Ibunda, Maxim Gorky

Ibunda_pictureIa seorang yang sudah sepuh. Bila berjalan, ia sedikit membungkuk. Di dahinya terdapat sebuah bekas luka. Keriput sudah mulai menghiasi tubuhnya, menghasilkan kerut merut yang membuat ngeri orang yang memandangnya.

Pelagia Nilovna namanya. Istri dari seorang montir, Vlassov, yang memiliki anjing dan sekaligus darah tinggi. Hobi suaminya adalah menenggak vodka sampai dia jatuh tertidur dan marah-marah. Pelagia menjadi sasaran kemarahannya, semua barang dilemparkan, pun kata-kata tak pantas berhamburan dari mulutnya.

Kedua orang tua ini memiliki seorang putra, Pavel. Dia masih muda, bersemangat dan sekaligus membenci ayahnya.

Satu hari, penyakit datang menyapa Tuan Vlassov, hingga dia menemui ajalnya. Kini, tinggallah Pelagia hidup berdua bersama anaknya Pavel.

Pavel melanjutkan pekerjaan ayahnya, dia bekerja di pabrik sebagai buruh. Sehari-hari dia bekerja, namun terkadang pergi entah ke mana bertemu dengan teman-temannya. Mula-mula ini membuat khawatir Pelagia, namun bakti Pavel padanya sungguh membuat ibu tua ini bahagia.

Pavel sering pulang larut malam entah dari mana, seringkali dia membawa buku. Ibunda hanya memperhatikan, tak hendak bertanya karena ia tak paham. Ia sudah lupa bagaimana cara membaca, ingatannya yang dulu sudah banyak yang hilang dihantam oleh kepalan tangan suaminya.

Selain buku, Pavel terkadang pulang dengan membawa teman-temannya. Kemudian mereka berdiskusi di ruang tamu, sementara Ibunda mendengarkan di dapur tak mengerti apa yang mereka bicarakan. Bukan hanya sekali Ibunda merasa khawatir dengan jalannya diskusi yang terkadang panas itu, ingin dia mendamaikan, namun tak berani mengganggu anak-anak muda itu.

Seringnya diskusi dilakukan membuat Ibunda sedikit demi sedikit paham, anak-anak muda ini sedang merencanakan sebuah gerakan. Mereka bersemangat untuk sebuah kehidupan yang lebih baik, untuk kebebasan dari penindasan pabrik dan hal-hal semacam itu.

Khawatir kembali menyeruak di hati Ibunda, seiring dia mendengar banyaknya penangkapan pada para aktivis. Barangkali Pavel salah seorang aktivis itu, pikir Ibunda tidak terlalu yakin. Namun, ia juga mendengar, bahwa rumahnya sudah mulai diawasi oleh polisi karena seringnya digunakan untuk rapat-rapat rahasia. Ah….

Polisi pun datang pada suatu malam untuk menggeledah rumah Ibunda. Syukurlah semua bukti sudah disingkirkan di hutan belakang rumah. Mereka pulang tanpa membawa hasil, namun ancaman dari gerak-geriknya sudah cukup membuat Ibunda gemetar. Biarpun begitu, hal ini sama sekali tak menyurutkan nyali Pavel dan kawan-kawannya. Mereka tetap berjuang.

Kegetiran hidup Ibunda berganti-ganti dengan rasa bangga pada anaknya. Semangat berubah-ubah dengan rasa takut. Sosok tua yang semula hanya menjadi sasaran pelampiasan kemarahan suaminya itu perlahan menjelma menjadi seorang yang tegar dan berani. Itu semua terjadi karena teladan dari anaknya.

Pun Pavel, ia tak pernah gentar, bahkan ketika ancaman pedang dan penjara. Dia pimpin kawan-kawannya untuk memberontak, melawan pada kekuatan modal, petinggi pabrik, pejabat, polisi, siapa saja yang menjadi kepanjangan tangan kesewenang-wenangan dan menindas kaum mereka. Pavel menjadi pemimpin para buruh untuk bergerak.

“Kita harus bergerak, namun, terlebih dahulu kita harus membuat pintar mereka, para buruh itu.” Begitu kata Pavel pada suatu malam di hadapan teman-temannya. Karena itu, dia mulai membagi-bagikan selebaran berisi ajakan untuk perjuangan. Satu hal yang nantinya akan diteruskan oleh Ibunda, membawa selebaran itu ke tempat yang jauh, ke pelosok negeri, kepada kaum-kaum yang tertindas agar mereka bergerak bersama. Selebaran itu menjadi corong perjuangan mereka, karena apa yang menjadi pesan dari selebaran itu sebuah lokomotif perubahan bergerak dari stasiunnya. Dia menerobos kekolotan, kekejaman, perbudakan, dan semua hal menjijikkan lainnya.

Bacalah Novel Ibunda, kawan, bila kau sempat.

