Nasihat Bapak
Keinginan yang tak terkontrol itu membuahkan bencana…. Awal mulanya adalah sebungkus mi instan. Ia tergeletak di dekat kompor dan pasrah menanti disikat. Tak jauh dari situ, sepanci sayur lodeh dari Chinta pun menatap menggoda. Lalu kenapa pula saya harus memilih mi instan alih-alih sayur lodeh Chinta? Nah, di sinilah bencana itu bermula. Seperti biasa, saat [...]
Hujan November
Apakah kamu membutuhkan waktu untuk sendiri? Ini November dan hujan di mana-mana. Angin membawa air yang siap diturunkan kapan pun ia ingin. Menyentuhi genting, jatuh di kerikil, sebagian menyapu beranda kita. Daun bergoyang tak karuan karena hembusan angin, ia tak tegak justru luruh karena menahan beban air. Aku melihat pundakmu pun tak teguh, seperti menahan [...]
Saat Bapak Mengirim SMS
Sudah cukup lama kami–putra-putra Bapak–meminta beliau untuk membawa hape sendiri. Sekali waktu, bahkan saya berikan hape CDMA yang sudah jarang saya pakai untuk beliau. Sengaja saya haturkan hape itu karena pengoperasiannya mudah dan tidak membutuhkan keterampilan yang aneh-aneh seperti hape-hape canggih lainnya. Sayangnya, bahkan untuk yang mudah pun beliau enggan untuk belajar. Kebetulan, si ragil—adik [...]
Memahami Masa Muda
Sangat menarik apa yang disajikan oleh National Geographic Indonesia bulan Oktober kemarin. Di sana, dalam sebuah artikel dijabarkan bagaimana perkembangan otak memengaruhi (secara besar-besaran) perilaku seorang remaja. Dari kajian pencitraan yang dilakukan terhadap otak, diperoleh sebuah grafik perkembangan yang lambat dan tidak merata. Hal ini menawarkan penjelasan yang menarik tentang mengapa remaja melakukan hal bodoh: [...]



jejak tertinggal