<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>unclegoop.com &#187; jendela dunia</title>
	<atom:link href="http://unclegoop.com/category/jendela/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://unclegoop.com</link>
	<description>melintas batas</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 03:55:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Remah-remah Piala Dunia 2010</title>
		<link>http://unclegoop.com/2010/07/15/remah-remah-piala-dunia-2010/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2010/07/15/remah-remah-piala-dunia-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 03:43:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[jendela dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Capello]]></category>
		<category><![CDATA[Domenech]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Robben]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=1156</guid>
		<description><![CDATA[Spanyol &#8220;Seni terbaik memainkan bola adalah merebut bola, mempertahankannya dan sedapat mungkin tak membiarkan bola direbut kembali oleh lawan.&#8221; Filosofi sepak bola tersebut dikemukakan oleh pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque. Hasilnya, kita mengenalnya sebagai tiki-taka. Cara bermain Spanyol yang mengalirkan bola tak henti-henti dari kaki ke kaki. Mengandalkan penguasaan bola, umpan-umpan yang mengalir, pergerakan pemain]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Spanyol</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://media.al.com/keepingscore/photo/spain-wins-apjpg-ae4de5ffd6cb3998_large.jpg"><img class="alignleft" style="margin: 1px 3px; border: 1px solid black;" src="http://media.al.com/keepingscore/photo/spain-wins-apjpg-ae4de5ffd6cb3998_large.jpg" alt="" width="302" height="207" /></a>&#8220;Seni terbaik memainkan bola adalah merebut bola, mempertahankannya dan sedapat mungkin tak membiarkan bola direbut kembali oleh lawan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Filosofi sepak bola tersebut dikemukakan oleh pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque. Hasilnya, kita mengenalnya sebagai <em>tiki-taka.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Cara bermain Spanyol yang mengalirkan bola tak henti-henti dari kaki ke kaki. Mengandalkan penguasaan bola, umpan-umpan yang mengalir, pergerakan pemain yang bergelombang dari berbagai sisi dan lini, hasilnya ialah sebuah permainan yang begitu enak dinikmati. Mr. Bosque pun melengkapi pernyataannya,<span id="more-1156"></span> “Sepak bola adalah sebuah evolusi yang permanen. Tujuan kami, yakni menjadi makin baik setiap hari. Dan, di akhir perjalanan panjang ini, kami berharap, permainan yang kami peragakan akan menemukan kesempurnaannya. Di sanalah kami sendiri akan menyadari, akhirnya bukan hal lain, melainkan permainan kami sendirilah yang membuat kami dominan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sedikit dan sangat tersirat, barangkali ada kesombongan dan arogansi dari Senior Bosque. Kenyataan di lapangan pun selaras dengan ucapan Sang Pelatih. Itu adalah bukti sahih yang tak terbantahkan. Bagaimana di laga Spanyol kontra Jerman, pemain Spanyol begitu leluasa saling mengumpan. Dan Jerman yang begitu digdaya dengan menggulung tim besar, namun mengalami masalah macam Inggris dan Argentina pun harus terlongong-longong menyaksikan bala tentara Spanyol menari.</p>
<p style="text-align: justify;">Adalah Belanda yang mesti mengalami mimpi buruk manakala harus berhadapan dengan Spanyol. Strategi bermain kasar untuk menahan laju bola tak berhasil baik. Hasilnya malah seorang pemain dikeluarkan dan dari sebelas pemain, hanya dua orang yang tak menerima kartu dari sang pengadil.