Mudik dan Pilihan Moda Transportasi

Menurut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Komarudin Hidayat, sifat manusia termasuk ke dalam homo festivus,  suka berfestival. Dalam festival tersebut terdapat tiga misi. Pertama, mengenang budaya dan tradisi lama. Kedua, mengenalkan tradisi (lama) kepada generasi baru. Ketiga, memperhadapkan tradisi lama pada situasi hari esok berupa penguatan budaya.

Mudik termasuk ke dalam acara festival, yang dalam mudik ada upaya mengenalkan tradisi lama kepada anak-anak oleh orangtua, keinginan mengenang masa lalu, dan mengembangkan nilai tradisi. Tidak hanya itu sebenarnya, motivasi lainnya yang mendukung tradisi ini adalah dorongan religiusitas, yakni bermaaf-maafan dengan orangtua dan sanak saudara. Dari beberapa dorongan motivasi tersebut, tak mengkerankan setiap orang yang berlebaran akan selalu mengusahakan mudik.

Momen lebaran juga menjadi saat untuk menunjukkan keberhasilan seorang anak kepada orangtua. Inilah saat yang paling tepat untuk memberikan sesuatu kebanggaan sebagai anak (Inspiratorial, Kompas, Kamis, 09 Agustus 2012).

Fenomena mudik dari tahun ke tahun selalu meningkat ‘pesertanya’. Melihat dari keramaian yang terjadi, pemilihan moda transportasi mudik harus dilakukan sejak jauh-jauh hari. Hal ini sangat penting karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan saat mudik. Pemilihan moda transportasi yang tepat bisa memberikan keuntungan dari segi keuangan, kenyamanan dan paling penting keselamatan.

Saya lumayan banyak memiliki pengalaman terkait dengan tradisi mudik ini. Saya pernah ikut mudik bersama yang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan telekomunikasi. Saat itu, saya menghabiskan waktu 26 jam di jalan untuk menempuh jarak antara Jakarta ke Magelang.

Menggunakan bus antar kota antar provinsi juga pernah saya lakukan. Saat itu saya bersama istri dan hubungan kami makin terjalin erat karena tradisi ini. Bagaimana tidak bila waktu yang kami perlukan untuk menempuh lagi-lagi jarak Jakarta Magelang mencapai 28 jam.

Sebagai informasi, pada saat normal jarak Jakarta Magelang bisa ditempuh hanya dalam waktu kurang dari 12 jam. Dari pengalaman-pengalaman tersebut saya pun memutuskan untuk mudik menggunakan moda pesawat terbang. Dari sisi waktu jelas lebih cepat. Namun, kelemahan moda transportasi ini adalah harganya yang sangat mahal.

Strategi saya untuk mudik tahun ini adalah dengan mencari tiket pesawat jauh-jauh hari sebelumnya. Pada bulan Desember tahun lalu, setelah mendapat informasi dari teman, bahwa salah satu maskapai sudah membuka pemesanan tiket untuk bulan Agustus, saya pun segera memesan dua tiket PP untuk saya dan istri. Syukurlah, harganya masih bisa saya terima dan tak terlalu memberatkan kantong saya.

Jadi, sudah siapkah untuk mudik?

One thought on “Mudik dan Pilihan Moda Transportasi

  1. Selamat mudik. Saya sudah gak sanggup lagi karena semuanya mahal dan gak masuk akal. Terakhir pada 2009 pake mobil, Pondokgede-Salatiga (mertua) sampai dua malam. Saya bayangkan yang sekarang lebih padat. Kalo setiap tahun terbit 300.00 BPKB baru berpelat B, dan separonya adalah mobil pribadi, lantas dari yang 150.000 itu separonya mudik, maka tahun ini lebih sesak :)

    [Jawab?]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>