Siapa yang salah? Pembuat desain tangga/jalur untuk menuju halte transjakarta atau pengendara motor yang terlampau malas untuk memutar di jalur yang sudah disediakan?
Siapa yang dirugikan? Pejalan kaki yang akan menuju halte, pengemis yang terganggu tempat mangkalnya dilalui sepeda motor atau pedagang kaki lima yang harus memberikan ruang untuk pengendara malas itu?
Eh, atau malah diuntungkan? Kalau tukang ojek bisa memangkas jarak, penumpang pun senang tak harus merogoh kocek dalam-dalam. Juga pengendara motor yang tak harus memutar jauh.
Sebuah gambar dari halte ‘Jembatan Gantung’ di Jalan Daan Mogot




desainnya emang ramah buat motor sih, coba dibuat tangga gitu
[Jawab?]
unclegoop menjawab:
@dobelden,
hahaha, iya, sih…
tapi, bahkan untuk melintasinya pun ngga mudah, lho
untuk berbelok saja, mereka harus maju mundur hahaha
[Jawab?]
Pengendara sepeda motor itu, memang KEPARAT! Apapun alasannya. Pantesnya, montornya dilemparin kebawah.
[Jawab?]
unclegoop menjawab:
@sukamdi atmosoewito,
hahaha, kurang banyak kerusakan yang diakibatkan kalau cuma dilempar ke bawah
[Jawab?]