melintas batas
jendela dunia
Monumen Nasional
Apr 11th
Hari Minggu dan bangun pagi, gabungan yang tak lazim. Tapi jika ingin berjalan-jalan di Monas bergabung bersama ribuan manusia Jakarta mandi matahari, menyusuri trotoar dan udara yang meruap dari rumput taman-taman di Monas, maka bangun pagi menjadi keniscayaan.
Sudah beberapa kali saya melakukannya, tak rutin, karena terkadang mata susah betul terbuka selepas begadang malam Minggu. Syukurlah di antara teman-teman kos ada yang berbaik hati membangunkan.
Jadilah di minggu pagi yang beruntung itu saya bisa menikmati jalanan yang sedikit sepi, sehingga tak mesti di atas trotoar melangkahkan kaki. Diizinkan pula menyusuri aspal halus jalanan Jakarta yang masih belum banyak kena polusi. Hmmm, dan satu lagi, bila mau sedikit repot lebih jauh berjalan, bisa juga melihat kupu-kupu malam yang terlambat pulang dan masih berdiri sejak malam tadi.
Sepi itu tak lama, More >
Ungu
Apr 8th
Saya dan Aunty bukanlah pasangan yang serasi betul. Tapi sebentar, apa itu ukuran serasi? Ada yang bilang kedua pasangan pintar memadupadankan busana yang dikenakan. Nah, bila ini ukurannya, maka benarlah kalimat pertama di atas, “Saya dan Aunty bukanlah pasangan yang serasi betul.”
Tetapi, di dalam ketidakserasian itu, terkadang ingin pula tampil serasi.
Jadilah pada Jum’at pekan lalu kami kompak mengenakan kaos warna ungu. Apakah jadinya serasi? Aha, entahlah yang pasti ungu bukan warna kegemaran saya. Boleh dibilang saya tak percaya diri. Bagaimana dengan beliau? Kurang tahu, tapi nampaknya beliau suka. More >
Rongga Trotoar
Mar 31st
Pernahkah memerhatikan setiap langkah Anda? Kalau belum cobalah sesekali dipantau kaki Anda melangkah di mana. Maksud saya agar tidak terperosok, terkena duri atau menginjak kepingan trotoar yang salah.
Dahulu memang saya akrab dengan kebun di depan rumah. Akibatnya, kaki saya pun tak jarang tertusuk duri. Bila duri kecil itu masuk ke lapisan kulit yang ada di telapak kaki, biarpun kecil itu duri, tapi sakit betul rasanya. Menjalar ke seluruh tubuh dan menyebabkan posisi jalan yang kurang wajar.
Getah daun dan batang pohon awar-awar cukup menjadi penawarnya. More >
Ojeg
Mar 30th
Mereka berdiri tak jauh dari tunggangannya. Dekat pula dengan tempat penumpang keluar dari peron. Persisnya, mereka ada di bawah tangga yang mengantarkan penumpang keluar dari stasiun.
Di pertigaan, pada mulut trotoar, di sana mereka ada pula yang berdiri dan duduk. Kendaraannya pun diparkir terjajar rapi tapi menghalangi pengguna jalan. Namun kerapian tak selamanya berlaku, terkadang diletakkan begitu saja. Membuat pejalan kaki harus berkelit-kelit agar tak menyenggol, lantas menjatuhkan itu sepeda motor.
Bila ada penumpang kereta yang menuruni tangga, tangan mereka More >