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewa sepak bola Belanda, Johan Cruyff pun berang. Ia kecam permainan negerinya dan memuji setinggi langit apa yang dilakukan anak-anak Spanyol. Total footbal yang ia rintis seperti dikhianati oleh pemain-pemain negerinya sendiri. Ia justru begitu terpesona dengan permainan cantik Spanyol, karena itu berarti apa yang dilakukannya diuri-uri, dilestarikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekelumit hal di atas, masih jauh dari cukup untuk menggambarkan kehebatan Spanyol. Belum dibicarakan bagaimana formasi 4-2-3-1 yang ciamik. Bagaimana kerjasama pemain-pemain dari sebuah klub yang diusung ke tim nasional bisa demikian padu. Pun mengenai keberhasilan sebuah akademi sepak bola menelurkan pemain-pemain jempolan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Yang kalah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menarik memerhatikan bagaimana tim-tim yang kalah menyikapi kekalahannya. Bukanlah sebuah hal yang mudah untuk menerima hal begitu menyakitkan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, mari coba kita bandingkan bagaimana kekalahan diterima dengan <em>legowo </em>oleh tim yang biasa-biasa saja dari belahan Asia. Bagaimana pelatih Korea Utara dan Jepang begitu percaya diri dan bangga.</p>
<p style="text-align: justify;">“Anak-anak telah bermain dengan baik, namun kemenangan belum menjadi hak kami. Kalau ada yang patut disalahkan, itu adalah saya.” Kurang lebih begitu pelatih Jepang dan Korea Utara ‘menerima’ kekalahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bandingkan dengan tingkah Monsieur Domenech yang justru menjadi pemicu keretakan di tubuh Perancis. Jangan lupakan pula bagaimana ia menolak berjabat tangan dengan Carlos Alberto Pareira manakala timnya kalah dari Afrika Selatan.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www3.pictures.gi.zimbio.com/Kazakhstan+v+England+FIFA2010+World+Cup+Qualifier+7cUka23QDg-l.jpg"><img class="alignleft" style="margin: 2px 3px; border: black 1px solid;" src="http://www3.pictures.gi.zimbio.com/Kazakhstan+v+England+FIFA2010+World+Cup+Qualifier+7cUka23QDg-l.jpg" alt="" width="249" height="180" /></a>Atau, coba kita dengar apa yang dibilang oleh Capello, “Wasit bertindak tidak cermat. Gol yang dianulir itu mengubah segalanya. Mungkin saja kami bisa memeroleh hasil yang berbeda bila gol itu tidak dibatalkan.” Mungkin ada ketidakcermatan wasit di sana, bahkan FIFA pun telah meminta maaf, namun rasanya Capello kurang ksatria bila dibandingkan koleganya dari Jepang dan Korut di atas. Jangan pula kita alpa, bagaimana tim yang diraciknya tampil gamang dan tak maksimal.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari sisi pemain, mari kita lihat apa yang dilakukan oleh Robben. Pasca kekalahan, ia begitu gencar mengutuki kualitas wasit. Ia tak sadar apa yang dilakukan oleh dirinya sendiri dan timnya. Sebuah tendangan tak perlu pasca ditiup peluit sebenarnya layak diberi ganjaran kartu merah. Pun sebuah tendangan kungfu yang diperagakan dan bisa saja mematahkan tulang iga.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari sisi penonton, pasca kekalahan Negeri Kincir Angin, <a title="Mas Dosen yang Mengaku Gila :D :D :D" href="http://dosengila.wordpress.com" target="_blank">Mas Dosen</a> yang berada di Belanda sana menuliskannya begini:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dan Holland pun menangis&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Suasana ceria penuh harap yang didukung oleh alam semesta hari Jum&#8217;at lalu seperti sirna. Jum&#8217;at itu hampir semua berbicara tentang rencana pesta selama seminggu penuh di Amsterdam bahkan cara-cara mengantisipasi kerusuhan atau tidak berfungsinya angkutan umum seperti kejadian 1988 ketika Belanda menjadi EK (European Kampioen: Juara Eropa). Suhu di kantor yang tidak ber-AC ini pun menembus 33 derajat. Memaksa Bos mengeluarkan perintah singkat, &#8220;Enjoy the day, guys!&#8221;. And we did it. Better party before the battle, since we never know what happened after the battle or in the battle itself.