Cerita Sopir Taksi

Tempo hari saya menggunakan Taksiku saat pulang dari Bandara. Dan, kira-kira begini cerita yang saya peroleh dari sopir taksi.

Banyak taksi di bandara yang menggunakan sistem borongan baru saja dirazia dari pihak Angkasa Pura. Beberapa perusahaan taksi terkena kebijakan ini. Sistem borongan berarti sistem pembayaran taksi yang tidak menggunakan argo. Ongkos taksi ditentukan berdasarkan kesepakatan di antara penumpang dan sopir.

Taksiku menggunakan sistem seperti yang dilakukan oleh Blue Bird. Sistem ini mengharuskan sopir untuk menyetor 90% dari penghasilannya kepada perusahaan taksi. Ini berarti ia hanya mendapatkan 10%.

Bagi taksi bandara, dengan adanya kebijakan ini, mereka sangat diuntungkan apabila penumpang ramai. Mereka tidak harus sesibuk taksi non bandara yang harus berputar-putar mencari penumpang. Mereka hanya perlu sampai di pool bandara  dan menunggu panggilan.

Kondisi menjadi tidak menguntungkan bagi mereka apabila penumpang sepi. Kondisi makin tidak menguntungkan bagi mereka apabila mereka memeroleh penumpang yang dekat dari bandara. Hal ini bisa terjadi karena beberapa sebab berikut:

Penumpang yang dekat dari bandara berarti membayar lebih sedikit. Katakanlah sopir menerima 100 ribu. Ini berarti ia hanya memeroleh 10 ribu rupiah. Di lain sisi, biaya tol adalah 12,5 ribu rupiah. Ini berarti ia harus nombok 2,5 ribu rupiah. Biaya ini makin membengkak bila penumpang sepi.

Manakala sepi penumpang, sopir harus menghabiskan waktu lebih lama di pool bandara. Ini berarti pengeluaran ekstra bagi mereka. Pada saat menunggu ini, terkadang mereka harus merokok, minum kopi dan lain-lain. Belum lagi apabila mereka harus mencuci mobil. Dan jangan dilupakan, makanan di bandara harganya jauh lebih mahal daripada di luar. Saat mereka keluar dari pool pun, mereka masih harus membayar biaya parkir.

Pengeluaran-pengeluaran itu tak terasa, tapi sudah menguras uang yang semestinya bisa dibawa pulang. Perhitungan sederhananya seperti ini: apabila mereka memeroleh 500 ribu, berarti mereka hanya membawa pulang sejumlah 50 ribu, dengan catatan, mereka tidak mengeluarkan biaya ini itu. Angka yang aman bagi mereka adalah di atas 650 ribu rupiah.

One thought on “Cerita Sopir Taksi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>