Pameran Foto dan Lukisan

Sebuah kebetulan, bisa dikatakan begitu.

Siang itu saya diminta mewakili juragan untuk menghadiri rapat. Nah, kebetulan di lokasi sedang diselenggarakan pameran lukisan dan foto. Saya berjanji, nanti setelah selesai rapat akan mengunjungi keduanya.

Kemudian manakala rapat selesai….Di dinding lorong menuju tempat rapat, saya temukan foto-foto itu. Tentang keindahan alam dari berbagai pelosok di Indonesia. Ada foto mengenai sawah yang berkabut, awan dan nelayan, tentang bulan purnama pun ada. Saya begitu menikmati setiap foto hingga saya membaca harga untuk masing-masing foto yang sekitar lima juta rupiah.

Hebat, ya, saya tak pernah tahu sebuah foto bisa dihargai begitu tinggi.

Namun, rupanya itu belum seberapa. Pameran lukisan dilakukan di lobby. Di sana, dibuat semacam partisi di mana lukisan-lukisan itu ditempel. Saya menikmati berjalan dari lukisan satu ke yang lain, memerhatikan tiap lukisan. Melihat judulnya, lebar dan panjangnya, metode yang digunakan dan harganya.

Lukisan tersebut menggambarkan keindahan alam, bagaimana air terjun yang dinaungi pepohonan, air mengalir di batu, riak-riak air, sampai gambaran kabut yang muncul. Ada pula beberapa lukisan tentang Si Raja Hutan, harimau, ada yang seluruh badan sedang mendekam seakan mengincar musuh, ada pula yang hanya kepalanya saja, menunjukkan sorot mata yang tajam mematikan.

Selain yang sudah disebutkan, ada lagi lukisan mengenai ikan koi yang sedang berenang. Sekeluarga ayam yang sedang mematuk makanannya. Kerbau yang sedang berkubang yang terlihat begitu hidup.

Bicara soal harga, lukisan-lukisan yang ditampilkan berkisar dari 8 juta sampai dengan termahal 120 juta. Khusus lukisan yang paling mahal, berikut gambarannya:

Lukisan tersebut menggambarkan suasana di hutan yang masih perawan. Judulnya saja ‘Belum Terjamah’. Pepohonan dengan batangnya yang kuat, sungai kecil, semak, jalan setapak adalah obyek-obyek yang terdapat di dalam lukisan. Indah sekali.

Saya kemudian mencari tahu sendiri kira-kira apa yang membuat lukisan tersebut begitu mahal. Saya berdiri di depannya lama, memerhatikan setiap detil. Oya, lukisan itu digambar menggunakan cat acrylic. Efeknya dahsyat, batang pohon terlihat begitu nyata, retakan kulit kayu seakan bisa saya congkel menggunakan jemari. Selain detil, saya pun mencoba menjauh dari lukisan dan memerhatikan dari kejauhan.

Aneh, saya merasa perlahan-lahan terbawa ke dalam lukisan tersebut. Seakan-akan saya sedang berdiri di tengah hutan, mendengar desau angin, gemericik air, suara gesekan daun. Dengan bersusah payah saya harus mengembalikan kesadaran bahwa saat itu sedang berdiri di sebuah lobby hotel dan banyak orang berlalu lalang.

Pengalaman berada di hutan yang ada dalam lukisan itulah barangkali yang membuat lukisan tersebut begitu mahal. Atau adakah hal lain yang memengaruhi berapa sebuah lukisan dihargai?

[adsenseyu1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>