Tips Sukses Wawancara Kerja

Apakah Anda sudah bosan di kantor dan mulai berpikir untuk pindah kerja?

Sah-sah saja bila pikiran itu muncul, namun perlu dipersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin.

Katakanlah Anda sudah berhasil melewati tes awal. Setelah itu masih ada wawancara, satu tahap yang menurut banyak pelamar amat sulit dilewati.

Apa yang membuat seseorang sukses untuk menggapai impiannya? Continue reading “Tips Sukses Wawancara Kerja”

Zat Kebahagiaan: Serotonin

Setelah kita membahas dua zat kimia dalam tubuh yang menciptakan kebahagiaan, yaitu Endorphin dan Dophamine, maka zat ketiga adalah Serotonin.

Serotonin adalah zat yang menimbulkan rasa bangga, penting, dan pengenalan oleh masyarakat luas. Ini adalah perasaan bahagia manakala orang lain memberikan penghargaan kepada kita.

Dalam hubungan manusia, maka Continue reading “Zat Kebahagiaan: Serotonin”

Zat Kebahagiaan: Endorphin

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa zat-zat kimiawi atau hormon yang dikeluarkan oleh tubuh kita bertanggung jawab atas kebahagiaan seseorang. Zat-zat tersebut adalah Endorphin, Dopamine, Serotonin, dan Oksitosin.

Di tulisan pertama ini, kita akan membahas Endorphin dan semoga zat-zat yang lain bisa juga kita bahas pada tulisan berikutnya. Selamat membaca.

Apa manfaat Endorphin?  Continue reading “Zat Kebahagiaan: Endorphin”

Wrap Up Discussion 2: Tugas Ulama

Sebenarnya apa tugas ulama?

Perdebatan antara ulama satu dengan yang lain dalam beberapa hari belakangan ini telah mengundang berbagai reaksi di kalangan netizen Indonesia. Sebagian pihak mendukung jagoannya, di pihak lain pun tak mau kalah dengan memilih untuk berdiri di belakang tokoh idolanya. Apa yang terjadi kemudian cukup membuat sedih. Manakala di antara ulama justru sibuk berdebat dan tak lama umat pun terseret dalam pusaran perdebatan itu.

Serangkaian pertanyaan pun kemudian mengemuka, ‘Apa sejatinya peran dan tugas ulama? Apakah perdebatan menjadi kewajiban beliau juga?’ Continue reading “Wrap Up Discussion 2: Tugas Ulama”

Wrap Up Discussion 1: West Papua

Background

The dispute between Nara Rakhmatia, a diplomat from Indonesia and her colleagues from the Solomon regarding West Papua issues in the UN assembly has attracted the various attention of the Indonesian netizens.

Rakhmatia Speech:

Solomon Representative Speech:

The first group of citizens consider that Continue reading “Wrap Up Discussion 1: West Papua”

Ketidaknyamanan, Guru, dan Pemimpin

‘Keluar dari zona nyaman bisa menjadi guru yang terbaik’.

Pada kondisi demikian, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi pada Anda. Kemungkinan pertama adalah Anda menjadi seseorang yang lebih baik. Kedua, Anda menyerah dan kemudian berhenti.

Manakala memilih sesuatu yang tidak nyaman dan menikmati tantangannya, maka Anda akan lebih mudah merasakan bahagia.

Seringkali kita ingin belajar dari yang terbaik di antara yang paling baik.. Namun, saat kita belajar dari yang bukan terbaik itu, maka ada akselerasi. 

Begitu juga dalam pekerjaan. Bisa jadi Anda berkesempatan untuk bekerja bersama pemimpin yang tidak diharapkan. Dalam kondisi tersebut, Anda tidak bisa memilih dan hanya bisa menganggapnya sebagai kesempatan.

Belajar kepada seseorang yang tidak peduli, pemarah, atau tidak kompeten adalah kesempatan untuk berlatih kepemimpinan yang paling baik di dunia. 

Anda dapat menggunakannya sebagai cermin, setiap kelemahan yang Anda lihat dicatat dan diperbaiki jika suatu saat nanti itu terjadi pada Anda sendiri. Manakala setiap ketidaknyamanan yang ditemui dalam hidup menjadi guru, maka Anda akan meraih kebahagiaan.

Bagaimana caranya agar kita paham hal yang sulit?

Sore itu saya duduk-duduk di pondok di belakang asrama.

Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, namun di bumi bagian selatan ini matahari terlambat tenggelam. Langit masih terang, suhu relatif hangat dan angin bersahabat.

Seorang kawan dari Brasil menjadi teman berbincang. Kawan itu masih relatif baru dikenal dan dia pun bukan pelajar di sekolah ini.

Dia seorang dosen yang belajar matematika untuk komputer di negaranya dan sedang mengadakan kerja sama penelitian di sini.

Saya cukup terkesima saat mengetahui keahlian dan bidang studi beliau, sungguh tak masuk di otak saya bagaimana matematika dan computer digabung. Namun, konon kata dia, semua program yang ada di computer dasarnya adalah matematika.

