Category Archives: loteng baca

Izin untuk Nak Joko

Jokowi_dan_JK

Hari ini, calon presiden Joko Widodo mendeklarasikan calon wakil presidennya, yaitu Jusuf Kalla. Pemberitaan mengenai hal itu pasti sudah banyak dan mungkin membuat bosan.

Namun, dalam rangkaian deklarasi Capres dan Cawapres Joko Widodo, ada satu adegan yang mengharukan.

Di televisi, banyak gambar yang disajikan, namun ada sekilas adegan yang terekam jelas di benak saya. Barangkali rangkaian gambar ini pun tak menarik perhatian banyak orang. Jadi, suatu kebetulan saja kalau saya sampai melihatnya.

Siang itu, selepas para pemimpin partai memberikan pernyataan, tibalah giliran Jokowi untuk meminta izin. Dia meminta izin untuk mendeklarasikan pencapresannya dan sekaligus pengumuman siapa yang akan terpilih sebagai wakilnya.

Setelah berpidato sebentar, Jokowi kemudian segera berjalan dengan cepat meninggalkan rumah Ketua Umum PDIP, Megawati.

Nah, saat itulah momen yang tak sengaja itu terekam. Mendadak, cameramen mengambil gambar deretan para ketua umum yang masih duduk di kursi.

Pandangan mereka jauh, melihat ke punggung Jokowi, seperti mengantar kepergian Jokowi.

Bagi saya, momen yang sejenak ini terasa istimewa. Saya kemudian teringat para orang tua yang sedang mengantar kepergian anaknya.

Seperti orang tua yang melepas anaknya untuk bersekolah pertama kali di pintu gerbang. Selayaknya orang tua yang mengantar anaknya ke terminal bis karena akan bekerja di kota lain.

Para orang tua itu saya duga lebih senang bila anak-anaknya tetap berada di rumah dalam pelukannya. Lebih senang bila tetap berada di bawah pengawasannya. Lebih senang bila berada dekat.

Namun, para orang tua itu kemudian harus ikhlas. Anaknya tak akan selamanya ada di dalam rumah. Dia perlu keluar untuk sesuatu yang lebih besar. Sesuatu yang berguna untuk masa depannya.

Anak adalah persembahan orang tua untuk dunia, untuk masa depan. Meski orang tua tak pernah tahu apakah anaknya akan berhasil atau tidak, akan kembali atau tidak. Orang tua tetap mendorong, merestui, dan mendukung dari belakang, sampai anak itu bisa, sampai anak itu berhasil.

Bagi saya, sekelumit adegan tersebut dan maknanya yang sewenang-wenang saya berikan, entah kenapa menimbulkan haru.

Sila baca juga puisi karya Kahlil Gibran ‘Anakmu bukan Anakmu’ di sini

Gambar dipinjam dari sini

Rahasia Belahan Jiwa

Broken_mirror

Orang seringkali berpikir, bahwa belahan jiwa adalah pasangannya yang sempurna. Namun, belahan jiwa sesungguhnya seperti cermin. Seseorang yang menunjukkan  dirimu, termasuk segala sesuatu di belakang dari masa lalu yang menahanmu. Dia ada untuk membawamu kepada sebuah perubahan yang jumbuh dengan keinginanmu.

Belahan jiwa sejati barangkali adalah orang terpenting yang pernah menemuimu. Dia merubuhkan tembok pertahanan dan menampar, membangunkanmu. Namun, mungkinkah hidup dengannya untuk selamanya?

 Ah, sangat menyakitkan.

Belahan jiwa, dia datang dalam hidupmu hanya untuk menunjukkan bagian lain dari dirimu. Bagian yang mungkin kamu sendiri tak tahu ada di sana. Kemudian, dia akan pergi.

Belahan jiwa datang untuk meninggikanmu, sedikit mematahkan egomu, menunjukkan halangan dan kecanduanmu, membuka ruang baru di hatimu sehingga cahaya baru bisa memasukinya, membuatmu sangat putus asa dan lepas kendali dan kemudian mengubah hidupmu, selanjutnya memperkenalkanmu pada guru spiritual….

Sumber tulisan dari sini

Sumber gambar dari sini

3 Cara Beriklan yang Baik?

Capture_advertisement

Cobalah mengingat saat terakhir kali Anda membutuhkan sesuatu yang benar-bener diinginkan dan diperlukan. Sesuatu yang benar-benar membuat hidup Anda lebih mudah dan menyenangkan.

Apakah saat itu Anda didorong, dipaksa, atau diganggu? Saya menduga pasti tidak. Manfaat atau keuntungan yang didapat adalah sesuatu yang membuat pengalaman membeli menjadi begitu menyenangkan.

Bahkan, barangkali Anda tak sadar, bahwa saat itu ada proses beriklan. Seperti halnya ketika Anda bersekolah dan seorang murid teladan sibuk dengan urusannya sendiri. Anda tak akan sadar apa yang dilakukannya.

Kenapa Anda tak menyadari hal itu?

Jawabannya adalah, karena tak ada hal yang mencurigakan terjadi.

