<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>unclegoop[dot]com &#187; pintu jiwa</title>
	<atom:link href="http://unclegoop.com/category/pintu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://unclegoop.com</link>
	<description>melintas batas ruang dan waktu</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 02:37:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Simbah dan Bapak</title>
		<link>http://unclegoop.com/2012/01/19/simbah-dan-bapak/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2012/01/19/simbah-dan-bapak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 14:08:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[pintu jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Bapak]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Ojek]]></category>
		<category><![CDATA[Sayur]]></category>
		<category><![CDATA[Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=1904</guid>
		<description><![CDATA[Dua orang itu sudah sama sepuh. Sejak 1960-an mereka sudah mengarungi lautan Jakarta. “Waktu itu belum seramai sekarang. Rumah saja masih beberapa, kebanyakan, mah, kebon.” Ujar Sang Bapak bernostalgia. Bapak itu sehari-hari kalau pagi menjadi tukang ojek. Kalau siang entah apa lagi kesibukannya, saya pun kurang paham dan enggan bertanya. Sekali waktu, pernah juga saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/01/Old_man_holding_woman.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1905" title="Old_man_holding_woman" src="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2012/01/Old_man_holding_woman.jpg" alt="" width="323" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dua orang itu sudah sama sepuh. Sejak 1960-an mereka sudah mengarungi lautan Jakarta. “Waktu itu belum seramai sekarang. Rumah saja masih beberapa, kebanyakan, mah, kebon.” Ujar Sang Bapak bernostalgia.</p>
<p style="text-align: justify;">Bapak itu sehari-hari kalau pagi menjadi tukang ojek. Kalau siang entah apa lagi kesibukannya, saya pun kurang paham dan enggan bertanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekali waktu, pernah juga saya meminta bantuannya untuk menutup lubang angin di atas jendela. Lubang itu memang harus ditutup agar AC dapat bekerja dengan baik dan air hujan tak masuk ke dalam rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Simbah, ya, istri Sang Bapak rasanya yang lebih berperan. Bila pagi ia menjual lontong sayur dan gorengan dibantu oleh putri bungsunya. Tak hanya itu, Simbah pun menyediakan galon air minum dan gas tiga kilogram.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tempat Simbah itulah, saya biasa membeli galon dan gas. Juga manakala Chinta tak masak, saya akan mencari lauk, nasi uduk atau lontong sayur ke sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang agak janggal kenapa Sang Suami dipanggil ‘Bapak’ sementara Si Istri dipanggil ‘Simbah’. Awal mulanya bagaimana saya pun tak tahu. Namun begitu, kalau menilik fisiknya, memang Simbah terlihat lebih tua.</p>
<p style="text-align: justify;">Gigi sudah tanggal dari gusi, hanya menyisakan rongga mulut yang kosong, ompong. Hal lain yang terjadi, ia pun lebih suka menyebut dirinya sendiri dengan ‘Simbah’.</p>
<p style="text-align: justify;">Pernah satu waktu, barangkali karena sudah malam, saat saya membeli galon ia keliru memberikan uang kembalian. Saya pun memberi tahu beliau, dan saat yang sama saya juga mengungkapkan kekhawatiran, mana tahu bila pagi dan banyak orang membeli sayur—sebuah hal yang sering terjadi—beliau juga salah memberikan kembalian kepada para pembeli itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kawan, tahukah apa jawaban Simbah atas pertanyaan saya itu? Ia berkata, “Simbah memang sudah tua, sering salah, hehe. Tapi tak apa, kalau pagi itu, mereka yang beli baik, kok, selalu memberi tahu kalau Simbah salah kasih kembalian.”</p>
<p style="text-align: justify;">Terkadang dalam doa ketika menghadiri perkawinan atau menulis ucapan di kado kita akan berkata, “Semoga bisa langgeng sampai kakek-kakek dan nenek-nenek.” Rupa-rupanya tak harus selalu begitu, kadang bisa juga seperti ‘Simbah dan Bapak’ yang selalu rukun dan bahu-membahu menjalani dan mengisi hari-hari tua mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.fortunecity.com/westwood/arch/769/Vigeland/Old_man_holding_woman.jpg" target="_blank">asal gambar</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2012/01/19/simbah-dan-bapak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesan Nabi Khidr</title>