Pinjam Gambar dari sini

Silakan barangkali ada yang pengen langsung beli bukunya bisa di sini

Perjalanan Skuter

SKUTERCiri khas skuter adalah rangka yang menjadi satu dengan bodi (monocoque) sehingga sang pengendara memiliki pijakan khusus untuk meletakkan kaki.

Pada mulanya adalah Hildebrand dan Wolfmuller yang merintis model awal dari sepeda motor pada 1894. Sayangnya, karena desainnya yang rumit, membuat model ini tidak berkembang. Selanjutnya pada 1902, pabrikan di Prancis memproduksi cikal-bakal skuter bertipe auto fauteuil. Skuter jenis ini menggerakkan roda belakang dengan sistem rantai seperti sepeda motor biasa.

Generasi pertama skuter berakhir pada Continue reading “Perjalanan Skuter”

Musik dan Bekerja

Dahulu saya mengira seseorang yang memasang earphone sepanjang hari sembari dia bekerja adalah sebentuk ketidaksopanan. Saya menganggap orang semacam itu sungguh tak sopan.

Sekarang, saya justru melakukan hal itu. Haha.

Penyebabnya, saya kesulitan berkonsentrasi apabila lingkungan kerja terlampau bising. Telinga saya capai manakala harus Continue reading “Musik dan Bekerja”

Menanam di Beranda

Barangkali tekanan pekerjaan membuat Anda tertekan, maka ada baiknya segera mencari jalan keluar yang bisa membuat kewarasan Anda terjaga.

Terapi apa yang bisa dilakukan, Om?

Kalau saya ditanya begitu, jawaban yang bisa saya berikan salah satunya adalah dengan menulis. Misalnya menulis blog atau update twitter. Haha

Aduh, aku ngga biasa nulis, Om.

Tenang, masih ada cara lain. Continue reading “Menanam di Beranda”

Pepatah untuk Kendaraan

Pepatah ‘mencegah lebih baik daripada mengobati’ juga berlaku untuk kendaraan. Salah satunya bisa dengan meningkatkan kewaspadaan pada kondisi jalan. Coba perhatikan hal-hal berikut ini agar Anda tak perlu biaya banyak untuk ke bengkel.

Tikungan, lakukan pengereman tanpa ban terkunci, kemudian turunkan gigi, sebelum setir Continue reading “Pepatah untuk Kendaraan”

Bersahabat dengan Hujan

Pengendara mobil semestinya memperhatikan bagian-bagian ini agar hujan tak menjadi musuh dan tetap nyaman mengendarai mobilnya.

Sistem pembakaran harus diperiksa, seperti tangki dan pompa bahan bakar. Ini berguna untuk mengurangi terjadinya kebocoran, serta meminimalkan air masuk ke tangki yang mengganggu keseluruhan sistem.

Sistem pengapian harus diperiksa, jangan Continue reading “Bersahabat dengan Hujan”

Menjaga Mesin Cuci

Agar tetap awet dan selalu siap digunakan, barangkali bisa diikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Setiap kali menggunakan mesin cuci, perhatikan beberapa hal sederhana, antara lain kondisi selang, bodi, dan bagian mesin cuci dari logam. Pada selang, amati jangan sampai terjadi kebocoran. Pada bagian mesin dari logam, pastikan tidak ada yang berkarat.
  2. Perhatikan Continue reading “Menjaga Mesin Cuci”

Beratkah Kemudi Anda?

Anda yang terbiasa mengemudi barangkali pernah merasakan setir yang mendadak terasa berat. Kalau hal ini terjadi, jangan diabaikan karena bisa jadi ada kerusakan yang membutuhkan perawatan segera untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.

Setir yang berat terutama saat berbelok atau memarkir kendaraan bisa diakibatkan oleh: Continue reading “Beratkah Kemudi Anda?”

Layang-layang

“Kamu benar. Ternyata kita sama, Che. Aku dan kamu sama-sama manusia kesepian. Bedanya, aku mencari. Kamu menunggu.”

Kata itu diucapkan dengan lirih oleh Starla kepada Christian, dua tokoh dalam cerita pendek ‘Menunggu Layang-layang’ yang ada dalam ‘Madre’ karya Dee.

Christian atau Che adalah sahabat karib Starla. Dia seperti robot, bangun tepat saat jam wekernya berbunyi pada pukul 05.45. Dia mandi dengan campuran air dingin dan panas yang suhunya sama bertahun-tahun. Agak menggelikan Continue reading “Layang-layang”

Kereta Angin di Shanghai

Saat membaca koran, saya menemukan artikel artikel berjudul ‘Sepeda Listrik Merajai Shanghai’ sebuah feature bagaimana di Shanghai sepeda begitu luas digunakan. Berikut ringkasan dari artikel tersebut.

Pukul 06.00 waktu setempat, jalanan sudah ramai oleh warga yang beraktivitas. Mereka mengendarai sepeda untuk menuju tempat kerja, mengantar anak ke sekolah, dan juga ke pasar. Selain itu, Continue reading “Kereta Angin di Shanghai”