Hal tersebut persis sama dengan proses beriklan. Anda hanya akan sadar proses itu bila dilakukan dengan buruk dan menyangkut sebuah produk yang tidak Anda perlukan atau inginkan.

Coba perhatikan beberapa contoh kejadian berikut:

  • Satu ketika Anda sakit dan dokter keluarga memiliki kemampuan untuk memberikan satu pil yang segera menyembuhkan penyakit.
  • Satu ketika mobil Anda pecah ban dan tidak membawa ban cadangan pada tengah malam di bagian kota yang mengerikan. Mendadak sebuah ada sebuah mobil yang berhenti dan menolong.
  • Televisi Anda mendadak rusak padahal final Liga Champion akan ditayangkan sebentar lagi dan Anda menelepon teknisi untuk memperbaikinya di saat-saat terakhir.

Pada skenario-skenario tersebut di atas, apakah Anda akan marah bila orang-orang yang menolong tersebut minta imbalan yang pantas? Jawabannya tentu tidak, bukan?

Anda tak akan keberatan karena mereka membantu menyelesaikan persoalan. Mereka meluangkan waktu untuk memberikan layanan kepada Anda. Sebagai pembeli, manakala seseorang menyelesaikan masalah kita, biasanya dengan senang hati kita akan membayar atas jasa yang diberikan, bukan?

Sebagai manusia, dalam hidup Anda tentu pernah meminta atau mengajak seseorang untuk melakukan suatu hal. Jika Anda pernah meminta putra/putri Anda untuk duduk diam di kursi agar dokter bisa menusukkan jarumnya, membujuk mereka biarpun mereka histeris di hari pertama sekolah, atau meyakinkan mereka untuk tidur meskipun menangis karena masih ingin bermain. Anda melakukan hal itu terus menerus tanpa merasa bosan, sesungguhnya menunjukkan, bahwa Anda memiliki kemampuan mengajak/beriklan yang luar biasa.

Apakah Anda melakukan semua hal di atas kepada putra/putri sebagai suatu jebakan atau lelucon belaka? Tentu tidak, Anda melakukannya semata-mata karena peduli dan agar mereka belajar untuk membuat keputusan dengan bijak.

Klien atau pelanggan Anda pun begitu, terkadang mereka membutuhkan penyelesaian atas persoalan yang dihadapi, membutuhkan informasi mengenai keterampilan yang tak mereka miliki, perlu pertimbangan dalam pengambilan keputusan penting mereka. Semua orang itu memerlukan pertolongan. Namun, biarpun Anda adalah orang yang tepat untuk menolong mereka, tak akan berguna bila mereka tak percaya pada Anda.

Oleh karena itu, Anda perlu membujuk mereka. Namun, bagaimana kode etik untuk mengajak atau beriklan pada orang lain?

Pertama sekali, Anda harus mengajukan tiga pertanyaan dasar sebelum beriklan pada pembaca/pengikut dan menghindari sebuah iklan yang buruk.

Apakah Anda benar-benar mengetahui apa yang mereka inginkan, perlukan, dan harapkan?

Ajakan atau iklan Anda akan terasa buruk jika yang ditawarkan tidak relevan dengan situasi seseorang. Namun, di lain sisi sebuah ajakan yang sesuai dengan kebutuhan seseorang akan diterima dengan pikiran dan tangan terbuka.

Jadi, apakah Anda menawarkan sesuatu yang benar pada orang lain karena Anda tahu apa kebutuhan mereka seperti Anda mengetahui kebutuhan Anda sendiri?

Ataukah Anda menawarkan bantuan yang sesuai dengan kepentingan Anda sendiri tanpa mengetahui secara mendalam apa yang sebenarnya diperlukan dan diinginkan oleh pembaca Anda?

Apakah iklan atau bantuan Anda sudah berfokus pada manfaat daripada hanya tampilan semata?

Jika Anda memenuhi iklan dengan tampilan semata, maka orang akan merasa mereka sedang dijual juga. Sebuah tampilan menjawab pertanyaan “Apa ini/itu?”

Sebaliknya, manfaat menjawab pertanyaan “Apa yang akan terjadi denganku?”

Manfaat adalah suatu hal seperti, ini membantu Anda menulis lebih cepat, memberikan waktu lebih banyak untuk keluarga, atau membatu Anda lebih sehat.

Jika tawaran Anda dibingkai dalam manfaat yang diberikan, dan percaya bahwa Anda bisa menyampaikan manfaat tersebut, maka Anda telah beriklan dengan baik.

Apakah hal itu bagus untuk ibu Anda?

Barangkali terasa lucu, namun ini adalah pertanyaan paling penting dari semua hal. Jangan pernah berkata, melakukan, atau menjanjikan sesuatu yang tak ingin Anda katakan, lakukan, atau janjikan pada ibu Anda.

Jika Anda tak merasa malu, gugup, atau buruk saat menawarkan sesuatu pada ibu sendiri, maka Anda sungguh hebat. Silakan tidur nyenyak dan buatlah iklan dengan penuh percaya diri.

Sumber tulisan dari sini

Sumber gambar dari sini