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini, mendung dan hujan mewarnai Amsterdam. Kantor sepi dan terlihat gloomy. Para pembesar saling bertukar email menyatakan tidak datang hari ini. &#8220;Kerusuhan&#8221; yang diharapkan tidak terjadi. Dan atmosfer Amsterdam kembali seperti semula. Berawan dan hujan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Yang muda yang bergaya</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.handshakemag.com/geekygambler/wp-content/uploads/2010/06/ozil_198445s.jpg"><img class="alignleft" style="margin: 2px 3px; border: black 1px solid;" src="http://www.handshakemag.com/geekygambler/wp-content/uploads/2010/06/ozil_198445s.jpg" alt="" width="95" height="149" /></a>Piala Duni 2010 di Afrika Selatan pun mencatat bersinarnya bintang-bintang muda. Jerman terutama yang memperagakannya. Bagaimana 23 pemain yang berusia rata-rata di bawah 25 tahun sanggup mengacak-acak pertahanan tim-tim besar. Aksi kolektifnya, melalui serangan balik dan kerja sama di antara pemain layak menjadi catatan: bahwa sepak bola masa kini adalah kerjasama tim. Talenta-talenta individu yang egois bukannya dilupakan, namun kiprah mereka meredup.</p>
<p style="text-align: justify;">Layak kita tunggu apa yang bisa dilakukan pasukan muda ini pada 4 tahun yang akan datang.</p>
<p><map name='google_ad_map_1156_70aa80bd661cebb1'>
<area shape='rect' href='http://imageads.googleadservices.com/pagead/imgclick/1156?pos=0' coords='1,2,367,28' />
<area shape='rect' href='http://services.google.com/feedback/abg' coords='384,10,453,23'/></map>
<img usemap='#google_ad_map_1156_70aa80bd661cebb1' border='0' src='http://imageads.googleadservices.com/pagead/ads?format=468x30_aff_img&amp;client=&amp;channel=&amp;output=png&amp;cuid=1156&amp;url= http%3A%2F%2Funclegoop.com%2F2010%2F07%2F15%2Fremah-remah-piala-dunia-2010%2F' /></p><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Funclegoop.com%2F2010%2F07%2F15%2Fremah-remah-piala-dunia-2010%2F&amp;linkname=Remah-remah%20Piala%20Dunia%202010">Share/Bookmark</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2010/07/15/remah-remah-piala-dunia-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bangkok Dangerous</title>
		<link>http://unclegoop.com/2010/07/14/bangkok-dangerous/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2010/07/14/bangkok-dangerous/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 01:07:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[jendela dunia]]></category>
		<category><![CDATA[bangkok]]></category>
		<category><![CDATA[bayaran]]></category>
		<category><![CDATA[dangerous]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=1147</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai pembunuh bayaran yang profesional, ia tahu betul bagaimana menjalani profesinya itu. Menerima tugas tanpa bertanya, mengerjakan dan menyelesaikan tanpa meninggalkan jejak. Dalam pengerjaannya, ia kadang membutuhkan kawan. Ia membutuhkan waktu untuk merancang aksi yang berhasil guna dan tak terlacak. Ia seperti hantu di tengah ramai. Tak seorang pun akan tahu bahwa ia seorang pembunuh.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://corneliapetrabella.files.wordpress.com/2009/04/bangkok-dangerous1.jpg"><img class="alignleft" style="margin-top: 1px; margin-bottom: 1px; margin-left: 2px; margin-right: 2px; border: 1px solid #000000;" src="http://corneliapetrabella.files.wordpress.com/2009/04/bangkok-dangerous1.jpg" alt="" width="166" height="245" /></a>Sebagai pembunuh bayaran yang profesional, ia tahu betul bagaimana menjalani profesinya itu. Menerima tugas tanpa bertanya, mengerjakan dan menyelesaikan tanpa meninggalkan jejak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pengerjaannya, ia kadang membutuhkan kawan. Ia membutuhkan waktu untuk merancang aksi yang berhasil guna dan tak terlacak.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia seperti hantu di tengah ramai. Tak seorang pun akan tahu bahwa ia seorang pembunuh. Tapi di saat yang sama, ia akan tahu banyak hal lebih dibandingkan orang lain. Ia memang memerhatikan bagaimana lingkungan tempatnya berdiri, siapa yang berbahaya, di mana jalan keluar mesti diambil bila hal itu menuntut dan lain persoalan yang semua itu terjadi secara otomatis. Pendeknya itu seperti aliran darahnya terjadi begitu saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam beraksi, ia pasti akan merencanakannya dengan matang terlebih dahulu. Dibukanya peta, <span id="more-1147"></span>dicari rute, jalan dan lokasi untuk melakukan eksekusi terhadap sasaran. Di saat yang sama, ia pun akan menghitung waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan aksinya. Pada akhirnya, buah dari semua itu adalah skenario bak jalinan cerita yang tercetak di otaknya dan tinggal melakukan aksi macam aktor yang jago akting.