Ainun 1
Jakarta, menjelang Tahun 1962…. Semburat senja merona kemerahan di langit barat. Angin bertiup lembut menerbangkan dedaunan yang telah jatuh dan terserak di jalan. Berkas sinar matahari yang berhasil menerobos gerumbul awan jatuh di tembok rumah sakit itu. Tembok yang warnanya putih pun kemudian bagaikan tersapu kuas berubah warna menjadi kekuningan. Tidak semua bagian tembok terkena [...]
Air Mata
Di luar gerimis baru saja turun untuk kemudian menderas. Butiran air menjadi selarik tirai yang hanya sekilas saja kita lihat; menghalangi berkas-berkas cahaya sampai di tempat kita. Ditambah lajunya mobil Innova hitam ini, semakin susah cahaya menerangi tempat kita duduk bersama di bangku paling belakang ini. Pada suatu detik yang begitu istimewa, aku menjadi saksi.
Menunggu
Sudah kali ke sekian Ara melirik hapenya. Dari layar LCD kecil yang dibingkai bodi hitam itu sudah lama tidak ada pendar cahaya. Dengan lain perkataan, tak ada pula getaran pun bunyi. Lebih jauh, itu juga berarti tak ada pesan masuk apa lagi panggilan. Ara di antara sebal dan geram menunggu datangnya pesan singkat. Dia dalam [...]
Buku Kita
Ini hujan pertama, Ara. Masihkah kau ingat, kira-kira setahun yang lalu. Saat itu, entah hujan ke berapa. Kau dan aku duduk di beranda. Apa yang kita bicarakan waktu itu, ya? Ah, iya. Kita berbicara tentang buku, kisahku dan kisahmu, kisah kita masing-masing. Mula-mula



jejak tertinggal