penjaga

Ruang adalah tempat untuk hidup, ruang juga berada bahkan dalam diri sendiri. Bersama waktu, ruang menganyam jejaring kehidupan, menjadi cerita. Ruang membingkai beragam kisah, terkadang perannya hanya sebagai latar, tak jarang menjadi keseluruhan ide.

Kata-kata mencoba membingkai ruang, memerangkapnya dalam batasan-batasan semu. Terkadang kelu, tatkala harus berhadapan dengan ruang atom, tempat bersemayam muatan-muatan rindu; sepi. Seringkali bisu, bila membentur batasan semesta, hamparan maha; cinta dan madah agung Kekasih.

Unclegoop, mencoba belajar mewartakannya. Berita tentang ruang yang telah dilewati, pun direncanakan akan dilalui. Tak ada yang istimewa, hanya sebuah sudut pandang, yang bingkainya baur; ngawur. Lebih banyak berpusaran pada lingkar diri, ruang sekitar, mungkin juga di relung-relung hati. Bukan hanya senyatanya ruang, terkadang menyentuh dinding-dinding imajinasi.

Bersama harum teh, pahit dan manisnya, membicarakan rasa. Ditemani asap nikotin, mengudarakan harapan, mimpi dan kerinduan.

Marilah menikmati subuh, seakrab embun. Mendekatlah, dan biarkan gerak kabut memenjara dalam akrab. Sesekali, celoteh bocah dan tolol camar menjadi guyuran saat mandi terik mentari siang. Bila berkenan, diamlah dan biarkan sunyi menjadi saksi, sinar rembulan pada pungguk yang merindu.

Nikmatilah sobat, dan tersenyumlah….

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.