kamar hati

Air Mata

Di luar gerimis baru saja turun untuk kemudian menderas. Butiran air menjadi selarik tirai yang hanya sekilas saja kita lihat; menghalangi berkas-berkas cahaya sampai di tempat kita. Ditambah lajunya mobil Innova hitam ini, semakin susah cahaya menerangi tempat kita duduk bersama di bangku paling belakang ini. Pada suatu detik yang begitu istimewa, aku menjadi saksi.

Menunggu

Sudah kali ke sekian Ara melirik hapenya. Dari layar LCD kecil yang dibingkai bodi hitam itu sudah lama tidak ada pendar cahaya. Dengan lain perkataan, tak ada pula getaran pun bunyi. Lebih jauh, itu juga berarti tak ada pesan masuk apa lagi panggilan. Ara di antara sebal dan geram menunggu datangnya pesan singkat. Dia dalam [...]

Buku Kita

Ini hujan pertama, Ara. Masihkah kau ingat, kira-kira setahun yang lalu. Saat itu, entah hujan ke berapa. Kau dan aku duduk di beranda. Apa yang kita bicarakan waktu itu, ya? Ah, iya. Kita berbicara tentang buku, kisahku dan kisahmu, kisah kita masing-masing. Mula-mula