Kartini dan Gamelan
Tentang Gamelan ia mengatakan sesuatu dalam rangkaian pikiran yang sempurna dan mengharukan, suara dari jiwa Rakyatnya sendiri pada masa itu: Gamelan tidak pernah bersorak-sorai; sekalipun di dalam pesta yang paling gila pun, dia terdengar sayu dalam nyanyiannya, mungkin begitulah seharusnya. Kesayuan itulah hidup, bukan nyanyi bersorak-sorai! Malam waktu itu; jendela dan pintu-pintu terbuka; bunga cempaka [...]
Kartini dan Bahasa
Kartini mempunyai keahlian menggunakan bahasa. Tentang keahliannya yang satu ini, ia tak pernah punya keraguan. Sejak kecil, bahasa ini menjadi mata pelajaran kesukaannya dan sudah sejak kecil pula, “Banyak yang menyatakan, bahwa bahasa Belandanya baik.” Tanpa melupakan pertimbangan, bahasa yang baik belum dapat menjadikan seseorang pengarang yang baik. Itu pun disadari Kartini. Sekali waktu ia [...]
Kartini dan Puisi
Orang dengan perasaan halus, dengan perabaan tajam dan daya cipta besar tidak boleh tidak pastilah seniman/seniwati, tak peduli di bidang apapun. Dan tiada ayal lagi, Kartini adalah seniwati—dan di berbagai bidang pula. Katanya: Pikiran adalah puisi, pelaksanaannya seni! Tapi mana bisa ada seni tanpa puisi? Segala yang baik, yang luhur, yang keramat, pendeknya segala yang [...]
Kartini dan Agama
Dari sejarah Barat, Kartini melihat bagaimana kemajuan berjalan setindak demi setindak seperti orang membuat gedung yang memasang batu demi batu, dari renaissance sampai timbulnya pemikiran-pemikiran baru di lapangan keagamaan Nasrani, yang mengakibatkan terjadinya peperangan-peperangan agama yang terjadi beberapa generasi di Eropa. Kartini pun pernah menyatakan pendapatnya—sebagai suatu hal yang membuktikan ia memperhatikan sajarah Eropa dan [...]



jejak tertinggal