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai pembunuh bayaran yang profesional, ia tahu pula bagaimana mengakhiri profesinya itu. Jangan pernah berpikir akan berhenti bila memang tak ingin berhenti, terbersit sedikit pun jangan sampai pikiran itu muncul. Karena manakala pikiran itu menyeruak, aksinya akan terpengaruh. Sebuah kegagalan, bisa saja menjadi muaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan di Bangkok, ia menemukan murid sekaligus cintanya. Lalu, apa lagi yang terjadi di Bangkok? Bangkok Dangerous akan menjawabnya untuk Anda.</p>
<p><map name='google_ad_map_1147_70aa80bd661cebb1'>
<area shape='rect' href='http://imageads.googleadservices.com/pagead/imgclick/1147?pos=0' coords='1,2,367,28' />
<area shape='rect' href='http://services.google.com/feedback/abg' coords='384,10,453,23'/></map>
<img usemap='#google_ad_map_1147_70aa80bd661cebb1' border='0' src='http://imageads.googleadservices.com/pagead/ads?format=468x30_aff_img&amp;client=&amp;channel=&amp;output=png&amp;cuid=1147&amp;url= http%3A%2F%2Funclegoop.com%2F2010%2F07%2F14%2Fbangkok-dangerous%2F' /></p><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Funclegoop.com%2F2010%2F07%2F14%2Fbangkok-dangerous%2F&amp;linkname=Bangkok%20Dangerous">Share/Bookmark</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2010/07/14/bangkok-dangerous/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gerson Poyk</title>
		<link>http://unclegoop.com/2010/07/06/gerson-poyk/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2010/07/06/gerson-poyk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 18:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[jendela dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=1124</guid>
		<description><![CDATA[Awal mula perjumpaan saya dengan Pak Gerson terjadi dengan tidak sengaja. Waktu itu, saya menghadiri undangan sebuah pertemuan di hotel berbintang lima di bilangan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Pak Gerson sudah sepuh. Beliau berjalan perlahan-lahan dan kehadirannya benar-benar memberikan warna lain di ruang pertemuan hotel itu. Gemerlap lampu, kilau keramik dan gelas yang ada di]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.tamanismailmarzuki.com/tokoh/gerson_files/image002.jpg"><img class="alignleft" style="margin-top: 1px; margin-bottom: 1px; margin-left: 2px; margin-right: 2px; border: 2px solid #000000;" title="Pak Gerson" src="http://www.tamanismailmarzuki.com/tokoh/gerson_files/image002.jpg" alt="" width="105" height="132" /></a>Awal mula perjumpaan saya dengan Pak Gerson terjadi dengan tidak sengaja. Waktu itu, saya menghadiri undangan sebuah pertemuan di hotel berbintang lima di bilangan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Gerson sudah sepuh. Beliau berjalan perlahan-lahan dan kehadirannya benar-benar memberikan warna lain di ruang pertemuan hotel itu. Gemerlap lampu, kilau keramik dan gelas yang ada di sana memang menyilaukan. Biarpun begitu, Pak Gerson dengan kesederhanaannya pun tak kalah menggetarkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia yang saya kenal namanya selintas lewat, <span id="more-1124"></span>maksudnya tak akrab seperti saya mengenal Pramoedya, pasalnya memang karena saya kira beliau bukan orang Indonesia. Pada saat saya bertemu dengannya pun, beliau membenarkan namanya seperti nama Ceko padahal ia lahir di Namodele, Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.</p>