Serta merta saya pun pusing. Pertama, saya tak paham dengan matematika. Kedua, saya tidak suka dengan matematika.

Kawan saya itu pun kemudian berkata, “Kamu tidak paham karena tidak meluangkan waktu untuk mencoba memahaminya. Kalau ingin paham, kamu harus duduk dan memperhatikan beberapa saat, berkonsentrasi, dan niscaya kamu pun akan paham sedikit demi sedikit”.

Sore itu pun berakhir saat matahari tenggelam di ufuk barat kira-kira pukul delapan.

Bagaimana Cara Mencari ART?

Apakah Anda pernah merasakan kesulitan saat mencari asisten rumah tangga?

Saya bersama istri beberapa waktu yang lalu cukup khawatir saat harus mencari asisten karena sudah mencari sekian lama, namun tak kunjung mendapatkannya. Kami memerlukan dua orang untuk membantu momong anak-anak. Semua upaya sudah dilakukan untuk mendapatkan asisten, tapi rupanya sekarang ini sungguh sulit untuk memperolehnya.

Mula-mula saya meminta bantuan keluarga terdekat yang tinggal di kampung untuk mencarikan asisten. Bapak dan Ibu pun kelimpungan ke sana kemari dan sibuk bertanya ke tetangga barangkali ada yang bersedia ikut dengan saya ke Jakarta dan membantu momong serta beres-beres.

Sayangnya, semua upaya itu belum membuahkan hasil. Rata-rata alasannya adalah:

1. Bekerja di pabrik

Di sekitar kampung saya memang sedang marak dibangun pabrik yang tentu saja membutuhkan pekerja. Mereka itu rata-rata memilih untuk bekerja di pabrik daripada menjadi asisten rumah tangga. Apabila mereka bekerja di pabrik, maka masih ada kesempatan untuk dandan, main hape, punya banyak teman, jalan-jalan dan lain-lain.

2. Terlalu jauh

Mereka sebenarnya tartarik untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga, namun mereka keberatan kalau harus pergi ke Jakarta. Sebenarnya, keberatan ini tidak melulu datang dari si calon pekerja sendiri, namun bisa juga dari keluarganya, atau dia sudah memiliki tanggungan anak.

3. Jam kerja

Para calon asisten itu rata-rata keberatan kalau harus menginap. Mereka memilih untuk datang pagi dan sore hari pulang. Di Jakarta pun rata-rata sekarang meminta sistem pulang-pergi tersebut.

Lalu bagaimana caranya agar asisten tetap bisa didapatkan?

1. Bertanya

Anda dan keluarga harus tetap berusaha mencari dan tak lelah bertanya kepada siapa saja. Kegiatan ini superti menawarkan MLM, maka Anda harus aktif untuk bertanya kepada siapa saja dan di mana saja. Bisa jadi orang yang Anda temui itu memiliki informasi berkaitan degan asisten rumah tangga. Namun, apabila Anda sudah mendapatkan informasi dari orang-orang yang ditemui, langkah selanjutnya adalah melakukan survei dan yang paling penting adalah Anda tak boleh lupa untuk berhati-hati dan waspada saat menerima orang asing di rumah kita.

2. Internet

Selain bertanya kepada orang-orang yang kita temui, maka Anda pun bisa mencari informasi mengenai asisten di internet. Saya pribadi tidak terlalu mengandalkan cara ini. Pertama, karena alasan biaya administrasi yang cukup tinggi saat mendaftar di situs penyalur asisten dan juga manakala menjemput mereka di penyalur. Kedua, apa yang disajikan di internet seringkali tidak sesuai dengan kenyataan, misalnya sangat mudah untuk menulis review mengenai seorang asisten yang bisa jadi tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

3. Cara lain

Terkadang Anda harus mengubah kriteria asisten yang diinginkan. Bisa jadi Anda harus berkompromi untuk menerima asisten yang sudah berumur atau bahkan masih terlalu muda.

Mereka yang sudah dewasa menang pengalaman, namun kadang fisiknya sudah tidak sebagus yang muda. Artinya mereka kadang sakit apabila terlalu capek atau salah makan atau karena cuaca. Selain itu mereka juga memiliki komitmen yang lain, misalnya punya keluarga, harus menengok anak yang sakit, atau alasan lain semacam itu.

Di sisi lain, mereka yang masih muda memiliki kelebihan dari sisi fisik yang tidak mudah sakit dan tenaganya pun masih kuat. Namun, selain kelebihan tersebut, mereka masih kurang berpengalaman, sehingga Anda harus bersabar untuk membimbingnya. Selain itu, mereka juga mudah teralihkan perhatiannya seperti menonton televisi atau pun bermain hape.

Kemarin, syukurlah saya mendapatkan informasi mengenai seorang penyalur asisten dari rekan di tempat kerja. Sebelum saya menghubungi penyalur tersebut, saya bisa mendapatkan berbagai informasi pendahuluan seperti biaya administrasi, kisaran gaji, bagaimana kerja mereka, dan informasi-informasi lainnya.

Kepada rekan-rekan yang sedang sibuk mencari asisten tetap semangat ya….