		<link>http://unclegoop.com/2011/12/23/pesan-nabi-khidr/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2011/12/23/pesan-nabi-khidr/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 00:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[pintu jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[ceramah]]></category>
		<category><![CDATA[Khidr]]></category>
		<category><![CDATA[Musa]]></category>
		<category><![CDATA[pesan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=1821</guid>
		<description><![CDATA[Nabi Musa belajar kepada Nabi Khidr, sayang saat ia diminta tak banyak tanya, Musa tak sabar. Khidr pun pergi meninggalkan Musa di belakang dan tak mau lagi mengajarkan kebijaksanaan kepadanya. Kendati begitu, ada pesan dari Khidr yang barangkali boleh dicatat. Pesan itu adalah: Jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain Tinggalkanlah sesuatu yang tak berguna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nabi Musa belajar kepada Nabi Khidr, sayang saat ia diminta tak banyak tanya, Musa tak sabar. Khidr pun pergi meninggalkan Musa di belakang dan tak mau lagi mengajarkan kebijaksanaan kepadanya. Kendati begitu, ada pesan dari Khidr yang barangkali boleh dicatat. Pesan itu adalah:</p>
<ol>
<li>Jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain</li>
<li>Tinggalkanlah sesuatu yang tak berguna</li>
<li>Tampilkanlah wajah yang cerah</li>
<li>Janganlah menjadi orang yang pemarah</li>
<li>Janganlah berjalan tanpa tujuan</li>
</ol>
<p>Demikian pesan Khidr sesuai yang disampaikan oleh penceramah pada kultum sehabis dhuhur kemarin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2011/12/23/pesan-nabi-khidr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ikhlas</title>
		<link>http://unclegoop.com/2011/12/16/ikhlas/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2011/12/16/ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 00:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[pintu jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=1790</guid>
		<description><![CDATA[Sesekali boleh, dong, seperti orang benar, haha. Maksud saya, coba kali ini izinkan saya menyarikan apa kata Pak Ustadz dari kultum selepas dzuhur kemarin. Menurut beliau, laku ibadah seseorang akan diterima bila ada satu syarat yang harus terpenuhi, yaitu ikhlas dalam menjalankan ibadah tersebut. Ikhlas berarti alasan sesuatu dilakukan adalah  untuk Tuhan semata. Di dalamnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sesekali boleh, dong, seperti orang benar, haha. Maksud saya, coba kali ini izinkan saya menyarikan apa kata Pak Ustadz dari kultum selepas dzuhur kemarin.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut beliau, laku ibadah seseorang akan diterima bila ada satu syarat yang harus terpenuhi, yaitu ikhlas dalam menjalankan ibadah tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikhlas berarti alasan sesuatu dilakukan adalah  untuk Tuhan semata. Di dalamnya tak terkandung niat-niat yang lain. Sebab munculnya keikhlasan adalah Tuhan semata, bukanlah orang lain atau sebab-sebab lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikhlas bisa hilang manakala ada suatu pujian yang membuat kita lupa diri. Karenanya, Nabi mengingatkan agar kita melempar seseorang yang memuji kita dengan pasir. Tentu bukan dalam artian harfiah. Ini sekadar pengingat, bahwa sebuah pujian, bisa menjadi sebab hilangnya keikhlasan. Gawatnya, keikhlasan bisa hilang setiap saat, misalnya karena kita riya’ atau sombong.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu cara yang dapat ditempuh agar keikhlasan terus terjaga adalah dengan memurnikan niat kita. Cobalah ditengok ulang, apakah niat kita saat, misalnya, menikah, bekerja dll. Apa sebab dari itu semua kita lakukan? Apakah Tuhan semata alasan di balik setiap yang kita lakukan atau adakah alasan lain?</p>
<p style="text-align: justify;">Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan amalan ibadah secara diam-diam, tak perlu orang lain tahu. Cukup kita dan Tuhan saja yang tahu. Dengan demikian, insyaallah keikhlasan akan terjaga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2011/12/16/ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasihat Bapak</title>