<p style="text-align: justify;">Akarnya yang dari NTT itu kelak akan mewarnai karya-karyanya yang kental nuansa alam. Bahkan, pada pertemuan itu kala beliau diminta untuk memberikan pengantar, beliau mengingatkan tentang perlunya menghormati alam. Kata Pak Gerson, “Alam menjadi sesuatu yang demikian rohani, bayangkan berapa juta makhluk hidup yang berada di dalam 1 liter tanah.”</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau pun agaknya selalu mencermati kejadian aktual yang terjadi di tanah air. Di antaranya adalah bencana alam yang terjadi silih berganti di negeri ini. Khusus untuk kondisi ini, komentar beliau, “Bencana terjadi sebagai akibat yang kita tanam adalah batu, bukan lagi padi, bukan tetumbuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi sebagai penulis dan ini diucapkannya pertama kali beliau bilang, “Aku adalah kata-kata yang mewujud dalam jalan pikiranku dan menjadi tindakanku.” Sebagai penulis yang begitu cinta pada alam, saya pun menemukan bukti itu pada sebuah karyanya yang berjudul ‘Negeri Lintasan Petir’.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun sebelum membahas mengenai buku tersebut, ada baiknya saya sampaikan sekelumit rasa malu saya yang demikian besar saat pertemuan tersebut. Adalah Pak Thomas, namanya, ia adalah dosen di United Nation University, beliau ini rupanya orang di balik kedatangan Pak Gerson di pertemuan tersebut. Pak Thomas adalah anak didik Pak Gerson sewaktu nama yang pertama disebut tadi menyelesaikan thesis doktoralnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ingatan saya mendadak terbang pada seorang warga Australia yang menyelundupkan karya Pram dari Pulau Buru agar bisa diterbitkan lantas dikenal oleh dunia. Kenapa penulis-penulis hebat di negeri ini harus dibantu oleh warga negara asing demi penyebarluasan karya-karya beliau ini? Saya mahfum bila itu terjadi pada Pram yang mengalami tekanan politik dan mesti hidup di bawah tekanan penguasa. Tapi apa yang terjadi pada Pak Gerson, sungguh membuat saya malu. Mula-mula saya kira beliau adalah orang Eropa Timur, selanjutnya pada saat itu saya tak mengenal satu pun karya beliau.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tengah kebingungan karena malu juga sedikitnya pengetahuan saya akan kiprah Pak Gerson, saya pun malah menanyakan bagaimana perjalanan karier beliau. Beliau pernah menjadi wartawan di Yogyakarta dan Bali. Tulisan-tulisannya kerap menghiasi koran-koran di dua daerah itu. Namun, ada yang cukup mengharukan manakala ia bercerita bagaimana ia mesti menghutang pada tukang sayur, tanpa jaminan kecuali suara tak-tik mesin ketik dari rumah Pak Gerson. Suara itu menjadi penanda bahwa Pak Gerson masih berkarya dan itu cukup bagi si tukang sayur untuk memberikan hutang.</p>
<p style="text-align: justify;">Menyoal menulis, ia memberikan semacam petunjuk, yaitu bahwa seseorang harus bisa memanfaatkan daya imajinasinya. Menajamkan perasaannya, tak alpa pada apa-apa yang terjadi di sekelilingnya. Pak Gerson mencontohkan, ia melihat seorang pelacur, yang terbelit hutang, yang anaknya merengek-rengek karena sakit. Realita semacam itu dan imanjinasi pengarang dituntut agar bisa menjadi sebuah jalinan cerita dan sekaligus di saat yang sama membuka mata dunia, bahwa hidup tak hanya indah, namun juga getir dan nelangsa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang ini, di usianya yang sudah menginjak 80-an tahun, beliau tinggal di sebuah desa di Depok bersama keluarganya. Saat itu saya berencana untuk mengunjunginya bila sempat, tapi sampai sekarang belum sempat juga untuk sowan ke sana. Ada yang hendak turut menimba ilmu pada Pak Gerson?</p>
<p style="text-align: justify;">Sobat, sejauh ini saya baru bisa menemukan satu karyanya yang berjudul ‘Negeri Lintasan Petir’ itu. Begitu berharap bisa memeroleh judul buku yang lain, agar bisa menikmati deskripsi keindahan alam yang begitu detil pada karyanya. Di samping itu, memeroleh gambaran mengenai budaya timur—ini pula salah satu alasan mengapa Pak Thomas mengambil tema dari karya-karya Pak Gerson—yang juga tersaji dari karya beliau. Dan tak lupa, beliau pun selalu menyoroti dan memberikan kritik-kritik sosial kepada penguasa, kepada pejabat, kepada kebijakan-kebijakan yang diambil, namun tak memberikan kelestarian pada alam, tak memanusiakan manusia, tak memihak pada yang sengsara dan kecil. Kritiknya berlatar di medio 70-80an, sedikit jadul mungkin, namun ada beberapa persoalan di negeri ini yang agaknya selalu berulang-ulang, bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Maka, tunggulah sebuah review karya beliau yang berjudul ‘Negeri Lintasan Petir’</p>
