Menanam Secara Hidroponik dengan Botol Bekas

Perkenalan pertama saya dengan sistem bercocok tanam secara hidroponik adalah dengan nutrisi A dan B. Waktu itu, saya diminta oleh pabrik untuk menjaga stand pameran. Di pameran tersebut, di sebuah sudut, saya lihat ada sekumpulan tanaman yang cantik-cantik. Seketika itu juga, rasa penasaran saya muncul. Saya banyak bertanya dengan penjaga, berkonsultasi kenapa tanaman saya tak bagus dan seterusnya. Singkat cerita, saya pulang bukan dengan tangan kosong. Satu paket nutrisi A dan B sudah ada di dalam tas, siap untuk disiramkan di tanaman. Oh iya, selain nutrisi, saya juga membeli bibit bayam, pakchoy, dan kangkung, plus sebungkus kompos.

cairan_hidroponik
Nutrisi A dan B

Dalam sesi konsultasi singkat itu, saya pun mendapat penjelasan, bahwasanya sistem hidroponik selain yang rumit ada pula yang dapat dilakukan secara sederhana. Sistem Wick namanya. Idenya sederhana, yaitu mengalirkan nutrisi ke akar tanaman. Bisa juga dengan merendam akar terus-menerus di dalam nutrisi. Bagaimana mengalirkan nutrisi ke akar? Caranya bisa dengan menggunakan sumbu kompor, jadi daya kapilaritas sumbu membantu akar untuk menyerap nutrisi.

Nah, sepulang dari pameran itu, saya tak bingung untuk membuat sistem wick. Saat itu, saya belum mengenal starter kit hidroponik. Dalam pikiran saya, barang-barang bekas yang ada di rumah harus bisa dimanfaatkan untuk menanam. Saya memutuskan untuk memanfaatkan botol bekas air minum sebagai tampungan nutrisi dan tempat tumbuh tanaman. Cadangan pel, yaitu pel yang tanpa gagang dan hanya berisi sumbu-sumbu itu pun menjadi salah satu bahan, haha. Selain itu, perlu disiapkan juga pisau, paku, tang, lilin, dan minum jaga-jaga kalau-kalau haus. :D

Oke, kita mulai satu demi satu, ya….

Pertama, kita buat lubang di wadah plastik bekas air minum gelas. Lubang itu berfungsi untuk jalan sumbu yang akan mengalirkan nutrisi ke tanaman. Dalam wadah air minum gelas itu, nantinya akan ditaruh kompos, dan sekaligus sebagai tempat persemaian biji.

Cara melubangi gelas plastik itu sederhana sekali, panaskan paku menggunakan api lilin. Kira-kira sudah panas, segera tusuk pantat gelas dengan paku. Cukup satu buah lubang asal sumbu bisa masuk.

Memanaskan Paku
Pegang Paku dengan Tang, ini Panas!
Pantat Gelas
Pantat Gelas sudah Berlubang

Langkah selanjutnya, membuat lubang di tubuh botol air minum. Pada langkah ini, sebaiknya menggunakan pisau yang juga dipanasi agar mudah sewaktu membuat lubang. Apa kegunaan lubang ini? Di lubang inilah nantinya gelas plastik akan ditempatkan, sehingga ukuran lubang kira-kira bisa memuat gelas plastik.

Botol Minuman Sudah Berlubang
Lubang di Botol Minuman

Tampilan akhir kurang lebih sebagai berikut: gelas plastik sudah diisi kompos, di dalamnya ada sumbu yang menghubungkan wadah nutrisi ke tanaman dalam gelas. Selanjutnya tinggal menempatkannya di dinding. Kebetulan di teras rumah saya ada dindingnya berlubang, sehingga bisa pas sebagai tempat menanam.

Tampilan Akhir
Gelas berisi kompos, sumbu, sudah ‘duduk’ manis di botol. Tinggal masukkan nutrisi ke dalam botol.
Tanaman mulai tumbuh
Bayam sudah mulai tumbuh di dalam gelas :D

Catatan:

  • Penggunaan tanah/kompos tidak dianjurkan untuk sistem pertanian hidroponik. Setelah sering disiram, tanah akan memadat dan tidak porus lagi. Akar sepertinya menjadi kesulitan bernapas.
  • Sebaiknya lubang di gelas minuman tak hanya satu, kegunaannya agar akar bisa leluasa bergerak dan bernapas, bahkan bisa mencapai langsung ke nutrisi tanpa bantuan sumbu. Kelemahan lain dari media tanam berupa tanah, tentu saja akan segera lari tanahnya kalau lubang gelas minuman terlampau banyak.

4 thoughts on “Menanam Secara Hidroponik dengan Botol Bekas”

  1. Menarik Mas, jadi pengen niru.

    Untuk pisau yang dipanasi, sebaiknya pakai pisau bekas Mas. Kalau pisau yang masih dipakai, eman-eman kalau dipanasi.

    Panas akan menyebabkan struktur besi/baja di pisau berubah. Besi/baja yang dipanasi lalu didiamkan (apalagi berkali-kali) akan menyebabkan besi/baja tersebut menjadi lunak sehingga akan susah tajam.

    [Jawab?]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>