		<link>http://unclegoop.com/2011/11/30/nasihat-bapak/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2011/11/30/nasihat-bapak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 04:56:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[pintu jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Bapak]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[mi instan]]></category>
		<category><![CDATA[nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[senang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=1773</guid>
		<description><![CDATA[Keinginan yang tak terkontrol itu membuahkan bencana…. Awal mulanya adalah sebungkus mi instan. Ia tergeletak di dekat kompor dan pasrah menanti disikat. Tak jauh dari situ, sepanci sayur lodeh dari Chinta pun menatap menggoda. Lalu kenapa pula saya harus memilih mi instan alih-alih sayur lodeh Chinta? Nah, di sinilah bencana itu bermula. Seperti biasa, saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2011/11/httpvi.sualize.usview4d0ae60ed96794c316b874c754a503dc.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1774" title="" src="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2011/11/httpvi.sualize.usview4d0ae60ed96794c316b874c754a503dc-216x300.jpg" alt="" width="216" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Keinginan yang tak terkontrol itu membuahkan bencana….</p>
<p style="text-align: justify;">Awal mulanya adalah sebungkus mi instan. Ia tergeletak di dekat kompor dan pasrah menanti disikat. Tak jauh dari situ, sepanci sayur lodeh dari Chinta pun menatap menggoda.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu kenapa pula saya harus memilih mi instan alih-alih sayur lodeh Chinta?</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, di sinilah bencana itu bermula. Seperti biasa, saat Chinta pulang mburuh ia akan bertanya, “Tadi makan apa, Daddy?”</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan lugu dan tanpa dosa saya pun menjawab ringan, “Mi instan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Wuah, sebuah jawaban yang seratus persen salah! Karena dengan jawaban saya itu, maka ia pun ngambek.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya, semenjak Bapak <a title="tulisan mengenai bapak yang lain :D" href="http://unclegoop.com/2011/11/18/saat-bapak-mengirim-sms/" target="_blank">bisa sms-an</a>, maka si penerima tak hanya saya. Terkadang, beliau pun mengirimkan sms kepada Chinta, ya istri saya itu. Singkat cerita, akibat keinginan saya menyikat mi instan itu, maka Chinta pun mengadu kepada Bapak, hahaha. Matek aku.</p>
<p style="text-align: justify;">Wah, sudah berdebar hati ini kena marah Bapak, haha. Kendati beliau tak pernah marah, malah itu yang membuat saya khawatir. Bukankah orang yang tak pernah marah, kalau marah itu mengerikan?</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu kenapa Bapak mesti marah? Entah, ya, saya pun kurang tahu. Tapi menurut perasaan saya, beliau itu sayang banget sama si Chinta. Lah, saya sudah mengecewakan putri kesayangannya itu, wajar bukan bila beliau marah?</p>
<p style="text-align: justify;">Lantas, apakah kemudian Bapak marah?</p>
<p style="text-align: justify;">Syukurlah ternyata tidak.</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau dengan gayanya yang khas saat mengirim sms mengingatkan kewajiban seorang suami kepada istri. Hmmm… apakah kewajiban-kewajiban itu? Silakan disimak:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><em>Ngayani</em>, artinya bisa mencukupi kebutuhan istri</li>
<li><em>Ngayomi</em>, artinya melindungi keselamatan dan harga diri istri</li>
<li><em>Ngayemi</em>, artinya selalu dapat membuat senang</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Wehhh… ternyata begitu. Jadi biarpun saya sudah menikah selama hampir setahun, terkadang masih harus diingatkan lagi. Di akhir sms-nya beliau pun menulis “Apabila hal itu bisa dilakukan, insyaalloh keluarga akan damai. Sementara itu, kewajiban istri adalah <em>mugen, tegen </em>dan <em>rigen. </em>Artinya biar Chinta sendiri nanti yang tanya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Maaf, untuk kewajiban istri, saya tanyakan dulu ke Chinta, ya. Harap bersabar menunggu. <img src='http://unclegoop.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Gambar dipinjam dari <a href="http/vi.sualize.us/view/4d0ae60ed96794c316b874c754a503dc">sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2011/11/30/nasihat-bapak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Bapak Mengirim SMS</title>