<p><map name='google_ad_map_1124_70aa80bd661cebb1'>
<area shape='rect' href='http://imageads.googleadservices.com/pagead/imgclick/1124?pos=0' coords='1,2,367,28' />
<area shape='rect' href='http://services.google.com/feedback/abg' coords='384,10,453,23'/></map>
<img usemap='#google_ad_map_1124_70aa80bd661cebb1' border='0' src='http://imageads.googleadservices.com/pagead/ads?format=468x30_aff_img&amp;client=&amp;channel=&amp;output=png&amp;cuid=1124&amp;url= http%3A%2F%2Funclegoop.com%2F2010%2F07%2F06%2Fgerson-poyk%2F' /></p><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Funclegoop.com%2F2010%2F07%2F06%2Fgerson-poyk%2F&amp;linkname=Gerson%20Poyk">Share/Bookmark</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2010/07/06/gerson-poyk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Kabar Sepak Bola Indah?</title>
		<link>http://unclegoop.com/2010/06/22/apa-kabar-sepak-bola-indah/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2010/06/22/apa-kabar-sepak-bola-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 10:11:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[jendela dunia]]></category>
		<category><![CDATA[argentina]]></category>
		<category><![CDATA[messi]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola indah]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[torres]]></category>
		<category><![CDATA[villa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=1098</guid>
		<description><![CDATA[Sepakbola indah barangkali telah kembali. Gaya permainan yang selama gelaran piala dunia 2010 berlangsung telah dianggap hilang itu ditemukan kembali. Pasalnya selepas permainan ultra defensif yang ditampilkan tim-tim semenjana, sepakbola indah seperti menemui tembok tebal. Tak bisa menembusnya. Sebaliknya tim-tim besar di lain sisi seperti mati kutu. Segala upaya mereka untuk menjebol pertahanan yang berlapis]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://pialadunia.detiksport.com/images/content/2010/06/22/805/spain.jpg"><img class="alignleft" style="margin: 3px 5px; border: 2px solid black;" src="http://pialadunia.detiksport.com/images/content/2010/06/22/805/spain.jpg" alt="" width="285" height="250" /></a>Sepakbola indah barangkali telah kembali. Gaya permainan yang selama gelaran piala dunia 2010 berlangsung telah dianggap hilang itu ditemukan kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasalnya selepas permainan ultra defensif yang ditampilkan tim-tim semenjana, sepakbola indah seperti menemui tembok tebal. Tak bisa menembusnya. Sebaliknya tim-tim besar di lain sisi seperti mati kutu. Segala upaya mereka untuk menjebol pertahanan yang berlapis selalu mental. Tak jarang, bahkan harus putus asa.</p>
<p style="text-align: justify;">Tersebutlah Spanyol, tim yang digadang-gadang bisa memenangkan kejuaraan kali ini harus direpotkan oleh Swiss pada pertandingan perdana. Hal ini tak lepas dari strategi permainan Swiss yang menjajarkan pemain-pemainnya menjadi dua saf pertahanan. Telah diakui pula oleh pelatih Swiss, strateginya memang mencoba menghentikan aliran bola Spanyol apabila sudah mendekati atau berada di dalam kotak penalti.</p>
<p style="text-align: justify;">“Percuma mengejar bola yang sedang dikuasai pemain Spanyol. <span id="more-1098"></span>Dengan kemampuan individu yang dimilikinya, tentu pemain kami bisa dilewati dengan mudah.” Demikian pernyataan pelatih Swiss selepas pertandingan. Akibatnya, memang Spanyol menembakkan pelurunya berulang kali namun seperti menghantam tank Swiss yang bergeming saja. Pertahanan Swiss tetap aman dan justru muncul lubang di tembok Spanyol yang bisa dimanfaatkan dengan baik melalui serangan balik para pemain Swiss. 1-0 dan Spanyol harus tertunduk pasca peluit terakhir dibunyikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin Honduras telah mempelajari permainan Spanyol kontra Swiss, sehingga di awal-awal laga strategi yang diterapkan pun mirip. Barisan tengah dan belakang Honduras membentuk dua lapis pertahanan yang sukar sekali ditembus. Tampak sangat kokoh.</p>
