekal. Semua pengalaman terus berganti dan berubah. Sebab dan akibat bergerak tanpa henti dan membingungkan. Karena itu seseorang takkan pernah mendapatkan kepastian dan kekekalan.
  3. ANATTA, diri yang tanpa aku yang kekal tak dapat diandalkan dan sepenuhnya tidak nyata. Apa yang kita sebut jiwa dan kepribadian hanyalah khayalan dan bayangan. Kita tak pernah berhenti berusaha untuk membuat diri kita nyata, tapi kita juga tak pernah berhasil. Karena itu kita berpegang pada kepercayaan terhadap ilusi.

-oOo-

Ditera ulang dari ‘Buddha’ karya Deepak Chopra