		<link>http://unclegoop.com/2011/11/18/saat-bapak-mengirim-sms/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2011/11/18/saat-bapak-mengirim-sms/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 00:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[pintu jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[hape]]></category>
		<category><![CDATA[perantauan]]></category>
		<category><![CDATA[SMS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=1755</guid>
		<description><![CDATA[Sudah cukup lama kami&#8211;putra-putra Bapak&#8211;meminta beliau untuk membawa hape sendiri. Sekali waktu, bahkan saya berikan hape CDMA yang sudah jarang saya pakai untuk beliau. Sengaja saya haturkan hape itu karena pengoperasiannya mudah dan tidak membutuhkan keterampilan yang aneh-aneh seperti hape-hape canggih lainnya. Sayangnya, bahkan untuk yang mudah pun beliau enggan untuk belajar. Kebetulan, si ragil—adik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2011/11/text_messaging_adults.jpg"><img class="size-medium wp-image-1756 aligncenter" title="text_messaging_adults" src="http://unclegoop.com/wp-content/uploads/2011/11/text_messaging_adults-300x172.jpg" alt="sms-an" width="300" height="172" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sudah cukup lama kami&#8211;putra-putra Bapak&#8211;meminta beliau untuk membawa hape sendiri. Sekali waktu, bahkan saya berikan hape CDMA yang sudah jarang saya pakai untuk beliau.</p>
<p style="text-align: justify;">Sengaja saya haturkan hape itu karena pengoperasiannya mudah dan tidak membutuhkan keterampilan yang aneh-aneh seperti hape-hape canggih lainnya. Sayangnya, bahkan untuk yang mudah pun beliau enggan untuk belajar.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebetulan, si ragil—adik terakhir—saat itu masih ada di rumah. Jadilah ia yang selalu menjadi perantara antara saya yang berada di perantauan dengan Bapak. Dengan demikian masalah komunikasi pun selesai.</p>
<p style="text-align: justify;">Seiring waktu, adik pun harus pergi meninggalkan rumah untuk kuliah di kota lain. Nah, di sini mulai muncul masalah. Memang ada adik kedua yang masih berada di rumah, namun ia sibuk sendiri dan Bapak pun sepertinya enggan meminta tolong padanya, haha.</p>
<p style="text-align: justify;">Lantaran terpaksa, akhirnya Bapak pun mulai menggunakan hape. Saya kurang tahu bagaimana si ragil memberikan pelajaran menggunakannya. Saya hanya bisa membayangkan betapa sulitnya dua orang itu saling bertukar pikiran. Satu sisi menganggap itu hal yang sangat mudah, di sisi lain malas belajar sudah menjangkit seperti radang.</p>
<p style="text-align: justify;">Singkat cerita, Bapak pun mulai bisa menggunakan hape. Lucu sekali kala pertama saya menerima sms dari beliau. Banyak sekali singkatan yang tak lazim dan membuat saya tak mengerti apa yang ingin dikatakannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar mudah dan sekalian belajar, saya pun menyarankan kepada beliau agar tak usah menggunakan banyak singkatan. Alhasil, beliau sudah bisa mengirimkan sms dengan benar, sangat benar malah. Hal ini terjadi karena semua kata oleh beliau ditulis lengkap. Lebih jauh, beliau juga menggunakan gaya bahasa yang ada di buku-buku pelajaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua hal itu tak urung membuat bibir saya menyunggingkan senyuman. Kendati saya tak berani untuk tertawa terlampau lebar. Bagaimana pun, bukankah saya harus menghargai usaha beliau? <img src='http://unclegoop.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang, beliau lebih rajin mengirimkan sms daripada saya. Setidaknya satu hari sekali beliau akan mengecek kondisi putra-putrinya ini. Satu hal yang selalu membuat saya tersenyum-senyum sendiri adalah: beliau selalu membubuhkan ‘Bpk’ di akhir sms-nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Gambar meminjam dari <a href="http://www.emarcom.com/images2/text_messaging_adults.jpg">sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2011/11/18/saat-bapak-mengirim-sms/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