<p style="text-align: justify;">Di lain sisi, Spanyol pun tak tinggal diam. Belajar dari kesalahan saat melawan Swiss, variasi serangan pun diubah. Memanfaatkan lebar lapangan Navas di sisi kanan dan Villa di kiri bisa mengoptimalkan serangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiadaan Iniesta rasanya malah memberikan angin segar kepada Spanyol. Dalam artian, bola dari Xavi selalu tersebar ke Navas maupun Villa. Pemanfaatan lebar lapangan ini akhirnya menyebabkan tembok berlapis yang dibangun Honduras pun harus jebol di babak pertama.</p>
<p style="text-align: justify;">Adalah Villa yang menerima umpan dari Xabi Alonso. Selepas menghindari dua pemain belakang Honduras dengan kemampuan <em>dribling-</em>nya, lantas dilanjutkan mengecoh seorang pemain lain, sambil menjatuhkan dirinya ia tembakkan bola ke gawang. Hebatnya, tanpa melihat sasaran bola itu bisa melambung dan menyentuh jala gawang. 1-0 untuk Spanyol.</p>
<p style="text-align: justify;">Senjata lain yang dimiliki Spanyol adalah Fernando Torres. Di medio menit ke 25 sampai 35 babak pertama, tercatat tak kurang tiga kali Torres memeroleh kesempatan. Baik melalui kaki atau pun kepalanya, ia membahayakan gawang. Sayangnya, tak ada satu pun yang menemui sasaran. Entah itu melambung, terhalang pemain belakang lawan, ditepis kiper atau melebar ke sisi gawang. Torres tampak frustasi, persis yang dialami Wayne Rooney ketika Inggris kontra Ghana. Kendati begitu, Torres tetap tersenyum manakala ia turut merayakan gol-gol yang dicetak koleganya, David Villa.</p>
<p style="text-align: justify;">Di akhir laga, Spanyol menutup kemenangan dengan poin penuh selepas dua gol yang bisa dilesakkan David Villa ke gawang Honduras. Sebenarnya, Villa memiliki kesempatan tendangan pinalti yang gagal dimanfaatkan setelah sepakannya melebar ke sisi kiri gawang Honduras. Merujuk dari gol sebelumnya, Villa tanpa melihat bisa menceploskan bola ke gawang, sementara manakala menjadi algojo pinalti justru tendangannya melebar. Mungkin ketenangan saat eksekusi perlu tetap dipupuk, bahkan oleh pemain sekelas David Villa. Kendati begitu, Spanyol boleh berbangga karena bukan hanya tip-tap mereka yang jago, namun penyelesaian akhir pun mereka pintar.</p>
<p style="text-align: justify;">Memasuki babak-babak akhir penyisihan grup di gelaran piala dunia kali ini, bolehlah asa para penonton dunia kembali dilambungkan. Harapan akan kembalinya sepak bola indah yang semula sudah memudar boleh kembali digantungkan. Selepas Argentina dengan <em>hatrick </em>yang dicetak oleh Higuain kala menundukkan Korea Selatan. Pasca kemenangan besar 7-0 Pantai Gading atas Korea Utara dan ditutup dengan kemenganan Spanyol atas Honduras, barangkali akan membuka tarian-tarian dari negara lain yang menyajikan sepak bola indah. Kita tunggu saja bersama-sama bagaimana Lionel Messi kembali tersenyum, Christiano Ronaldo tertawa gembira dan David Villa merayakan gol, karena itu berarti mereka kembali sedang menari.</p>
<p><map name='google_ad_map_1098_70aa80bd661cebb1'>
<area shape='rect' href='http://imageads.googleadservices.com/pagead/imgclick/1098?pos=0' coords='1,2,367,28' />
<area shape='rect' href='http://services.google.com/feedback/abg' coords='384,10,453,23'/></map>
<img usemap='#google_ad_map_1098_70aa80bd661cebb1' border='0' src='http://imageads.googleadservices.com/pagead/ads?format=468x30_aff_img&amp;client=&amp;channel=&amp;output=png&amp;cuid=1098&amp;url= http%3A%2F%2Funclegoop.com%2F2010%2F06%2F22%2Fapa-kabar-sepak-bola-indah%2F' /></p><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Funclegoop.com%2F2010%2F06%2F22%2Fapa-kabar-sepak-bola-indah%2F&amp;linkname=Apa%20Kabar%20Sepak%20Bola%20Indah%3F">Share/Bookmark</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2010/06/22/apa-kabar-sepak-bola-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kungfu Kid</title>
		<link>http://unclegoop.com/2010/06/20/kungfu-kid/</link>
		<comments>http://unclegoop.com/2010/06/20/kungfu-kid/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 05:31:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>unclegoop</dc:creator>
