Lapar dan Haus, Karena Apa?

Terkadang kita makan dan  minum bukan karena lapar dan haus

Padahal Bapak saya mengajarkan, bahwa makanan dan minuman seenak apa pun, hanya terasa saat ia melintasi lidah sampai dengan kerongkongan. Itu berarti hanya melalui bidang sepanjang kurang dari 15 cm.

Lalu kenapa minuman di atas harus dibuat seheboh itu? Entahlah, mungkin kalau tidak seindah itu hiasannya, maka rasanya pun akan biasa saja. Dan, harganya pun barangkali tak akan semahal waktu itu. :|

 

2 thoughts on “Lapar dan Haus, Karena Apa?”

  1. Kalau menyangkut sensasi rasa, ya urusannya lidah sampai kerongkongan.
    Tapi sensasi kadang juga berjaitan dengan perasaan kenyang. Makanya kalo minum teh botol atau limun, bahkan Aqua, saya nggak pake penyedot karena penyedot mem-by-pass ujung lidah sehingga saya tak eh kurang merasakan asupan, tahu-tahu mau nambah.

    Tapi untuk orang yang kurang minum air putih, padahal dianjurkan oleh dokter, sebaiknya pake penyedot karena tanpa terasa sudah minum lebih banyak dari langsung tenggak.

    [Jawab?]

    unclegoop menjawab:

    @Antyo,
    saya baru tahu, rupanya sedotan begitu berpengaruh…
    soal yang teh botol itu, paman, kadang-kadang ngga mentala kalau mau langsung nyruput dari botolnya :|

    [Jawab?]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>