				<category><![CDATA[jendela dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/?p=1092</guid>
		<description><![CDATA[Sengaja judul di atas tidak sesuai dengan judul film yang baru saja saya tonton kemarin. Pasalnya, tak ada karate dalam film tersebut, yang ada adalah kungfu. Hidup adalah pilihan, apakah akan bangkit atau terus terpuruk? “Kungfu ada dalam setiap kehidupan, manakala kau memakai dan melepaskan jaket.” Hal ini dikatakan oleh Mr. Han saat ia menjelaskan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:JQGevgQOM--NXM::&amp;t=1&amp;h=271&amp;w=186&amp;usg=__qyoNPYYYsHP7o0FHQBTH-AEzpV8="><img class="alignleft" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px; border: 2px solid black;" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:JQGevgQOM--NXM::&amp;t=1&amp;h=271&amp;w=186&amp;usg=__qyoNPYYYsHP7o0FHQBTH-AEzpV8=" alt="" width="186" height="271" /></a>Sengaja judul di atas tidak sesuai dengan judul film yang baru saja saya tonton kemarin. Pasalnya, tak ada karate dalam film tersebut, yang ada adalah kungfu.</p>
<p>Hidup adalah pilihan, apakah akan bangkit atau terus terpuruk?</p>
<p>“Kungfu ada dalam setiap kehidupan, manakala kau memakai dan melepaskan jaket.” Hal ini dikatakan oleh Mr. Han saat ia menjelaskan apa itu kungfu.</p>
<p>Adalah Dre yang ngebet ingin bisa beladiri pasca penghinaan yang dilakukan teman-teman di sekolahnya. Agak surut ke belakang, kepindahannya dari Detroit di Amerika ke Beijing jelas sekali telah mengganggunya.</p>
<p>Ia berada di tempat yang salah, terlepas dari habitat aslinya. Bertemu dengan teman sebaya yang memusuhinya. Menganggap ia asing dan tak pantas bergaul dengan mereka.</p>
<p>Dre pun kemudian ingin pulang. Ia merasa di situ bukanlah rumahnya. Di sini, saya teringat pada para exile yang harus tercerabut dari akarnya. Mereka mesti hidup di tempat lain yang bukan rumahnya. Dan pulang, <span id="more-1092"></span>kemudian begitu bermakna. Manakala rumah menemui artinya, bukan sebagai alamat tinggal tapi tempat untuk pulang (Goenawan Mohammad).</p>
<p>Keadaan rupanya tak sesuai dengan harapan Dre. Ia mesti berdamai dengan kondisi ketika ibunya tak bisa menawarkan pilihan lain kecuali tetap tinggal di China.</p>
<p>Dan di situ, Dre mesti berjuang untuk menemukan eksistensi di antara teman-teman yang memusuhi. Ia harus menunjukkan pada mereka siapa dia. Tapi jauh lebih penting dari itu semua, ia tak ingin rasa takut menguasai dirinya. Ia ingin menaklukkannya, bersahabat dengan takutnya dan mungkin di akhirnya berteman dengan mereka.</p>
<p>Dengan pertolongan Mr. Han, Dre pun belajar untuk menghadapi lawannya. Ia ingin membalas lawan-lawannya. Hal yang seketika itu juga dikoreksi oleh Mr. Han, karena kungfu bukan untuk bertarung. Kungfu adalah bagaimana berdamai dengan musuhmu. Di samping itu pun, pertarungan yang terbaik adalah bagaimana menghindari pertarungan tersebut.</p>
<p>Karate Kid, ah, atau saya lebih suka menyebutnya sebagai Kungfu Kid mengajarkan pada Dre dan juga semua penontonnya mengenai kehidupan yang boleh dipilih ketika keadaan tak sesuai harapan. Tentang kungfu yang rupanya ada dalam setiap detak kehidupan, bahkan ketika ‘hanya’ melepas dan memakai jaket.</p>
<p>Selamat menyaksikan.</p>
<p><map name='google_ad_map_1092_70aa80bd661cebb1'>
<area shape='rect' href='http://imageads.googleadservices.com/pagead/imgclick/1092?pos=0' coords='1,2,367,28' />
<area shape='rect' href='http://services.google.com/feedback/abg' coords='384,10,453,23'/></map>
<img usemap='#google_ad_map_1092_70aa80bd661cebb1' border='0' src='http://imageads.googleadservices.com/pagead/ads?format=468x30_aff_img&amp;client=&amp;channel=&amp;output=png&amp;cuid=1092&amp;url= http%3A%2F%2Funclegoop.com%2F2010%2F06%2F20%2Fkungfu-kid%2F' /></p><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Funclegoop.com%2F2010%2F06%2F20%2Fkungfu-kid%2F&amp;linkname=Kungfu%20Kid">Share/Bookmark</a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://unclegoop.com/2010/06/20/kungfu-kid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
